Ketua Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet Ibu Herawaty Manurung mengatakan, selama setahun terakhir ini semakin banyak umat yang mau menjadi anggota kelompok kategorial lansia paroki ini. Bertambahnya jumlah tersebut mencerminkan kemajuan dalam cara pandang terhadap masa lansia.
“(Komunitas) Simeon-Hanna selama setahun terakhir ini betul-betul mengalami kemajuan. Kemajuan di sini artinya bertambahnya mereka yang dengan senang hati mendeklarasikan dirinya sebagai lansia. Itu poin yang sangat saya apresiasi,” kata Bu Hera, sapaan akrabnya, ketika ditemui usai Misa Natal Lansia di Balai Metro Permata, Rabu pagi (25/12).

“Setahun terakhir mereka kelihatannya punya pandangan yang lebih terbuka, bahwa menjadi lansia itu enggak usah ditakuti tetapi justru harus dinikmati masa-masa itu,” ujar alumnus Fakultas Psikologi UI ini.
Ketua Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet periode 2019-2021 ini juga menyelipkan pesan, bahwa generasi berikutnya yang sering dibilang “semoga panjang umur, sukses, maju”, suatu saat tentu akan sampai pada apa yang disebut lansia.

“Jadi sekarang, ketika masih muda, umurnya masih produktif, ingat-ingatlah bahwa menjadi lansia itu adalah masa depan… dengan catatan Tuhan mengizinkan,” katanya sambil tersenyum. “Jadi kita harus tetap berharap semoga Tuhan mengizinkan sampai ke situ,” imbuh mantan Ketua Lingkungan Maria Goretti 3 itu.
Kepengurusan SH KAJ
Sementara itu beberapa hari sebelumnya, sesepuh Komunitas Simeon-Hanna Bp Stephanus Soegijatno Soesilo, yang biasa disapa Pak Soes, terpilih sebagai salah satu anggota pengurus Lansia Senior Simeon-Hanna Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) masa bakti 2020-2023.

Dengan nada merendah, Pak Soes mengatakan bahwa ia dipilih menjadi salah satu anggota pengurus lansia di tingkat KAJ tersebut semata-mata karena alasan keberagaman.
Pak Soesilo yang punya pengalaman panjang dalam berorganisasi ini selalu mengingatkan, khususnya kepada Simeon-Hanna St Bernadet, agar selalu berpegang pada AD/ART organisasi.
Jadwal Misa Lansia berubah
Misa Natal untuk lansia tahun 2019 ini berubah jadwalnya menjadi pukul 07.30, lebih pagi dibanding tahun-tahun sebelumnya, tetapi lebih siang dari misa reguler pukul 07.00 di Balai Metro Permata. Misa Natal lansia Rabu, 25 Desember 2019, itu dipimpin oleh Romo Frans Sule, CICM.

Menurut Ketua Seksi Liturgi Bp Yulianus Sunaryo beberapa waktu sebelumnya, paroki melakukan perubahan jadwal itu dengan pertimbangan kepentingan lansia sendiri, yaitu agar mereka memiliki waktu lebih banyak untuk beraktivitas dengan anak-cucu pada masa liburan Natal.
Teks: ps/ Foto-foto: Komunitas Simeon-Hanna