Tahun baru untuk sebagian orang mungkin diisi dengan berlibur atau jalan jalan . Namun tidak demikian untuk Tim PSE Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet bersama para relawan yang siap sedia bergabung untuk membantu saudara saudari kita yang terdampak banjir.

Susah payah mengirim logistik ke lantai 2.
Ketua PSE St.Bernadet Ibu Cecilia Fatmawati yang menjadi pemegang pusat komando untuk penanganan cepat tanggap musibah banjir yang menimpa sebagian besar Wilayah Paroki Ciledug ini. Hal ini sesuai dengan arahan Dewan Pengurus Harian bahwa untuk penanganan keadaan darurat ini harus satu komando dan segala hal hanya melalui satu pintu. Maka dalam hal ini lah pusat komando ada di Ibu Cicil sebagai ketua tim tanggap darurat ini.

Menembus daerah terdampak banjir supaya bantuan bisa diterima bagi korban banjir.
Hal pertama yang dilakukan Ibu Cicil adalah memberikan informasi bahwa mulai hari ini 2 Januari 2020, Posko PSE St.Bernadet akan menyiapkan makan siang dan makan malam untuk para korban banjir. Maka para koordinator Wilayah dan Pengurus Lingkungan untuk mendata warganya yang membutuhkan dan mengambil ke Posko.

Sumbangan sembako dari Gereja Santa Helena, Karawaci, Tangerang.
Puji Tuhan, dalam 2 hari ini kami bisa mendistribusikan sekitar 5.000 an paket nasi bungkus untuk para korban banjir yang membutuhkan . Hal ini diungkapkan Bu Cicil pada hari Jumat 3 Januari 2020 sekitar jam 21.00 di Posko PSE Pinang. Di malam itu, tinggal menunggu dari Wilayah Hubertus yang akan mengambil 50 paket untuk makan malam semoga lekas datang karena jalurnya sulit tambah Bu Cicil.
Nasi bungkus tersebut berasal dari 3 dapur sementara yang ada di Pinang sekitar Gereja , Balai Metro Permata dan Sekolah St.Anggelina Pondok Lestari. Beruntung ke tiga tempat ini sungguh strategis menjangkau para korban banjir yang membutuhkan makanan. Karena akses jalan banyak yang terputus karena banjir , Wilayah Loyola misalnya tidak bisa ke dapur Pondok Lestari bisanya ke Pinang , Wilayah Teresia sebaliknya tidak akan bisa ke Pinang, hanya bisa ke Pondok Lestari atau ke Balai Metro ungkap Bu Cicil.
Selain ketiga dapur ini kami juga mendapat bantuan nasi bungkus dan minuman dari Wilayah Yohanes , FX , Petrus dan mungkin ada yang lain yang saya belum cek datanya . Yang menggembirakan juga perhatian dan sumbangan dari paroki tetangga seperti Paroki Alam Sutera Gereja St.Lorensius , Paroki Curug Gereja St.Helena , dan WKRI Paroki Vila Melati Mas Gereja Santo Ambrosius terimakasih semua telah membantu kami.

Tali kasih dan sumbangan dari Gereja Santo Laurensius, Alam Sutera, Tangerang.
Tidak mudah mendistribusi makanan dan minuman ini kenang Pak Adiek Suroto Ketua Lingkungan Hubertus saat mengambil paket makan malam Jumat 3 Januari 2020. Kami harus berkeliling menrobos banjir ke masing masing rumah warga jelas istri Pak Adiek yang setia menemani mengambil dan mendistribusikan makanan. Hari ini lumayan banjir sudah surut jadi lebih mudah semoga wilayah kami kembali kering dan aktifitas berjalan normal harapnya.
Wilayah lain yang sulit itu Antonius terutama yang berapa di Perumahan Puri Kartika , terutama pada tanggal 2 Januari 2020 banjirnya masih dalem . Padahal banyak saudara saudara kita yang masih bertahan karena terjebak didalam rumah dan butuh makanan dan minuman jadi kami tetap mencoba mengantar . Puji Tuhan kami dapet menjangkaunya kenang Mbak Arum Pranastuti yang ikut membatu mengantar makanan.

Tampak Ketua Sie PSE, Ibu Cicil membagi tugas dengan beberapa relawan.
Ungkapan trimakasih dari berbagai pihakpun bermunculan di WAG (Whatsapp Group) Dewan Paroki Pleno mengapresiasi kerja keras dan aksi cepat tanggap dari Tim PSE Paroki Ciledug. Diantaranya Bp.Tomy Pratomo Koordinator Wilayah Ignasius Loyola , tidak cukup rasanya kami hanya mengucapkan terimakasih atas perhatian dan kerja keras tanpa lelah dari Tim PSE membantu kami korban banjir . Tetapi ya hanya itu yang bisa saya ungkapkan sembari berdoa semoga para relawan yang membantu kami diberi kesehatan yang prima dan berkat melimpah. Tulisan di group WA Dewan Pleno ini pun segera diamini aleh para pengurus lingkungan yang terdampak banjir dan menerima bantuan.
Teks: Bambang Gunadi
Foto : Group WA Dewan Pleno – dari berbagai sumber