Romo Lammarudut Sihombing CICM, didampingi Frater Steven CICM, memimpin misa penerimaan Sakramen Baptis dan Komuni Pertama kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang diadakan oleh guru-guru SKh Sang Timur dan SLB Tri Asih, Jumat, 24 Januari 2020, di Gereja Santa Bernadet Pinang.
Menurut pihak panitia, jumlah penerima Sakramen Baptis 6 orang dan Penerima Komuni Pertama 34 orang. Mereka berasal dari SKh Sang Timur, SLB Tri Asih, Sekolah Spectrum Bintaro (2 orang), Gereja St Bernadet, Gereja MKK (1), Gereja Laurensius (1), dan Gereja Maria Benteng Gading, Serpong (1).



Anak-anak itu datang dengan diantar oleh para guru dan staf sekolah masing-masing serta didampingi orangtua dan pendamping lainnya. Mereka sudah berada di Gereja Pinang sekitar satu jam sebelum misa dimulai, mengenakan gaun putih untuk perempuan dan setelan putih hitam untuk laki-laki, serta aksesori lainnya.



Injil yang dibacakan hari itu adalah Mat 14:13-21 tentang “Yesus memberi makan lima ribu orang”. Dikisahkan, para murid meminta Yesus agar menyuruh orang-orang yang mengikuti Dia untuk pergi ke desa-desa supaya bisa membeli makanan. Tetapi Yesus menjawab, “Tidak perlu mereka pergi. Kamu harus memberi mereka makan.”

Dalam homilinya Romo Lamma mengajak umat untuk memusatkan perenungan pada sabda Yesus, “Kamu harus memberi mereka makan”. Kata-kata itu pertama-tama dimaknai sebagai ajakan agar orangtua anak-anak berkebutuhan khusus tidak mengabaikan melainkan memperhatikan serta mencukupi berbagai kebutuhan anak-anak itu.

Kedua, tidak ada alasan menolak anak-anak berkebutuhan khusus itu untuk dibaptis menjadi anggota Gereja dan menerima Sakramen Maha Kudus seperti yang lain. Sabda Yesus “Kamu harus memberi mereka makan” merupakan pertanda bahwa Roh Tuhan menyertai kita. “Roh Tuhan tidak bisa dibendung. Artinya Tuhan mengasihi setiap orang. Anak-anak berkebutuhan khusus punyak hak yang sama untuk mengikuti Perjamuan Tuhan. Semoga anak-anak semakin mengalami kasih Tuhan,” kata Romo Lamma menutup renungannya.

Misa penerimaan Sakramen Baptis dan Sakramen Ekaristi kemarin juga dihadiri oleh Ketua Seksi Liturgi Paroki Ciledug Bp Y Sunaryo dan anggota DPH Bp GM Budi Suryanto yang masing-masing menyampaikan ucapan terima kasih menjelang berkat penutup atas terselenggaranya upacara tersebut.

Ibu Angela Tatiana Widyawati yang akrab disapa Bu Angel, ketua panitia, mengatakan bahwa upacara liturgi di Pinang tersebut merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan sejak 2014 yang kala itu menumpang di Gereja MKK dengan pembimbing Romo Paulus Dalu Lubur, CICM, dan Romo Gunawan O.Carm. Kemudian misa Sakramen Krisma dipimpin oleh Uskup KAJ, Mgr I Suharyo dengan konselebran Romo Paulus dan Romo Gunawan.

Keinginan untuk mengadakan upacara penerimaan Sakramen Inisiasi (Baptis, Ekaristi, Krisma) setiap 3 tahun terhadang berbagai kendala, antara lain bujet yang harus ditanggung orangtua dan agenda besar sekolah, sehingga tertunda.

Menurut Bu Angel, baru akhir bulan Juni 2019 dicapai kesepakatan untuk menyelenggarakan penerimaan Sakramen Inisiasi yang berlangsung tahun 2020 ini. Lewat dukungan dari Pastor Paroki Ciledug, Seksi Liturgi, Seksi Katekese, Sekretariat dan pihak Gereja, panitia mendapatkan banyak kemudahan.
Penerimaan Sakramen Krisma untuk anak-anak berkebutuhan khusus itu akan berlangsung Rabu, 5 Februari 2020, oleh Uskup Agung KAJ Ignatius Kardinal Suharyo didampingi Romo Lamma.


"Satu keinginan kami, yakni menghantar anak-anak berkarunia khusus ini untuk semakin mendapat tanda kehadiran Allah dalam kehidupan mereka melalui Sakramen Baptis, Sakramen Ekaristi, dan Sakramen Krisma. Semoga dengan menerimanya, hidup mereka semakin dilingkupi kasih dan berkat dari Tuhan, selalu hidup penuh damai sejahtera," harap Ibu Angel, yang juga guru SKh Sang Timur ini, menutup penjelasannya.
Teks: ps/ Foto-foto: Walter Arya/KOMSOS