Gereja Santa Bernadet mendapat kunjungan komunitas Muslim Kota Tangerang, pada Malam Natal, 24 Desember 2019. Di antara sepuluh tamu istimewa yang hadir malam itu, satu-satunya perempuan adalah Nabila.
Gadis berkerudung coklat itu tak sungkan-sungkan untuk bersalaman dengan Romo Lamma Sihombing, bahkan untuk berfoto bersama di depan Altar.

Ketika bercakap-cakap dengan awak Komsos, Nabila mengatakan, “Kunjungan ini adalah kunjungan sebagai sesama anak bangsa. Saudara-saudari yang Katolik di Bernadet malam ini merayakan Natal. Maka saya hadir sebagai saudara ingin mengucapkan Selamat Natal."
“Saya bersahabat dengan banyak orang dan tidak pilih-pilih apa agamanya. Karena saat kita memulai kenal dengan seseorang, tentu kita belum tahu apa agamanya. Lambat laun, setelah kenal dekat, bahkan menjadi sahabat, kita baru tahu oh dia itu agamanya ini. Nah apakah persahabatan kita akan berakhir setelah kita tahu agamanya? Tentunya tidak,” ujarnya.

Sama halnya dengan kita hidup bertetangga, imbuh Nabila, kita juga tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi tetangga kita.
“Kita beli rumah hanya memilih bloknya, nomornya. Ketika semua cocok, ya sudah kita beli. Sesaat setelah kita tempati, barulah kita saling mengenal dan bertetangga dengan baik. Baru selanjutnya kita tahu oh tetangga kita agamanya ini. Nah hidup bertetangga yang sudah berjalan baik ini apa iya akan berubah setelah kita tahu apa agama tetangga kita?” tanya Nabila lagi.

Sementara itu Romo Lamma dalam penyambutan kepada para tamu itu menyampaikan banyak terima kasih atas kehadiran mereka di Gereja Bernadet dan ucapan Selamat Natal yang disampaikan.
“Kehadiran Anda sungguh membanggakan dan inilah Indonesia yang sesungguhnya. Apalagi yang hadir malam ini adalah para kawula muda dan ternyata kalian sudah saling mengenal dengan orang muda Katolik di sini. Ini membanggakan,” kata Romo Lamma.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Bambang Gunadi/ Jassen Novaris/KOMSOS