Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengungkapkan bahwa Gereja Santa Bernadet ingin menjadi sahabat dan berkat bagi siapapun. Karena itu ia mengapresiasi para tamu dan hadirin lainnya pada Malam Seni Budaya 30 tahun Gereja Bernadet, Sabtu, 15 Februari, di tenda bawah.

“Saya berdiri di sini untuk mengapresiasi seluruh undangan dan warga RT RW,” kata Romo Lamma ketika memberikan sambutannya.
Sebelumnya Romo Lamma sedikit menjelaskan latar belakang kenapa paroki ini mengambil nama pelindung Santa Bernadet.

“Santa Bernadet seorang gadis belia yang sederhana, mendapat pengalaman iman berbicara dengan Bunda Maria, kemudian menyerahkan diri kepada Allah. Gereja ini mengambil pelindung Santa Bernadet karena ingin meneladani kesederhanaan dan ketekunannya untuk mengarahkan diri kepada Allah,” kata Romo Lamma.

“Maka di usia 30 tahun ini semoga kehadiran Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet dapat menjadi sahabat dan berkat bagi siapapun. Tentu kami juga mohon maaf tentang satu dua hal seperti disampaikan ketua panitia (sambutan Pak Rikkie, red). Terima kasih kepada panitia yang sudah mempersiapkan acara kita malam ini,” katanya lagi.
Sementara itu dalam sambutannya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) KH Amin Munawar menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Gereja Bernadet. “Semoga dalam perjuangan sesuai keyakinan, kita bisa melakukan kewajiban kita sesuai keyakinan masing-masing,” katanya.

KH Amin Munawar mendapat tepuk tangan ketika menegaskan bahwa kita ingin membangun kebersamaan dalam perbedaan. Dia katakan, sekarang penduduk Indonesia 275 juta, sambil kemudian melantunkan syair lagu ciptaan Rhoma Irama.
Dua ratus tujuh puluh lima juta penduduk Indonesia/ Terdiri dari banyak suku-bangsa Itulah Indonesia/ Ada Sunda, ada Jawa/ Aceh, Padang, Batak/ Dan banyak lagi yang lainnya… Lantunan lagu oleh Ketua FKUB itu membuat hadirin tersenyum-senyum senang.
“Jadi jangan saling menghina,” katanya.

Pesan kebangsaan malam itu sudah mulai terasa sejak dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan seakan mendapat pembenarannya pada semua hadirin, bukan hanya dari lembaga eksekutif dan legislatif tetapi juga warga lain dengan beragam latar belakang suku dan agamanya. Catatan dari 4 buku tamu menunjukkan, sedikitnya 707 orang yang datang pada kemeriahan malam itu.
Pesan kebangsaan itu juga jelas pada hiburan Parodi Lenong “Kampung Pancasila” dengan warga dari berbagai suku/etnis yang harus saling menghormati, bukannya menonjolkan diri berdasarkan suku/etnisnya saja.

Selain itu, lenong dengan pemain gabungan umat Bernadet dan warga sekitar itu juga menunjukkan keinginan adanya kebersamaan warga Gereja dengan warga sekitar. Itu tampak juga pada pemberian kesempatan pertunjukan silat oleh Karang Taruna serta diberikannya ruang jualan bagi warga sekitar.
Malam itu Pastor Paroki, Ketua Panitia HUT, dan Wakil Ketua DPH memotong kue HUT Gereja yang kemudian membagi-bagikannya kepada para tamu undangan yang beragam latar belakangnya.

Romo Lamma dan Ketua FKUB KH Amin Munawar didaulat untuk memberikan santunan secara simbolis kepada 100 anak yatim dari Sudimara-Pinang. Salah seorang suster tampak akrab duduk di lantai bersama-sama anak-anak yatim itu.
Malam itu juga diumumkan para juara Lomba Dekorasi Altar dan Lomba Senam yang berlangsung sore harinya.

Ditemui secara terpisah sebelum acara, Ketua Panitia HUT Pak Rikkie Yulianto mengaku sempat khawatir dengan kepanitiaan yang walaupun sudah dibentuk sejak tahun 2019 itu tapi, karena banyaknya kegiatan, menjadi agak tersendat.

“Namun teman-teman semua dari latar belakang yang berbeda dapat memposisikan diri dan memberi ide supaya acara ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” katanya. Dan ide itu pun terwujud malam itu.
Kecuali dimeriahkan oleh Citras Band dan Akustik Band OMK, acara tersebut juga dibanjiri door prize dan 4 grand door prize seperti kulkas, blender, dan tv.
Acara yang dimulai pukul 20.00 tersebut ditutup pukul 23.30 dengan lantunan bersama lagu Kemesraan.
Teks: Livita Wahab, Gabriela Laraswati, Elsa Margaretha/ Foto-foto: Walter Arya, Hari Kristanto