"Anak adalah suatu berkat dan anugerah dari Allah yang harus disyukuri dan dipersembahkan kembali kepada Allah melalui Sakramen Baptis. Anak-anak masih polos, lugu, jujur, sangat membutuhkan bimbingan dan teladan dari orang-orang terdekat yang ada di sekitarnya, termasuk ayah dan ibu."
Itulah yang disampaikan Romo Lammarudut Sihombing, CICM, dalam homili singkatnya di hadapan para orangtua dan walibaptis bayi ketika sebanyak 14 anak/bayi menerima Sakramen Baptis di Gereja St Bernadet, Minggu, 17 November 2019.

Kata Romo Lamma lebih lanjut, bahkan saat inipun anak-anak belum memahami apa yang dilakukan orangtua kepadanya. Ada yang menangis, rewel, tidur nyenyak atau hanya sekedar melihat-lihat apa yang terjadi di sekelilingnya.
“Dalam kelemahan dan ketidakberdayaan itulah orangtua punya tugas dan tanggungjawab yang besar dalam perkembangan iman anak. Kita semua adalah sama-sama anak Allah tapi tugas dan tanggungjawab itulah yang membedakan kita di depan Allah,” lanjut Romo Lamma.

Ke-14 anak/bayi yang dibaptis di bulan November tersebut adalah: Philomena Joanna Nandita, Fransisca Kathleen Sri Purnomo, Angela Gauri Wirera Putri, Michael Ozora Adinata, Agatha Gendis Dominique Daga, Jonas Davanka Banyuadi, Joanna Quivenite Widiatmoko, Vincent Carlos Gavin E.P, Rafael Chaska Novendra, Timothy Pradipta Sahwahita, Gianna Amaya, Maria Jemima S. Darmi Atmoko, Mikhaela Jasmine Putri Artanti, dan Yusuf Barnabas Igo.
Tentang proses persiapan baptis, Ibu Irene, salah satu walibaptis, menceritakan pengalamannya dalam mendidik dan mengembangkan iman anak. "Saat anak masih bayi, tak ada kesulitan yang berarti. Tapi ketika anak mulai tumbuh dan berkembang kita harus tegas dan mengarahkan dengan benar,” katanya.

“Saya tidak pernah memberi peluang ke anak saya untuk memberi izin atau bolos ke gereja dengan alasan apapun, termasuk karena ada pekerjaan atau tugas dari sekolah ataupun harus belajar persiapan ulangan. Ke gereja menjadi prioritas utama sebelum menjalankan aktivitas lainnya," lanjut Ibu Irene.
Hal senada disampaikan oleh Ibu Maria Fatima, salah seorang katekis baptis bayi, bahwa orangtua harus memberikan teladan buat anaknya. “Jangan sampai kita hanya menyuruh anak pergi ke gereja, sementara ayahnya malah asyik nonton bola,” katanya.

Sebelumnya dalam bulan Oktober ada 7 anak dan September 11 anak yang menerima Sakramen Baptis melalui Romo Manuel V Valencia, CICM. Dengan demikian, dalam 3 bulan terakhir, September sampai dengan November, sebanyak 32 anak menerima Sakramen Baptis di Gereja Santa Bernadet Paroki Ciledug.
Teks & Foto: Maria Melati K Satriyani/ Katekis