Uskup KAJ Berterima Kasih atas Pelayanan Kongregasi CICM di Paroki Ciledug

19 Februari 2020
  • Bagikan ke:
Uskup KAJ Berterima Kasih atas Pelayanan Kongregasi CICM di Paroki Ciledug
Misa Syukur konselebrasi Perayaan HUT ke-30 Gereja Bernadet.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Kongregasi CICM yang selama 30 tahun telah mengirim imam-imamnya untuk melayani umat Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet.

ara2

Bapak Uskup bersama para romo siap menyambut umat. 

Ucapan terima kasih tersebut disampaikan Uskup Suharyo dalam Misa Syukur HUT ke-30 Gereja Santa Bernadet, Minggu (16/2), di gereja pusat paroki, kawasan Sudimara-Pinang, Kota Tangerang.

gam9

Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta.

Selaku konselebran utama, Bapak Uskup didampingi Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dan Romo Derikson A Turnip, CICM, Pastor Paroki Ciledug 2004-2010. Juga hadir membaur di antara umat Romo Wisnu, CICM.

gam22

Prosesi vandel dimulai dari lantai bawah.

Paroki Ciledug diresmikan berdirinya oleh Bapak Uskup Mgr Leo Soekoto, SJ, pada 11 Februari 1990, berdasarkan SK No 236A/3.25.2/90 sebagai Paroki ke-41 di Keuskupan Agung Jakarta.

gam8_1

Tradisi prosesi vandel wilayah-wilayah setiap HUT Gereja Bernadet. 

Pastor Kepala Paroki Ciledug yang pertama adalah Romo Ludo Reekmans, CICM, kurun 1990-1995. Sesudah itu para pastor dari Kongregasi CICM melayani paroki ini sampai sekarang, kecuali untuk tahun 2000-2001 dengan pastor paroki seorang imam Diosesan, Romo FX Pranataseputra, Pr.

ara

Para prodiakon Santa Bernadet.

gambeb35

Lektor, pemazmur, petugas liturgi lain, dan umat di lantai atas..

gam10

Kepadatan peserta Misa Syukur mirip hari-hari besar lain.

gam12

Peserta Misa Syukur membeludak sampai di luar tenda.

Yang bertugas koor pada hari itu adalah paduan suara Bahana de Loyola yang didukung oleh gabungan pemazmur dan peserta pesparani, baik OMK, wanita dewasa, maupun  gregorian pria dewasa. 

Berkat bagi banyak orang

Sementara itu dalam kotbahnya, Uskup Suharyo menyampaikan pesan yang menjadi semacam harapan dan doa.

loola asli

Koor inti Misa Syukur HUT Gereja Bernadet, Bahanda de Loyola.

gambeb13

Pak Ing Kiat, dirigen koor Misa Syukur HUT ke-30 Gereja Bernadet..

gambeb33

Koor pendukung.

laras asli

Koor pendukung di bangku umat karena keterbatasan tempat.

“Semoga dengan merayakan ulang tahun ke-30 sambil bersyukur dan saling mengucapkan terima kasih satu sama lain, kita di sini hari demi hari bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang semakin berhikmat, dan pilihan-plihan kita dapat kita persembahkan kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi semakin banyak orang,” katanya.

Ara6

Pastor Paroki Romo Lamma memberi sambutan menjelang akhir misa.

Sebelumnya Uskup Suharyo menjelaskan hubungan antara mendengarkan Sabda (Bahagia), berhikmat, dan pilihan yang baik dan benar berdasarkan ketiga bacaan misa hari itu, Kitab Sirah, 1 Kor, dan Injil Mateus.

gam18

Ketika Romo Derikson didaulat Bp Uskup untuk menyanyi.

Jika orang mendengarkan Sabda (Bahagia), ia akan menjadi berhikmat, jika orang berhikmat ia bisa membuat pilihan-pilihan yang baik dan benar, sehingga menjadi pribadi yang semakin kristiani, semakin suci.

ara5_1

Pak Rikkie Yulianto, Ketua Panitia  HUT  ke-30 Gereja Bernadet.

Doktor Teologi Kitab Suci lulusan Universitas Urbaniana, Roma, Italia, itu memberi penjelasan lebih lanjut dengan contoh-contoh sederhana seperti pernah disampaikan Paus Fransiskus: mengunci mulut ketika orang membicarakan kejelekan orang lain, bersedia mendengarkan orang lain meskipun lelah, ketika ingat kesucian Bunda Maria berdoa Rosario, menyapa orang lain dengan kata-kata bersahabat, dan seterusnya.

gerr2

Suasana cair ketika Bapak Uskup mendaulat Romo Derik menyanyi.

Pilihan-pilihan yang muncul karena behikmat, kata Bapak Uskup, dilakukan begitu saja, tanpa pikir panjang. “Membuat pilihan-pilihan yang baik dan benar, bukan asal gampang dan menyenangkan,” ujarnya setiap kali. Pilihan yang baik dan benar selalu merupakan satu tahap lebih lanjut menuju kesucian hidup.

ara-kevin-

Dua fotografer Komsos ini tahu apa yang sedang mereka tertawakan.

Sebelum berkat, Bapak Uskup mendaulat Romo Derikson untuk menyanyikan lagu Hidup Ini Adalah Kesempatan yang diikuti oleh seluruh umat sehingga suasana menjadi cair .

Teks: ps/ Foto-foto: Carolus Wahyuntoro Aji, Rafaela Chandra, Walter Arya

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna