Selasa 11 Februari 2020, jam 09.00, Pastor Lamma memimpin Misa Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) di Gereja Pinang, yang dihadiri oleh sekitar 200 orang, baik yang sakit maupun yang sehat, termasuk Komunitas Simeon-Hanna yang bertugas Koor, dan Tata Laksana oleh Komunitas Legio Maria.

Hari Orang Sakit Sedunia (HOSS) dicanangkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada tanggal 13 Mei 1992 setelah beliau didiagnosa menderita penyakit Parkinson. Misa HOSS perdana diselenggarakan pada tanggal 11 Februari 1993, bersamaan dengan pesta penampakan Bunda Maria di Lourdes sebagai “hari khusus untuk doa dan berbagi, untuk mempersembahkan penderitaan kita”. Hari ini dipilih juga untuk mengikutsertakan Bunda Maria dalam permohonan akan kesembuhan.

Dalam homilinya Pastor Lamma menekankan bahwa makna HOSS adalah bahwa manusia mempersembahkan hidupnya dan ketidakberdayaannya kepada Tuhan dan mengalami kesembuhan iman. Jadi meskipun secara fisik mereka masih mengalami sakit, namun secara iman, mereka telah mengalami kesembuhan batin.


Banyak orang yang tidak bisa menerima, menolak, bahkan komplain kepada Tuhan bila mereka mengalami sakit. Mereka inilah yang secara fisik dan iman mengalami sakit dan perlu cepat menyadarinya sehingga mereka bisa disembuhkan secara iman.

Banyak orang sehat yang bisa berbuat kebaikan, namun tidak melakukannya. Orang sakit justru bisa melakukan kebaikan karena imannya, dan kita harus belajar dari mereka ini.

Sebelum berkat diberikan, semua umat yang merasa dirinya sakit berbaris untuk menerima minyak urapan untuk orang sakit dari Pastor Lamma.
Selain di Gereja Bernadet, Misa ini diselenggarakan juga di banyak Paroki dan RS Katolik di KAJ dan juga di Keuskupan lain.


Teks & Foto: Selamat Sunarjo