Minggu sore, 24 November 2019, sebanyak 15 orang anggota WKRI Ranting Monika belajar menanam sayur dengan metode hidroponik untuk memenuhi kebutuhan dapur sendiri. Kegiatan itu dilakukan setelah dibuka dengan doa dan renungan singkat yang dibawakan oleh Ibu Titik.
Ibu Melati, selaku anggota Sie Kesra dan Lingkungan Hidup WKRI Ranting Monika, mengenalkan metode hidroponik sebagai salah satu alternatif menanam sayur yang mudah diterapkan, praktis, dan ekonomis, mengingat tidak semua rumah memiliki tanah atau halaman yang cukup untuk ditanami, termasuk sayuran.

Prinsip dasar menanam dengan sistem hidroponik adalah tidak menggunakan tanah sebagai media tanam (soilless culture atau budidaya tanpa tanah). Tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan subur karena memperoleh nutrisi yang cukup melalui akar yang terendam dalam air.
Karena hanya menggunakan air dan nutrisi, maka sistem ini disebut juga metode non substrat. Metode ini sangat ekonomis, tidak membutuhkan banyak biaya, dan ramah lingkungan karena bisa memanfaat styrofoam untuk bak penampungan.

Pengadaan media tanam dan pemilihan benih yang berkualitas harus teliti dengan mencermati tanggal kedaluwarsa dan persentase tingkat tumbuhnya (disebut germinasi atau perkecambahan).
Pada pertemuan yang bertempat di rumah Ibu Chin Chin, Bougenville Loka Blok M5 No 6, itu diperkenalkan cara menanam kangkung (ipomoea aquatica) yang mudah ditemukan di pasar. Beberapa orang jadi enggan karena banyaknya informasi di berbagai media online yang manampilkan gambar ulat, siput, telur lintah yang menempel dan hidup di dalam batang kangkung.
"Saya jadi lebih mengerti dan pingin segera praktek menanam sendiri karena ternyata nenanam kangkung itu mudah. Saya bisa memetik sewaktu-waktu dan memasak sesuai kebutuhan. Sudah gratis dan gak perlu susah-susah menyimpan di kulkas karena segar terus," kata Bu Elly Soeratmi, istri Pak Yohanes Gandung, mantan Korwil Monika, sesaat setelah menyimak penjelasan yang diberikan.

Kangkung termasuk tanaman sehat karena mengandung vitamin A dan C yang sangat tinggi, selain kalium, kalsium, zat besi, dan fosfor. Meskipun kaya akan nutrisi, kangkung termasuk rendah kalori.
Maka tidak mengherankan jika kangkung bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, anti radang, mencegah diabetes, kerusakan hati/liver, mengatasi anemia (kurang darah), mencegah dehidrasi, dan mengurangi risiko terkena penyakit kronis.

“Jadi jangan takut makan sayur kangkung asal dalam porsi secukupnya,” imbau Bu Melati di pengujung acara.
Teks & Foto: Maria Melati K Satriyani