Waktunya yang muda yang bergerak. Dalam Rekoleksi Komsos Paroki Se-KAJ, 23-24 November 2019 ini, Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet menurunkan pasukan mudanya untuk ikut dalam acara itu. Mereka adalah Walter Arya dan Carolus Wahyuntoro, mewakili Komsos Santa Bernadet, yang ikut menyumbangkan ide serta gagasannya dalam acara rekoleksi ini.
Rekoleksi berlangsung di Rumah Samadi Pusat Pastoral Keuskupan Agung Jakarta yang dikelola oleh Pengurus Gereja Amal Kasih (PGAK), Jl Kapuk III, Klender, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur.

Pada awalnya mereka mengira peserta rekoleksi itu didominasi anak muda. Namun kenyataannya, kedua utusan Komsos St Bernadet tersebut bisa dibilang yang termuda di antara yang lainnya.
Mereka sebenarnya cukup bingung karena merasa tidak memiliki “power” ketimbang yang lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya dapat mengikuti acara rekoleksi tersebut dengan baik. Acara rekoleksi itu berlangsung dengan penuh tawa, canda, serta kegembiraan di tengah-tengah keseriusan.

Dalam rekoleksi Komsos se-KAJ 2019 ini banyak hal yang harus digarisbawahi perihal Sie Komsos. Salah satunya, sesuai perkataan Romo M Harry Sulistyo selaku Ketua Komisi Komsos KAJ, “Komsos gak hanya mengenai foto, video, dan tulisan. Namun bagaimana mereka dapat mewartakan kabar ke semua umat dan menjadikan umat dapat bergerak seperti yang Komsos lakukan, yaitu mewartakan kabar gembira.”
Dalam hal ini Komsos memiliki peranan yang besar dalam mewartakan kabar gembira, terutama kelak nanti di tahun 2020 yang menjadi Tahun Keadilan Sosial. Komsos harus mengawal jalannya Tahun Keadilan Sosial dengan baik dan mewartakan kabar ini ke seluruh umat agar mereka dapat meniru hal-hal yang baik dari yang diwartakan oleh Komsos ini.
-ok.jpg?1574917640763)
Salah satu cara mewartakan kabar gembira terkait Tahun Keadilan Sosial adalah membuat video pendek, baik di tingkat paroki maupun di tingkat dekenat. Dalam hal ini, Komsos Paroki Ciledug diberi kepercayaan lebih terkait video dalam tingkat Dekenat. Mengapa? Sebab Paroki Ciledug dinilai memiliki kelebihan dalam membuat video terkait kejuaraannya dalam lomba video Bulan Kitab Suci Nasional belum lama ini. Maka dari itu, kepada anak-anak muda Paroki Ciledug diberikan tanggung jawab untuk memegang pembuatan video di tingkat Dekenat ini.
Di akhir acara rekoleksi Komsos ini, para anggota Komsos se-KAJ membawa misi mulia, yaitu mewartakan kegembiraan dan kerajaan Allah dengan cara Komsos. Dalam hal ini, Komsos memiliki misi untuk tidak hanya “jago kandang” yang hanya melihat ke dalam saja, dan belum mewartakan kabar gembira ini hingga di luar lingkungan Gereja.

Menurut Romo Harry, Komsos masih takut untuk mewartakan kabar gembira hingga keluar Gereja. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini, salah satunya yang dialami Paroki Ciledug. Umat masih mengalami trauma dengan kejadian masa lalu. Maka dari itu, Romo Harry memberikan semangat untuk terus mewartakan kabar gembira, dan ingat, “Jangan hanya ke dalam namun juga harus mampu untuk keluar juga!” Semoga demikian!
Teks: Walter Arya/ Foto-foto: Walter Arya, Carolus Wahyuntoro