Cuaca Cerah, Jalan Salib di Taman Doa Pinang

7 Maret 2020
  • Bagikan ke:
Cuaca Cerah, Jalan Salib di Taman Doa Pinang
Lebih dari 500 orang mengikuti Jalan Salib di Taman Doa Pinang.

Tidak seperti hari Jumat minggu lalu yang mendung tebal dan kadang rintik-rintik gerimis, Jumat, 6 Maret 2020, cuaca cerah. Dengan melihat kondisi ini Tim Liturgi memutuskan, Ibadat Jalan Salib dapat dilakukan di Taman Doa.

Taman Doa Pinang terlihat penuh dengan umat yang mengikuti Ibadat Jalan Salib yang dimulai pukul 19.30 ini. Tim Komsos meminta informasi dari Bp Yustinus Tugiyo, koster Gereja St Bernadet atau yang akrab disapa Pak Yus.

carol5

Ibadat Jalan Salib Jumat, 6 Maret 2020, berjalan khidmad.

Ditanya kira-kira berapa umat yang hadir malam itu, Pak Yus menyampaikan, “Tadi saya menyiapkan 500 buku panduan dan habis diambil umat semua. Jadi ya umatnya malem hari ini lebih dari 500 orang.” Ditanya lagi apakah saat misa di tenda atas nantinya tidak muat, Pak Yus menjawab, “Muat, kan tenda atas tempat duduknya muat lebih dari 500 orang.”

carol10

Banyak di antara umat yang menggunakan flashligt smartphone.

Ibadat Jalan Salib berjalan khidmat dan lancar meski di beberapa perhentian umat harus berada di antara mobil-mobil yang diparkir. Maklum perhentian Jalan Salib ini berada di pinggiran area parkir kendaraan. Ibadat Jalan Salib malam itu dipimpin Prodiakon Bp Roby Cuntoro dan Bp Petrus Maryana.

Koordinator Wilayah Ignatius Loyola Pak Tommy Pratomo dibantu Pak Hari Kristanto menggotong speaker besar dari perhentian satu ke perhentian lain supaya suara pemandu ibadat bisa didengar ratusan umat yang mengikuti Jalan Salib malam itu.

carol9

Cuaca mendukung pelaksanaan Jalan Salib di Taman Pinang. 

Sementara itu karena gelap banyak umat yang menggunakan flashlight smartphone agar bisa membaca teks, atau sengaja mencari tempat-tempat yang terang oleh lampu-lampu di taman doa.

“Jalan Salib malem hari ini lebih ok,” ungkap Bp Suparno salah seorang di antara umat. “Karena dilakukan di luar, di taman doa, jadi kita bisa benar-benar merasakan Jalan Salib,” imbuhnya.

carol4

Arak-arakan umat yang mengikuti para pemandu Jalan Salib.

“Yah tapi kalau cuaca tidak mendukung seperti minggu lalu, ya tak apa kita Ibadat Jalan Salibnya di dalam gereja dan duduk di bangku umat. Merenungkan setiap perhentian itu lebih resep bahasa Jawanya,” ungkap Bp Martinus Sulopo menambahkan. “Minggu lalu saya juga ikut dan semoga selama masa prapaskah ini setiap Jumat saya bisa mengikuti Ibadat Jalan Salib,” katanya lagi.

Hari-

Ibadat Jalan Salib dilanjutkan dengan misa dan Adorasi.

Ibadat Jalan Salib dilanjutkan dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM. Karena tanggal 6 Maret 2020 adalah Jumat pertama, setelah misa diadakan Adorasi kepada Sakramen Maha Kudus. Sedangkan petugas koor yang mengiringi Misa dari Wil Ignatius Loyola. Begitu pula tugas tata laksana dan perparkiran.

Teks: Bambang Gunadi, ps/ Foto-foto: Carolus Wahyuntoro Aji, Hari Kristanto

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna