Sebanyak 46 orang umat Santa Bernadet Ciledug berkesempatan mengikuti Perayaan Natal Nasional 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Jumat (27/12), yang mengangkat tema “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang” (Yohanes 15:14-15).

Acara yang dipandu oleh MC Choky Sitohang itu merupakan kolaborasi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang diketuai oleh Ignatius Kardinal Suharyo dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) yang diketuai oleh Pendeta Gomar Gultom.

Perayaan Natal Nasional 2019 tersebut diawali dengan ibadah yang dikemas secara megah-meriah, dengan kreasi musik serta performance yang menyedot perhatian. Perpaduan unsur-unsur dari Kristen-Protestan dan Katolik dalam kemasan berbagai macam lagu mampu membuat hadirin berdendang seirama lantunannya.

Kardinal Ignatius Suharyo yang juga Uskup Agung KAJ dalam kotbahnya menyinggung salah satu kosa kata yang akhir-akhir ini muncul, yaitu ”berita bohong” yang dia tegaskan dapat memecah belah bangsa.

Ketua Umum Panitia Perayaan Natal Nasional 2019 Juliari Batubara yang juga Menteri Sosial memaknai tema Natal 2019, “Hiduplah sebagai Sahabat bagi Semua Orang”, bahwa setiap umat kristiani adalah sahabat dan saudara bagi seluruh anak bangsa, seluruh umat beragama yang saling mengasihi satu sama lainnya.

Salah satu hal yang cukup unik dalam acara ini adalah pemanfaatan media elektronik untuk menggunakan e-kolekte dengan aplikasi Link Aja! serta penggunaan buku acara secara digital yang dapat diunduh melalui QR Code lewat videotron.

Perayaan Natal Nasional tersebut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang datang bersama Ibu Negara Iriana, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, dan jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju. Presiden Jokowi tiba lebih dari pukul 18.30 setelah ibadah selesai.

Umat menjadi riuh ketika anggota Paspampres mulai memasuki venue acara. Presiden Jokowi memberikan sambutan kepada Umat Kristiani yang hampir memenuhi SICC berkapasitas 12.000 itu.

Salah satu tekanan yang disampaikan Presiden Jokowi dalam sambutannya adalah agar masyarakat Indonesia menjauhkan diri dari intoleransi serta hal-hal yang menyebabkan perpecahan bangsa seperti berita bohong.
Presiden Joko Widodo menegaskan sebanyak 2 kali bahwa ia serta pemerintahannya menjamin kebebasan beribadah dan beragama kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia menjamin bahwa masyarakat Indonesia bebas beribadah tanpa gangguan dari pihak manapun.
Seperti biasa, Presiden Jokowi memberikan ice breaking dengan hadiah sepeda. Ia meminta maju tiga orang yang berasal dari NTT, Maluku, serta Nias. Fiorentina yang berasal dari NTT diminta Presiden Jokowi untuk menyebutkan tiga menteri beserta jabatannya. Gadis asal NTT ini datang berlari dengan bertelanjang kaki.

Ulah Fiorentina membuat hadirin berkali-kali tertawa terbahak-bahak karena dia tidak hafal nama-nama menteri. “Pak Jenderal sebagai Menteri Agama,” katanya langsung membuat tawa hadirin meledak. Ketika Pak Jokowi mengatakan akan memberi hadiah 2 sepeda, Fiorentina pun langsung menyahut, “Tiga, buat teman saya satu!” Lagi-lagi tawa hadirin meledak. (Selengkapnya lihat Video).
Kevin Meydio Pradipta dari Sie Komsos St Bernadet mengaku beruntung sekali bisa mengikuti Perayaan Natal Nasional di SICC. “Acara yang luar biasa, tertata rapi, dan bekelas, dari pengisi acara, tata lampu, tata panggung, dan sound. Beruntung banget bisa ikut,” kata Kevin, Sabtu (28/12) di Pinang.
“Orkestranya Dian HP, denger lagu-lagunya merinding, dan semua tanpa jeda, jadi ngikutin terus,” ujar Kevin tentang orkestra Dian Hadipranowo dan seluruh acara itu. “Quiz Pak Jokowi ice breaking keren,” imbuhnya.

Sementara itu Mbak Maria Antonia Wijayanti dari Sie HAAK St Bernadet mengungkapkan, “Kesannya senang luar biasa, karena diberi kesempatan untuk merayakan Natal bersama Bapak Kardinal, Pak Jokowi, Bu Megawati, serta jajaran menteri. Ini pengalaman pertama saya hadir. Saya tidak tau apakah sebelumnya ada acara yang sama seperti ini dan umat Bernadet ikut partisipasi.”

“Yang pasti, saya melihat suka cita itu tidak hanya saya yang merasakan, tapi juga teman-teman Santa Bernadet yang ikut hadir. Seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir sangat bagus,” imbuh Mbak Maria sembari berharap bisa hadir lagi jika ada acara serupa di masa yang akan datang.