Ada Tanda-tanda sebelum Romo Noel Berpulang

19 Maret 2020
  • Bagikan ke:
Ada Tanda-tanda sebelum Romo Noel Berpulang
Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dan foto mendiang Romo Noel.

Benarkah ada tanda-tanda sebelum orang meninggal? Pertanyaan ini menjadi menarik ketika dalam kotbah misa 40 hari berpulangnya Romo Noel, Senin 16 Maret 2020, Romo Lamma menceritakan beberapa peristiwa tidak biasa sebelum Pastor Rekan Paroki Ciledug itu cuti ke Filipina.

Biasanya, menurut Romo Lamma, jika akan cuti ke kampung halamannya, Romo Noel selalu memadati kopornya dengan banyak barang, termasuk misalnya sepatu-sepatu yang akan dibagikan sebagai oleh-oleh untuk keponakan-keponakannya. Tetapi pada cuti terakhirnya tahun lalu, Romo Noel tidak melakukan itu. Hanya sedikit barang yang dimasukkan dalam kopornya.

Di Pastoran Bharata, cerita Romo Lamma lagi, menjelang cutinya itu Romo Noel kadang sejurus melihat kolam yang ada di sana, bukan kolam renang. Hanya melihat. “Ada apa, Romo?” tanya  Romo Lamma waktu itu, tetapi tidak dijawab.

jassen3-

Romo Lamma memimpin misa 40 hari berpulangnya Romo Noel.

“Kan tiap hari juga melihat kolam itu, ya?” ucap Romo Lamma dalam kotbah tersebut sambil tersenyum, seakan ingin menyampaikan rasa heran atas Romo Noel yang melakukan sesuatu di luar kebiasaan itu. Romo Noel juga ke ruang sekretariat. Melihat sejurus. Tanpa kata.

Karena Romo Noel menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak biasa tersebut, dalam permenungannya Romo Lamma sampai pada keyakinan bahwa memang ada tanda-tanda sebelum orang pergi untuk selama-lamanya.

“Ya…tanda-tanda itu ada dan benar terjadi (apa yang ditandakan),” kata Romo Lamma. Serta merta ia menambahkan bahwa sebenarnya Tuhan sendiri yang memberikan tanda-tanda itu.

jassen4-

Umat yang menghadiri misa 40 hari berpulangnya Romo Noel.

“Tanda-tanda itu ada. Hanya kita memang perlu mengasah… mengasah apa?” tanya Romo Lamma yang disahut oleh beberapa orang yang mengikuti misa malam itu dengan jawaban “insting”, “intuisi”. “Kita perlu mengasah kepekaan kita untuk bisa menangkap tanda-tanda itu,” katanya lebih lanjut.

Tentang tanda-tanda itu hanya sebagian cerita yang disampaikan Romo Lamma tentang Romo Noel. Hal lain yang diceritakan, misalnya, adalah betapa Romo Noel sangat mencintai Paroki Ciledug dan betapa ia merasa nyaman berada di paroki ini.

Romo Noel sempat bertanya kepada Romo Lamma, apakah kalau sembuh masih boleh kembali berkarya di Paroki Ciledug. Pertanyaan itu diajukan bukan karena Romo Lamma Pastor Kepala Paroki Ciledug tetapi karena posisinya yang cukup menentukan dalam Kongregasi CICM. Menurut Romo Lamma, Romo Noel sempat mengatakan, kalau tidak mungkin kembali ke Paroki Ciledug, pilihan dia adalah berkarya di Filipina.

voceMaschille-

Paduan suara Voce Maschille melayani misa 40 hari Romo Noel.

Romo Lamma mengajak agar kita selalu berjaga-jaga karena Tuhan sendiri mengatakan, “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” Ajakan ini disampaikan lebih dalam kaitan dengan “tanda-tanda” sebelum Romo Noel berpulang 4 Februari lalu.

Teks: ps/ Foto-foto: Jassen Novaris

Tags

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna