Hampir sebulan lalu, tepatnya 31 Januari 2020, PDPKK Yoselina merayakan HUT Ke-9. Ulang tahun itu disyukuri dengan perayaan Ekaristi Konselebrasi antara Pastor Felix Supranto, SSCC, dan Pastor Lammarudut Sihombing, CICM, di Balai Pertemuan Metro Permata, yang dilanjutkan dengan Lenong Cine.

Misa yang masih kuat bernuansa Imlek tersebut dihadiri oleh sekitar 240 umat Bernadet dan tamu dari PDPKK MKK, serta Dewan Paroki Harian Bernadet, dan pengurus Paguyuban Metro Permata.

Dalam homilinya, Pastor Felix berpesan agar anggota PDPKK Yoselina selalu hidup berakar di dalam Tuhan dan percaya bahwa Yesus adalah Sang Juru Selamat.
Hidup berakar dalam Tuhan berarti selalu mengandalkan Tuhan, percaya bahwa waktu Tuhan adalah yang terbaik, tidak mudah marah, tidak mengeluh, dan tidak menyebar gosip.

Percaya kepada Yesus akan menghasilkan buah-buah Roh, yaitu kebaikan hati, setia dalam pelayanan, sabar, mampu mengendalikan diri, damai, sukacita, murah hati kepada sesama.

Di akhir homilinya, Pastor Felix berpesan agar anggota Yoselina selalu ingat akan Mazmur 27:5 di mana Allah selalu melindungi dan menyelamatkan mereka yang percaya kepada-Nya.

Lenong Cine disajikan masih dalam konteks perayaan Imlek. Namun pesan yang disampaikan tak lekang oleh waktu. Dikisahkan ada dua keluarga yang merayakan Imlek. Yang satu dalam kelimpahan materi, sementara keluarga lain dalam kesederhanaannya. Ketika mengikuti misa di gereja, mereka mengalami metamorfosis atau pembaruan (renewal) setelah mendengarkan homili Pastor yang menekankan pengampunan kepada sesama. Pengampunan membawa kedamaian.

Di mana ada kasih, ada kedamaian dan sukacita.
Ketua PDPKK Yoselina mengatakan sangat bersyukur bahwa komunitasnya dapat melalui 9 tahun yang membahagiakan dengan dukungan para anggota dan Paroki.

Teks & Foto: Selamat Sunaryo