Fokus Tahun Keadilan Dekenat Tangerang 1: Gizi Balita dan Ibu Hamil

30 Januari 2020
  • Bagikan ke:
Fokus Tahun Keadilan Dekenat Tangerang 1: Gizi Balita dan Ibu Hamil
Romo Warno dan Romo Lamma pimpin Misa Tahun Keadilan 2020.

Romo Stefanus Suwarno OSC yang adalah Romo Dekenat Tangerang 1 mempersembahkan Misa bersama Romo Lamma Sihombing CICM, Pastor Paroki Ciledug, untuk menandai dimulainya gerakan Tahun Keadilan Sosial  2020 Dekenat Tangerang 1, Minggu, 12 Januari 2020.

Celengan Raksasa Yesus Tunawisma

Celengan Tahun Keadilan Sosial 2020: Yesus Tunawisma..

Dalam penjelasannya Romo Warno, panggilan akrab Pastor Moderator Dekenat 1 Tangerang itu, mengungkapkan bahwa fokus gerakan yang telah dipilih dan disepakati tingkat Dekenat Tangerang 1 adalah “peningkatan gizi balita dan ibu hamil”.

“Jadi ini harus dilakukan di seluruh paroki-paroki di Dekenat Tangerang 1. Selain itu paroki-paroki juga disarankan untuk menambahkan gerakan-gerakan nyata lainnya yang selaras dengan tema tahun keadilan sosial ini,” harapnya dalam misa yang diselenggarakan di Gereja Santa Bernadet Ciledug itu.

Salah satu adegan drama Tahun Keadilan

Salah satu adegan visualisasi Yesus Tunawisma.

Sebelumnya dalam kata pembuka, Romo Warno mengatakan, gerakan Tahun Keadilan sosial sesuai dengan Arah Dasar (ArDas) KAJ 2016-2020, yakni bahwa tahun ini kita sampai pada pengamalan Pancasila sila yang ke-5, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Tema yang yang diangkat KAJ dalam Pastoral Evangelisasi tahun 2020 adalah “Amalkan Pancasila kita adil bangsa sejahtera”.

Pesan dr Taty

Yang menggembirakan pagi itu adalah hadirnya dr O.U. Taty Damayanty dari Puskesmas Kunciran, tidak jauh dari Gereja Bernadet. Dokter Taty, sapaan akrabnya, menjelaskan pentingnya kecukupan gizi bagi ibu hamil karena ini akan berpengaruh pada kesehatan bayi dalam kandungan dan ibu itu sendiri.

Dokter Tuty dan Ketua PSE Ibu Cicil

Dokter Taty dan Ketua Sie PSE Ibu Cicil.

“Yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.  Pastikan juga makanan yang dikonsumsi sehat dan memiliki kandungan gizi yang seimbang sehingga bermanfaat mendukung kehamilan,” jelas dr Taty.

Dr Tuty dan Wakil Ketua DPH Bp Aritasius Sugiya

Dokter Taty dan Wakil Ketua DPH Pak Ari Sugiya.

Sedangkan untuk balita perhatikan, seribu hari pertama kehidupan menjadi kunci pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Stunting, imbuhnya, bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak tetapi juga kecerdasannya.

Sejak anak dalam kandungan sampai dengan usia 2 tahun inilah masa emas pertumbuhan otak. Setelah 2 tahun badan masih bisa  bertumbuh pesat namun perkembangan otak melambat. Pemerintah sudah memberi  perhatian lewat Pos Yandu Balita, maka rajin-rajinlah orangtua yang memiliki anak balita hadir di Pos Yandu.

carol3

Romo Warno dan Romo Lamma canangkan Tahun Keadilan Sosial.

Yang tak kalah pentingnya adalah pemberian ASI eksklusif. Yakni  pemberian air susu ibu murni tanpa tambahan susu formula sampai usia anak 6 bulan. Kegagalan pemberian ASI eksklusif  seringkali terjadi karena jumlah ASI yang tidak mencukupi. Nah di sini peran suami sangat penting, karena berdasarkan penelitian suami yang perhatian dan penuh kasih sayang  akan mempengaruhi jumlah air susu ibu.

carol4

Romo Warno, tamu dari KAJ, dan tuan rumah dari Paroki Ciledug.

Hadir pula dalam misa ini perwakilan Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial tingkat KAJ, yakni Bp Yanto, Bp Erwin Susilo, dan Ibu Tere. Sedangkan dari Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial Dekenat Tangerang 1 kebetulan Ibu Cicilia Fatmawati Ketua PSE Paroki Ciledug yang menjadi tuan rumah. Hadir pula beberapa perwakilan dari paroki-paroki di Dekenat Tangerang 1.

Tamu-tamu dari Paroki lain dan Keuskupan

Pak Trïsno Kambali dan Tamu dari KAJ.

Yesus Tunawisma

Untuk membangun suasana dan memberi gambaran dan inspirasi tahun keadilan sosial,  Sie Komsos bekerjasama dengan OMK menampilkan visualisasi  Yesus Tunawisma.

carol2_1

Patung Yesus Tunawisma.

Ada lima adegan yang ditampilkan di sepanjang jalan yang dilewati Romo dan Panitia Penggerak sebelum menuju ke panggung utama. Dimulai dari orang yang lapar dan haus, orang yang tidak punya pakaian, tunawisma, orang sakit, dan orang  dipenjara. “Duh kok hanya segitu aja ya padahal bagus,” celetuk umat yang mengikuti setiap adegan lewat layar monitor yang disediakan.

Romo Warno dan Romo Lamma foto bersama tamu dan umat

Pastor Deken, Pastor Paroki, panitia, dan tamu dari KAJ.

Gereja hadir

Dalam acara ramah tamah setelah misa, Romo Warno menjelaskan kenapa Dekenat Tangerang  memilih memberi perhatian gizi balita dan ibu hamil. Hal ini sesuai dengan pengamatan bersama bahwa umat  Katholik di Dekenat Tangerang 1 itu banyak yang bekerja di industri atau pabrik dan tinggal di rumah rumah kontrakan. Karena diharapkan Gereja hadir bagi mereka yang lemah, kecil, miskin, tersingkir, dan defabel.

Para peserta drama

Pemeran visualisasi Yesus Tunawisma, panitia, dan tamu KAJ.

Dokter Taty memberi tanggapan yang positif atas kegiatan yang dilakukan oleh gereja ini. “Saya merasa senang dan bersyukur diundang dan bisa hadir dalam acara ini. Gerakan yang dilakukan gereja ini sejalan dengan tugas dokter di Puskesmas yang ditugasi untuk memberi perhatian kesehatan masyarakat sekitar,” katanya.

Anggota DPH Bp Benjamin Girsang dan Ibu Cicil

Pak Benjamin Girsang (DPH) dan Bu Cicil (Ketua Sie PSE).

Bapak Aritasius Sugiyo dari Dewan Paroki Harian mewakili Romo Lamma yang harus memimpin Misa requiem di waktu yang bersamaan, mengucapkan terima kasih kepada dr Taty dan tamu dari Keuskupan dan Dekenat. “Mohon dukungannya semoga aneka kegiatan yang telah dirancang di Paroki ini juga dapat berjalan dengan baik dan sejalan dengan program Keuskupan Agung Jakarta dan Dekenat Tangerang 1,” katanya.

(Bambang Gunadi/ Foto-foto: Walter Arya, Carolus Wahyuntoro Aji/ Video: Jassen Novaris)/KOMSOS

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna