Sabtu 15 Februari 2020, sejak siang hari tenda bawah gereja Pinang sudah ramai oleh para peserta lomba senam, Dance Competition, pendukung, dan penonton lain.

Mereka bukan hanya warga Gereja Bernadet tapi juga datang dari masyarakat sekitar. Inilah salah satu mata acara untuk memeriahkan HUT ke-30 Gereja Bernadet.

Para peserta lomba senam tampil dengan berbagai kostum kreatif nan meriah. Ada nuansa Country, Koboy, gaya Jadoel rok kotak-kotak, kuncir rambut tengah, gaya meriah dengan bahan daur ulang, rambut dibikin seperti dua telinga kucing, dan lain-lain.

Pemilihan kostum dan gaya penampilan ini tentu saja menjadi bagian dari upaya merebut kejuaraan, selain latihan gerakan.

Dipandu oleh Andra Wicak dan Rachel Kantya dari OMK, acara dimulai pukul 15.00. Ada 13 kelompok peserta, 10 di antaranya berasal dari wilayah, lingkungan, kategorial, dan komunitas dari Gereja Bernadet, sementara 3 lainnya dari masyarakat sekitar.

Usia peserta beragam, mulai dari yang masih muda sampai yang sudah senior.

Dewan juri terdiri dari Vincentius Petrus Handoko, pelatih senam yang sejak tahun 2008 sudah menjadi juri untuk beberapa kejuaraan senam, serta Clodia Calosa dan Fritz Danica, yang keduanya adalah penari sekaligus pelatih ballet yang juga pernah mempelajari berbagai tarian. Clodia Calosa sendiri memiliki Cicilia Ballet School yang sejak tahun 2010 didirikan bersama teman-temannya.

Lagu Salah Apa Aku dipilih panitia untuk mengiringi lomba dance ini. Karena sudah begitu akrabnya lagu itu di telinga, ketika kompetisi berlangsung, perhatian orang mudah sekali tersedot ke sana.

Penonton yang sudah masuk arena lomba hampir pasti tidak akan beranjak sebelum kompetisi yang mampu menggoyang tenda bawah ini berhenti.
Lenggak-lenggok peserta senam dengan iringan lagu yang kadang mengentak-entak keras itu membuat banyak penonton bergerak-gerak seturut irama lagu sambil memberi cuitan-cuitan dukungan atau sekadar menambah riuh suasana.

Penghujung lomba ini ditutup dengan flashmob yang diikuti oleh seluruh peserta dan penonton yang hadir. Tidak ketinggalan Romo Lamma juga ikut berjoget bersama para peserta dan penonton. Raut kegembiraan tergambar dalam muka mereka semua.
Dari hasil penilaian dewan juri, lomba dimenangkan oleh Davi Dancer sebagai juara 1, Mom Cer juara 2, dan Simeon-Hanna juara 3.

Hasil itu diumumkan dalam Malam Pentas Seni Budaya malam harinya di tempat yang sama. Suatu hasil yang tidak begitu meleset jauh dari dugaan bisik-bisik penonton sejak awal.
Teks: Elsa Margaretha, Arum Pranastuti/ Foto-foto: Walter Arya, Carolus Wahyuntoro Aji