DEKORASI ALTAR RAMAH LINGKUNGAN, MANA DEKORASI FAVORTIMU?

5 Februari 2020
  • Bagikan ke:
DEKORASI ALTAR RAMAH LINGKUNGAN, MANA DEKORASI FAVORTIMU?

Bersamaan dengan perayaan Imlek tahun 2020 ini, berakhir juga rangkaian kegiatan Lomba Dekorasi Altar Ramah Lingkungan yang diadakan oleh Sub Seksi Lingkungan Hidup, Seksi Keadilan Perdamaian (SKP) Paroki Santa Bernadet, Ciledug. Wilayah terkahir yang bertugas menata Gereja kita kali ini adalah wilayah Yohanes. Setelah sempat tertunda-tunda beberapa kali, akhirnya sampai juga giliran wilayah ini beraksi.

Setelah seluruh wilayah menjalankan tugasnya dengan penuh suka cita dan keceriaan, lomba akan memasuki proses penjurian. Masa penjurian akan terbagi menjadi dua bagian. Pertama adalah penjurian untuk pemilihan juara I, II, dan III. Kedua, adalah pemilihan juara favorit. Penjurian pertama dilakukan oleh tiga orang juri yaitu Rm. Lamma Sihombing, CICM selaku Pastor Paroki Santa Bernadet; Ibu Paula Ruliyati Puji Lestari sebagai perwakilan penggiat gerakan peduli lingkungan hidup; dan Ibu Lucia Mona Hartari sebagai perwakilan dari Komisi Keadilan Perdamaian Keuskupan Agung Jakarta (KKP KAJ). Sementara penjurian kedua untuk pemilihan juara favorit dilakukan oleh seluruh umat melalui sosial media paroki. Juara lomba favorit adalah mereka yang mendapatkan likes atau love terbanyak.

Persiapan salah satu peserta lomba.

Masa penjurian ini dilakukan antara tanggal 1 – 5 Februari 2020. Hasil lomba ini akan diumumkan bersamaan dengan Perayaan HUT Paroki Santa Bernadet pada 15-16 Februari 2020. Maka umat dapat berpartisipasi untuk ikut menilai hasil dekorasi dari masing-masing wilayah dan mendukungnya lewat sosial media Instagram @santabernadet. 

Kriteria Penilaian

Sesuai dengan tema-nya, maka dekorasi ramah linkgungan bukan hanya melihat sisi estetika semata. Selain estetika, nilai-nilai ramah lingkungan yang tercermin dari dekorasi menjadi nilai utama yang akan diperhatikan. Selain itu, tema dan proses dekorasi juga menjadi hal yang dipertimbangkan dalam penilaian.

Salah satu dekorasi peserta lomba.

Dekorasi seperti apa sih yang dikatakan ramah lingkungan? Berikut ini beberapa kriteria dekorasi yang termasuk ramah lingkungan:

  • Menggunakan tanaman hidup (dalam pot). Tujuannya adalah meminimalisir sampah yang dihasilkan seusai dekorasi dan pot-pot tanaman tersebut dapat digunakan kembali. Kalau pun menggunakan bunga, usahakan bunga yang ada di dalam pot dan bisa digunakan kembali.
  • Meminimalisir penggunaan bunga potong. Bukankah bunga itu alami? Ya, tetapi penggunaan bunga potong, selain menimbulkan sampah setelah dekorasi selesai digunakan, bunga potong juga memiliki jejak karbon yang cukup tinggi. Kebanyakan bunga potong tidak dipetik atau ditanam di area yang dekat dengan Gereja. Tetapi harus dibawa dari lokasi yang cukup jauh untuk kemudian digunakan beberapa saat dan kemudian dibuang.
  • Memanfaatkan bahan-bahan daur ulang untuk membuat hiasan bunga, ataupun pot, atau pohon (misal: pohon natal dari gelas plastik bekas).
  • Meminimalisir penggunaan bahan-bahan baru sekali pakai, misalnya styrofoam, karton, kertas, plastik, yang kemudian akan menimbulkan sampah setelah dekorasi selesai digunakan.
  • Memastikan bahwa setelah dekorasi selesai, sebisa mungkin tidak menimbulkan timbunan sampah baru. Atau setidak-tidaknya meminimalisir jumlah sampah usai dekorasi selesai digunakan.

Meskipun lomba dekorasi altar ini sudah selesai, tetapi untuk selanjutnya kita tetap dapat mengadopsi prinsip-prinsip ini pada saat mendekorasi Gereja atau kegiatan lain. Semoga Gereja kita miski beratap tenda Altar tempat merayakan Misa Kudus tampak indah dan agung.

Teks : Sakura Pringgohardjoso ( Sie Keadilan dan Perdamaian)

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna