Dekorasi HUT ke-30 Gereja Santa Bernadet baik di lantai atas maupun lantai bawah makin jelas sosoknya Kamis menjelang tengah malam kemarin. Budaya Betawi yang ingin ditampilkan agar dapat mengambil filosofi hidupnya makin jelas dari dekorasi lengkap dengan pernik-pernik khasnya. Misalnya bunga kelapa dari kertas yang tidak hanya melambangkan kemakmuran tapi juga warna-warni kehidupan.

Di bawah komandan Korwil Tommy Pratomo, Wilayah Ignatius Loyola sampai menjelang tengah malam kemarin tetap mengerahkan warganya untuk "mengebut" dekorasi yang harus siap besok. Hari ini direncanakan mereka masih harus menuntaskan sisa-sisa pekerjaan.

Sementara itu Seksi Komsos sekitar pukul 23.00 kemarin mulai memasang backdrop di sisi-sisi luar tenda lantai bawah. Seksi Komsos yang dikomandani Pak Bambang Gunadi tidak membuat kronologi atau urutan waktu peristiwa-peristiwa historis selama 30 tahun perjalanan Gereja Bernadet.

Walaupun kronologi kejadian penting untuk menyusun atau mengkonstruksi ulang sejarah agar bisa mengurangi kerancuan, Komsos menempuh cara lain dalam melihat sejarah dengan mengedepankan peristiwa-peristiwa penting, atau semacam highlights peristiwa, hasil seleksi bersama tim Komsos beberapa minggu terakhir.

Gambar-gambar tersebut diseleksi dari properti dokumentasi visual digital yang dimiliki Komsos dan merupakan hasil karya banyak pihak. Gambar-gambar tersebut ditampilkan pada backdrop di sisi-sisi tenda bawah dengan harapan tidak hanya bisa mengingatkan peristiwa masa lalu tetapi juga menjadi bahan renungan bagi yang melihatnya.

Misalnya dalam backdrop bertajuk Karya Kasih Keselamatan Allah untuk Semua Orang, ada foto ketika Romo Noel memegang salib sementara Romo Paulus mencium salib itu. Mungkin, event Jumat Agung itu bisa mengingatkan umat akan sosok Romo Noel. Dia yang asli Filipina rela meninggalkan kampung halamannya, menjadi seorang misionaris religius untuk mewartakan kasih keselamatan Allah kepada umat Katolik di Indonesia, termasuk Paroki Ciledug yang dicintainya.

Pada backdrop lain bertajuk Peziarahan Umat Santa Bernadet Menuju "Tanah Terjanji”, ada foto besar yang menggambarkan umat Bernadet mengikuti misa di ruang terbuka (sekarang lantai atas). Tentu masih segar dalam ingatan banyak di antara kita, apa yang terjadi saat-saat itu: Penolakan! Barangkali gambar tersebut bisa menjadi titik permenungan apa artinya menjadi pengikut Kristus.
Ada gambar ketika Bapak Uskup Ignatius Kardinal Suharyo melayani anak berkarunia khusus dengan membungkuk. Ada pula gambar suatu hari Kamis Putih ketika Romo Lamma mencium kaki umat yang menjadi rasul.

Komsos hanya menawarkan materi visual permenungan dengan peristiwa-peristiwa yang tertangkap kamera dan disajikan dalam backdrop. Anda bebas membuat permenungan sesuai dengan latar belakang dan pengalaman hidup Anda sendiri sebagai umat Paroki Ciledug.
Selamat menyongsong perayaan 30 tahun Gereja Santa Bernadet.
Teks: ps/ Foto-foto: Jassen Novaris