Sesuai dengan Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta (ArDAS KAJ) 2016-2020, maka tahun 2019 ditetapkan sebagai Tahun Berhikmat, yang merupakan pengamalan Pancasila sila ke-4 yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan”.
Kegiatan yang dimulai dari tanggal 6 Januari 2019 tersebut dikelola oleh Panitia Penggerak Tahun Berhikmat, baik di tingkat Keuskupan maupun di tingkat Paroki. Dan kegiatan ini berakhir pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam 24 November 2019.

Sebagai penanda Panitia Penggerak tingkat Keuskupan mengadakan acara yang bertajuk Syukuran Tahun Berhikmat 2019 di Auditorium Gereja Maria Bunda Karmel (MBK) Paroki Tomang. Acara diselenggarakan hari Sabtu, 23 November 2019, pukul 09.00-13.00.
Hadir dalam acara tersebut Vikjen Keuskupan Agung Jakarta RD Samuel Pangestu, Ketua Panitia Penggerak Tahun Berhikmat Keuskupan Agung Jakarta Romo Yustinus Agung Setiadi OFM, Romo Amirullah SCJ, Romo Andreas Yudhi Wiyadi OCarm (Pastor Paroki Gereja Maria Bunda Karmel) serta Romo FA Susilo Nugroho, CP. Hadir pula perwakilan Panitia Penggerak tingkat Paroki se-KAJ, termasuk 2 orang utusan dari Paroki Ciledug.

Dalam sambutan pembukaannya Romo Agung OFM sebagai Ketua Panitia Penggerak tingkat Keuskupan menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga aneka kegiatan dapat berjalan baik dan lancar. Juga diucapkan terima kasih kepada Paroki-paroki yang dengan cara dan kekhasan masing-masing dapat membuat kegiatan yang sesuai dengan semangat Tahun Berhikmat.
Kegiatan siang hari itu ditutup dengan Misa Syukur dengan selebran utama Vikjen KAJ Romo Samuel Pangestu. Dalam homilinya Romo Vikjen menyampaikan bahwa iman umat KAJ tidak boleh musiman.

“Maka tepat acara siang hari ini kita tidak sedang menutup tahun berhikmat tetapi mensyukurinya. Mengapa? Karena kegiatan yang sudah kita canangkan sejak awal tahun dapat berjalan dengan baik. Maka yang sudah baik ini harus terus dilanjutkan,” kata Romo Samuel.
“Misalnya juga kalau Oktober musim Rosario dan setelah Oktober pun harus terus dilakukan,” tambahnya memberi contoh. ‘Hanya pada masa-masa yang telah ditentukan tersebut kita beri penekanan yang lebih mendalam. Maka tahun depan kita akan memasuki tahun Keadilan tanpa melupakan hal-hal baik di Tahun Berhikmat, Tahun Persatuan, dan lainnya,” harap Romo Vikjen.
Bp Trisno Kambali sebagai Ketua Panitia Penggerak Tahun Berhikmat Paroki Ciledug pada Misa ke-2 di Gereja Pinang menyampaikan terima kasih kepada Seksi dan Kategorial atas segala kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2019. Saking banyaknya kegiatan kadang kesulitan mencari tempat di Gereja Pinang, sehingga kegiatan dipindahkan ke Sekolah Abdi Siswa atau Balai Pertemuan Metro Permata.

Pak Trisno mengatakan, Panitia Penggerak itu tidak punya kegiatan sendiri. Fungsinya hanya mendorong, memfasilitasi agar masing-masing Seksi dan Kategorial dapat membuat kegiatan yang sesuai dan selaras dengan Tahun Berhikmat.

“Kalau Bapak Ibu dan seluruh umat pingin tahu apa saja kegiatannya, silakan kunjungi web santabernadet.id yang dikelola oleh Sie Komsos. Di sana lengkap aneka kegiatan paroki kita,” jelas Pak Trisno.
Teks/Foto: Bambang Gunadi, Kevin Meydio