Wabah virus corona telah melanda berbagai negara tak terkecuali Indonesia. Penyebaran dan korbannya semakin hari semakin meningkat.
Sebagai upaya pencegahan dan menghambat penyebaran pemerintah mengelurakan kebijakan yang intinya mengurangi perjumpaan dengan banyak orang. Maka dianjurkan bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah.
Keuskupan Agung Jakarta mengeluarkan Surat Keputasan No.153/3.5.1.2/2020 yang ditandatangani oleh Vikaris Jendral KAJ Romo Samuel Pangestu untuk mendukung kebijakkan pemerintah tersebut. Salah satu poinnya adalah selama 15 hari ke depan semua kegiatan yang mengumpulkan banyak orang ditiadakan. Maka Misa Mingguan akan disiarkan secara online atau live streaming, jadi umat tidak perlu datang ke Gereja, cukup mengikuti Misa dari rumah.

Merujuk surat keputusan tersebut Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet tunduk pada aturan yang sudah dibuat oleh Keuskupan Agung Jakarta, karenanya juga meniadakan semua jadwal Misa dan ibadat Jalan Salib. Sebagai solusinya Sie Komsos melakukan live streaming Misa pada jam 08.30 sehingga umat dapat mengikuti dari rumah melalui smartphone, tablet, personal computer, laptop atau smart tv melalui Youtube link: bit.ly/bernadet22maret.
Bagi Paroki atau Gereja yang sudah mapan dan aneka peralatan pendukung sudah tersedia, mungkin hal seperti ini mudah untuk dijalankan. Tentu tidak demikian dengan kondisi dan situasi Paroki kita Ciledug Gereja Santa Bernadet. Dengan segala keterbatasan yang ada Sie Komsos tertantang untuk merealisasikannya.

Beruntung sejak Senin 16 Maret 2020 selepas Misa 40 hari wafatnya Romo Noel Sie Komsos sudah mendiskusikan hal ini. Ada yang mengatakan nggak mungkinlah kita tidak punya ini tidak punya itu dan lain sebagainya. Beruntung masih ada satu yang mengatakan kita coba saja dengan peralatan seadanya yang kita punya, nanti masing-masing dibawa hari Rabu 18 Maret 2020 jam 8 malam.
Benar Rabu 18 Maret 2020 tepat jam 20.00 semua tim foto video dengan penuh semangat sudah berkumpul. Aneka percobaan mulai dilakukan, mulai letak kamera dan kualitas suara yang dihasilkan. Tidak banyak tim komsos yang tahu akan kegiatan ini, jadi menguntungkan untuk percobaan. Segera link disebar ke tim komsos untuk dibuka dan ditunggu komentarnya.
Bp.GM Budi Suryanto angota DPH pendamping Komsos yang tinggal di Perumahan Japos langsung membuka dan memberi respon gambarnya bagus tapi suaranya ngruweng. “Nah lo apa ini?” tanya Carolus. “Ini namanya flanging,” jawab mas Totok yang paham urusan seperti ini. “Artinya suaranya balik kayak muter gitulah,” jelasnya.

Lain halnya dengan Pak Pristy yang sedang berada di Surabaya. “Aapa ini keren banget bisa dilihat dari Surabaya. Gambarnya bagus, suaranya kurang jelas. “Ok kita tutup dulu 1 jam lagi kita live ya.”
Hasilnya sekitar jam 22.00 untuk percobaan kesekian kalinya dengan peralatan coba-coba Margaretha Elsa, salah satu tim Komsos yang tinggal di Ciledug Indah, mengabarkan, “Ok keren gambarnya bagus suaranya jelas.”
Tak diduga Kamis 19 Maret 2020 kepanikan melanda aneka group WA yang berkaitan dengan virus Corona yang mengharuskan semua kegiatan peribadatan hari Minggu dihentikan sementara. Bagaimana dengan Paroki kita Ciledug, apakah Komsos siap membuat Misa live streaming? Tanpa pikir panjang tim Komsos menjawab siap.

Lewat jalur pribadi Pak Ari masih memastikan apakah dengan tanpa sarana dan prasarana Komsos siap? “Siap, Pak! Kita sudah melakukan beberapa kali percobaan.” “Syukurlah kalau begitu,” kata Wakil Ketua DPH itu dengan nada puas.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Komsos