Romo Stefanus Suwarno OSC yang adalah Romo Dekenat Tangerang 1 mempersembahkan Misa bersama Romo Lamma Sihombing CICM, Pastor Paroki Ciledug, untuk menandai dimulainya gerakan Tahun Keadilan Sosial 2020 Dekenat Tangerang 1, Minggu, 12 Januari 2020.

Dalam penjelasannya Romo Warno, panggilan akrab Pastor Moderator Dekenat 1 Tangerang itu, mengungkapkan bahwa fokus gerakan yang telah dipilih dan disepakati tingkat Dekenat Tangerang 1 adalah “peningkatan gizi balita dan ibu hamil”.
“Jadi ini harus dilakukan di seluruh paroki-paroki di Dekenat Tangerang 1. Selain itu paroki-paroki juga disarankan untuk menambahkan gerakan-gerakan nyata lainnya yang selaras dengan tema tahun keadilan sosial ini,” harapnya dalam misa yang diselenggarakan di Gereja Santa Bernadet Ciledug itu.

Sebelumnya dalam kata pembuka, Romo Warno mengatakan, gerakan Tahun Keadilan sosial sesuai dengan Arah Dasar (ArDas) KAJ 2016-2020, yakni bahwa tahun ini kita sampai pada pengamalan Pancasila sila yang ke-5, “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.
Tema yang yang diangkat KAJ dalam Pastoral Evangelisasi tahun 2020 adalah “Amalkan Pancasila kita adil bangsa sejahtera”.
Yang menggembirakan pagi itu adalah hadirnya dr O.U. Taty Damayanty dari Puskesmas Kunciran, tidak jauh dari Gereja Bernadet. Dokter Taty, sapaan akrabnya, menjelaskan pentingnya kecukupan gizi bagi ibu hamil karena ini akan berpengaruh pada kesehatan bayi dalam kandungan dan ibu itu sendiri.

“Yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi. Pastikan juga makanan yang dikonsumsi sehat dan memiliki kandungan gizi yang seimbang sehingga bermanfaat mendukung kehamilan,” jelas dr Taty.

Sedangkan untuk balita perhatikan, seribu hari pertama kehidupan menjadi kunci pemenuhan gizi anak untuk mencegah stunting. Stunting, imbuhnya, bukan hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak tetapi juga kecerdasannya.
Sejak anak dalam kandungan sampai dengan usia 2 tahun inilah masa emas pertumbuhan otak. Setelah 2 tahun badan masih bisa bertumbuh pesat namun perkembangan otak melambat. Pemerintah sudah memberi perhatian lewat Pos Yandu Balita, maka rajin-rajinlah orangtua yang memiliki anak balita hadir di Pos Yandu.

Yang tak kalah pentingnya adalah pemberian ASI eksklusif. Yakni pemberian air susu ibu murni tanpa tambahan susu formula sampai usia anak 6 bulan. Kegagalan pemberian ASI eksklusif seringkali terjadi karena jumlah ASI yang tidak mencukupi. Nah di sini peran suami sangat penting, karena berdasarkan penelitian suami yang perhatian dan penuh kasih sayang akan mempengaruhi jumlah air susu ibu.

Hadir pula dalam misa ini perwakilan Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial tingkat KAJ, yakni Bp Yanto, Bp Erwin Susilo, dan Ibu Tere. Sedangkan dari Panitia Penggerak Tahun Keadilan Sosial Dekenat Tangerang 1 kebetulan Ibu Cicilia Fatmawati Ketua PSE Paroki Ciledug yang menjadi tuan rumah. Hadir pula beberapa perwakilan dari paroki-paroki di Dekenat Tangerang 1.

Untuk membangun suasana dan memberi gambaran dan inspirasi tahun keadilan sosial, Sie Komsos bekerjasama dengan OMK menampilkan visualisasi Yesus Tunawisma.

Ada lima adegan yang ditampilkan di sepanjang jalan yang dilewati Romo dan Panitia Penggerak sebelum menuju ke panggung utama. Dimulai dari orang yang lapar dan haus, orang yang tidak punya pakaian, tunawisma, orang sakit, dan orang dipenjara. “Duh kok hanya segitu aja ya padahal bagus,” celetuk umat yang mengikuti setiap adegan lewat layar monitor yang disediakan.

Dalam acara ramah tamah setelah misa, Romo Warno menjelaskan kenapa Dekenat Tangerang memilih memberi perhatian gizi balita dan ibu hamil. Hal ini sesuai dengan pengamatan bersama bahwa umat Katholik di Dekenat Tangerang 1 itu banyak yang bekerja di industri atau pabrik dan tinggal di rumah rumah kontrakan. Karena diharapkan Gereja hadir bagi mereka yang lemah, kecil, miskin, tersingkir, dan defabel.

Dokter Taty memberi tanggapan yang positif atas kegiatan yang dilakukan oleh gereja ini. “Saya merasa senang dan bersyukur diundang dan bisa hadir dalam acara ini. Gerakan yang dilakukan gereja ini sejalan dengan tugas dokter di Puskesmas yang ditugasi untuk memberi perhatian kesehatan masyarakat sekitar,” katanya.

Bapak Aritasius Sugiyo dari Dewan Paroki Harian mewakili Romo Lamma yang harus memimpin Misa requiem di waktu yang bersamaan, mengucapkan terima kasih kepada dr Taty dan tamu dari Keuskupan dan Dekenat. “Mohon dukungannya semoga aneka kegiatan yang telah dirancang di Paroki ini juga dapat berjalan dengan baik dan sejalan dengan program Keuskupan Agung Jakarta dan Dekenat Tangerang 1,” katanya.
(Bambang Gunadi/ Foto-foto: Walter Arya, Carolus Wahyuntoro Aji/ Video: Jassen Novaris)/KOMSOS