Pada hari Minggu (8/12) hasil penjualan buka lapak komunitas senior Simeon-Hanna St Bernadet di area Taman Pinang Rp 987.000, melonjak jauh dari hari Minggu sebelumnya (1/12), Rp 375.000. Kontribusi terbesar berasal dari hasil penjualan makanan (57%).
Lapak komunitas lansia tersebut dibuka setiap Minggu pagi dengan sasaran para peserta misa, baik misa jam 06.00 atau 08.30. Mereka menggalang dana dengan menjajakan berbagai macam produk makanan atau barang.

Ada pakaian, tas, cangkir blirik, aneka makanan, tissue, telor asin, kadang bandeng presto. Bahkan belakangan dijual juga lauk pauk non-halal karena memang ada yang bisa memasak dan ada pasarnya, seperti babi hong, babi kecap, babi rica-rica, dll.
Hasil penjualan tiap Minggunya tidak pasti, fluktuatif atau naik turun. Meskipun demikian, komunitas lansia ini konsisten membuka lapak di tempat tersebut dengan semangat, kreativitas, dan kegembiraan. Foto-foto bareng di lapak adalah salah satu kegemaran mereka.

Komunitas lansia ini dalam menggalang dana tidak pertama-tama mengandalkan cara-cara tradisional seperti menarik iuran wajib secara rutin, dengan pasif mengunggu dan terkesan tidak kreatif. Bukan begitu caranya.
Buka lapak di Taman Pinang adalah salah satu alternatif cara penggalangan dana. Mereka membagi diri dalam 4 kelompok. Setiap kelompok mendapat tugas jaga lapak secara bergiliran pada hari Minggu. Minggu pertama kelompok 1, Minggu kedua kelompok 2, dst.

Namun salah satu kelebihan komunitas lansia ini adalah banyaknya talenta di antara para anggota. Ada yang pintar masak, bikin minuman tradisional seperti beras kencur atau kunyit asem, garang asem, peyek, asinan, salad sayur, gendar, kacang bawang, tapi juga ada yang bisa potong rambut.
Pada setiap pertemuan rutin hari Rabu, warga lansia yang punya berbagai talenta tersebut membuat produk/jasa untuk dijual di antara anggotanya. Sebagian hasilnya disisihkan untuk mengisi kas komunitas.

Ada juga yang membeli berbagai barang dan dijual lagi di komunitas itu (semacam kulakan), seperti tissue, permen, bandeng presto, dll. Barang-barang ini dipromosikan lewat grup WA dan peminat bisa langsung pesan. Intinya, dari hasil penjualan itu sebagian disisihkan untuk mengisi kas.
Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet memiliki program tahunan, baik jangka pendek, menengah, dan panjang. Sebagai komunitas kategorial, kelompok ini menyadari betul pentingnya memikirkan dari mana dana digalang untuk membiayai pelaksanaan program-program tersebut, meskipun selalu dimungkinkan bantuan tambahan dana dari paroki.
-1des-ok.jpg?1576041056730)
Meskipun berisi orang-orang yang sudah masuk kategori lansia, komunitas ini dengan berbagai cara berupaya menggalang dana untuk menunjang keperluan program-program mereka,bukan dengan filosofi nyadhong (menunggu belas kasih). Cara-cara tersebut pun tidak angin-anginan, melainkan sudah menjadi bagian dari gerak komunitas, sudah menjadi kebiasaan.

Semuanya itu dilakukan dengan semangat, gembira, bahkan sudah menjadi semacam rekreasi.
Teks & Foto: Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet/ps