Wanita Katolik RI St Bernadet Kembali Mengadakan Baksos Kacamata Gratis

13 Maret 2020
  • Bagikan ke:
Wanita Katolik RI St Bernadet Kembali Mengadakan Baksos Kacamata Gratis
Kesibukan Baksos Kacamata Gratis, Minggu, 8 Maret 2020. 

Sekitar setahun yang lalu kegiatan serupa diadakan untuk masyarakat di sekitar Gereja Pinang, tepatnya 23 Maret 2019. Untuk tahun ini Baksos Kacamata Gratis diselenggarakan Minggu, 8 Maret 2020, bertempat di Kelurahan Sudimara Timur, Ciledug Tangerang.

AraCover-

Baksos Sejuta Kacamata di Kelurahan Sudimara Timur, Ciledug.

Menurut Ibu Stephanie, Ketua Wanita Katolik RI Cabang St Bernadet, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan penuh dari aparat  setempat, mulai dari para Ketua RT dan RW sampai Lurah Kelurahan Sudimara Timur. “Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat  yang mau terlibat sejak persiapan sampai pada penyelenggaraan hari ini, termasuk anak-anak mudanya,” jelas Bu Fany, sapaan akrabnya.

Bambang5-

Baksos diselenggarakan di Hall Bulutangkis PB Saimo.

“Kegiatan ini semula akan diselenggarakan di Kantor Kelurahan Sudimara Timur tetapi karena jumlah masyarakat yang akan dilayani sebanyak 1.000 orang tempatnya tidak memungkinkan,” kata Bu Fany lagi. Bersyukur, tambahnya, atas kebaikan Bp Saimo,  tokoh masyarakat di RT/04 RW 08 yang rumahnya berdampingan dengan Ibu Martina Sulopo, dipinjamkanlah hall Bulutangkis PB Saimo untuk kegiatan ini.

Arya4-

Wanita Katolik RI St Bernadet ikut melayani pengunjung.

Sejak pukul 08.00 pagi tampak masyarakat sekitar yang sudah mendapat bagian kupon hadir memenuhi arena baksos. Lurah Sudimara Timur  bersama  Sekretaris Kelurahan, para Ketua RT dan RW, serta aparat keaman dari Kepolisian dan Koramil pun sudah ada di sana.

bambang3-

Pemeriksaan glaukoma.

Seluruh kacamata yang dibagikan pada baksos ini disediakan oleh Yayasan Melihat Terang yang mempunyai gerakan sejuta kacamata untuk Indonesia. Bp Heribertus Denny, Ketua Yayasan Melihat Terang, mengungkapkan bahwa dalam baksos kali ini selain membagi 1.000 kacamata untuk masyarakat yang membutuhkan disediakan juga pemeriksaan glaukoma. “Tahun lalu pemeriksaan ini belum ada,” kata Pak Denny, sapaan akrabnya.

Arya3-

Bu Fany (ke-3 dari kiri), aparat setempat, dan Ketua Sie Komsos.

“Pemeriksaan glaukoma itu penting karena saat ini (penyakit itu) menempati urutan ketiga penyebab kebutaan. Glaukoma adalah jenis gangguan penglihatan karena adanya kerusakan syaraf mata yang disebabkan oleh tekanan yang tinggi pada bola mata. Nah jika diketahui sejak dini akan kita rujuk untuk mendapatkan pengobatan,”  tambah Pak Denny.

bambang2-

Pak Lurah (tengah berbaju coklat) dan Pak Saimo, pemilik PB Saimo.

Bapak Nurdin, Sekretaris Kelurahan Sudimara Timur, mengungkapkan rasa trimakasihnya atas kedatangan Tim Bakti Sosial Kacamata ini. “Karena ini sangat membantu masyarakat kami terutama yang kurang mampu. Selain itu baksos ini juga bermanfaat untuk mengetahui kesehatan mata masyarakat kami karena pada umumnya orang  jarang sekali memeriksakan mata,” jelas Pak Nurdin.

Arya7-

Pemeriksaan glaukoma.

Pendapat senada disampaikan Bp Toyib, Ketua RT 04/RW 08. “Wah seneng banget. Ini sangat membantu, apalagi kalau kita lihat banyak juga anak-anak usia sekolah yang ternyata sudah mengalami gangguan mata dan butuh dibantu,” katanya.

Kerjasama bagus

Dalam pelaksanaan terlihat kerjasama yang bagus antara tokoh masyarakat, Wanita Katolik RI, dan Yayasan Melihat Terang dalam berbagi tugas. Sebagai penerima tamu karang taruna yang bertugas memastikan pengunjung membawa kupon yang sudah dibagikan melalui Ketua RT.

bambang1

Sekretaris Kelurahan, Lurah, Kepolisian, Pak Denny, dan Bu Endang.

Tahap berikutnya ibu-ibu Wanita Katolik RI bertugas mendata nama dan alamat sesuai KTP. Sementara yang mengatur antrean pemeriksaan ada Bp Waluyo dan Ibu Darmi yang tampak akrab dengan tamu yang datang. “Ya kalau ada kegiatan seperti ini saya selalu tergerak untuk membantu,” ungkap Pak Waluyo. “Kita harus saling membantu,” tambah Bu Darmi.

Arya1-

Karya sosial Yayasan Melihat Terang.

Di bagian lain ibu-ibu Wanita Katolik RI dan paramedis melakukan pemeriksaan mata melalui tes membaca dan tes-tes lainnya. “Karena meskipun gratis, semua diperiksa terlebih dahulu dengan seksama,” ungkap salah satu petugas.

Putri Aisyah, siswi kelas 1 SMA yang tinggal di sekitar lokasi baksos, setelah diperiksa ternyata matanya minus 1,5. “Ya selama ini kalau belajar di rumah rada sulit. Kalau di kelas saya pilih duduk paling depan tetapi tetap saja kurang jelas,” ungkap Aisyah. “Senang sekali sekarang punya kacamata, bisa melihat dan membaca dengan jelas,” imbuhnya.

Bambang6-

Putri Aisyah, kelas 1 SMA.

Lain halnya dengan Ibu Yati yang mengaku baru pertama kali mau memakai kacamata.  “Karena sehari-harinya sebagai pembantu rumah tangga, jadi ya mikir dua kali untuk beli kacamata. Kacamata ini akan sangat berguna saat ngaji di kamar. Kalau malem jadi bacanya lebih enak,” kata Bu Yati.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Walter Arya, Bambang Gunadi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna