Atas nama Pastor Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM, mengucapkan terima kasih atas kerelaan umat, bapak-ibu, yang mempersiapkan pesta ulang tahun ke-30 Gereja Santa Bernadet.

“Terima kasih terlebih kepada umat yang memberi perhatian pada persiapan-persiapan ulang tahun gereja yang ke-30 ini dan Romo lihat begitu antusias dengan dedikasi yang tinggi. Di tengah kesibukan keluarga dan bekerja, sampai malam masih memberi perhatian untuk persiapan ini,” kata Romo Lamma menjelang doa tengah malam di Gereja Pinang, Jumat kemarin.

Menurut Romo Lamma, semua itu merupakan sebuah tanggung jawab, kesadaran bahwa ini paroki kita, tanggung jawab bersama. “Dan ini contoh atau teladan yang baik. Mudah-mudahan terus dipertahankan. Dan juga semoga wilayah-wilayah lain semakin merasa memiliki supaya persiapannya bisa melibatkan semua,” katanya lagi.

Namun Romo Lamma juga berpesan agar semuanya tetap menjaga kesehatan, karena kerja lembur. ”Pagi bekerja, dan mengurus gereja ini bisanya malam. Berangkat dari subuh, itu tetap harus jaga kesehatan,” pesannya.
Diminta kesannya secara umum, Romo Lamma melihat dekorasi (yang digarap wilayah Loyola) itu sangat kreatif serta mewujudkan secara nyata bagaimana Gereja hadir dengan penuh kreativitas dan bernuansa daerah sekitar. “Ini kan Betawi, maka dekorasina juga dominan Betawi, ya,” ujarnya.

Kata Romo Lamma, tema untuk tahun ini juga melibatkan warga luar, yaitu bagaimana Gereja kita hadir dan membawa manfaat bagi warga sekitar dan itulah yang akan dibuat dengan adanya semacam pentas seni budaya Betawi yang menampilkan Parodi Lenong Betawi malam ini.
Tentang gambar-gambar kegiatan yang dipersiapkan Seksi Komsos, Romo Lamma menilainya membuat pesta semakin semarak.

"Perjuangan kelihatan dalam gambar supaya umat melihat bahwa paroki kita ini sudah bergerak begitu banyak, perjuangan juga sudah begitu panjang, dan seperti terlihat dalam gambar-gambar itu ada kegiatan sosial-kemasyarakatan, tentu juga kegiatan kerohanian. Itu yang kita tekankan dan kita buat di tempat ini, jadi kita lakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan,” jelasnya.

Romo Lamma sebenarnya setiap malam datang ke Pinang, sehingga tahu bagaimana perkembangan persiapan yang sudah dilakukan. “Cuma Romo juga suka ngintip dari CCTV lewat HP dari pastoran Bharata,” katanya sambil tersenyum.
Teks: ps/ Foto-foto: Bambang Gunadi, Jassen Novaris, ps