Romo Lammarudut Sihombing, CICM, menjelang berkat penutup pada misa 40 hari berpulangnya Romo Manuel V Valencia, CICM (Romo Noel), Senin malam, secara khusus membicarakan sikap waspada Corona di Gereja Bernadet dan kesadaran persembahan kepada Tuhan.
Pada bagian awal Pastor Kepala Paroki Ciledug itu mengatakan bahwa virus Corona adalah sesuatu yang buruk, tetapi dalam sesuatu yang buruk selalu ada nilai kebaikannya.
Romo Lamma menyinggung disediakannya kotak-kotak kolekte oleh Seksi Liturgi, menggantikan kantong-kantong kolekte yang diedarkan, sebagai langkah pencegahan penularan virus. Kotak-kotak itu diletakkan di titik-titik yang biasanya merupakan lokasi penerimaan komuni.
Umat memasukkan uang kolekte ke kotak-kotak tersebut pada saat Persembahan dengan cara antre berjalan ke depan seperti kalau mau menerima komuni.

Dengan maju ke depan untuk memasukkan uang kolekte pada saat Persembahan seperti kalau mau menerima komuni, waktu misa akan menjadi lebih panjang 10 sampai 15 menit, meskipun dalam misa Senin malam simulasi belum dilakukan. Perpanjangan waktu sebagai langkah kewaspadaan untuk mencegah penularan virus semestinya tidak menjadi persoalan karena tujuannya baik.
Lebih dari itu, menurut Romo Lamma, mengikuti ibadat misa memang tidak seharusnya tergesa-gesa tetapi melakukannya dengan penuh perhatian, bukan orangnya hadir di gereja tetapi pikirannya ke mana-mana.
Lebih lanjut Romo Lamma mengatakan bahwa dalam keseluruhan Perayaan Ekaristi, Persembahan merupakan bagian yang diperuntukkan bagi umat untuk memberikan pesembahan kepada Tuhan. “Bukan nilai uangnya yang penting dalam kolekte, tetapi kesadaran bahwa kita memberikan persembahan kepada Tuhan,” kata Romo Lamma.

Maka dengan maju ke depan pada waktu Persembahan untuk memasukkan uang kolekte ke kotak-kotak yang disediakan, umat tidak hanya melakukan langkah waspada pencegahan penularan virus Corona tetapi terutama membangun kesadaran akan persembahan diri kepada Tuhan yang memang sudah ada bagian atau waktunya dalam keseluruhan tata peribadatan misa.

Romo Lamma berharap, ke depan antrean ke depan untuk memasukkan uang kolekte ke kotak-kotak yang disediakan pada waktu Persembahan bisa dilaksanakan dan koor bisa menyesuaikan diri dalam membawakan lagu persembahan. Dengan demikian, umat tidak hanya memasukkan uang kolekte sebagai sesuatu yang rutin ketika mengikuti misa, tetapi membangun kesadaran diri untuk menyampaikan persembahan kepada Tuhan.
Teks: ps, Jassen Novaris, Hari Kristanto/ Foto-foto: Jassen Novaris, Bambang Gunadi/ Video: Bambang Gunadi