Saya Berharga karena Saya Mahakarya Tuhan

21 November 2019
  • Bagikan ke:
Saya Berharga karena Saya Mahakarya Tuhan
Para peserta pelatihan dan nara sumber.

Pada sesi sebelumnya dalam Pelatihan pendamping keluarga dinyatakan bahwa Tuhan menciptakan manusia unik dan tidak ada yang benar-benar sama. Di sesi berikutnya pernyataan ini lebih diperdalam lagi, yaitu bahwa manusia adalah mahakarya Tuhan. Maka dalam diri kita ada DNA Tuhan, sehingga manusia itu berharga.

skk1

Ibu Johana  Rosalina Kristyanti, Ph.D, nara sumber.

Maka dalam hidup kita diajak untuk mencintai dan memberkati diri, bukan mengutuki diri lewat kata-kata. “Apa itu mencintai dan memberkati diri, yaitu dengan berpikir dan berkata-kata yang positif. Bukan malah sebaliknya,” jelas Ibu Johana Rosalina Kristyanti, Ph.D, yang akrab disapa Ibu Rosa, nara sumber pada pelatihan itu.

skk4

Masing-masing dari kita adalah mahakarya Tuhan .

“Ayo segera berangkat nanti jalannya macet dan susah cari parkir. Itu namanya mengutuki diri,” kata Bu Rosa memberi contoh. “Dan celakanya ketika itu terjadi kita malah menjadi bangga, ‘tuh kan benar apa yang saya katakan.’ Nah itulah kekuatan kata-kata kita. Maka bukankah akan lebih baik kalau tadi kita berkata kata positif dan terjadi? Maka kita ganti menjadi, ‘Ayo segera berangkat, semoga jalanan lancar dan parkirnya gampang.’ Maka setelah ini ayo kita biasakan berkata-kata positif,” ajak Ibu Rosa.

skk3

Anggota komunitas senior Simeon-Hanna, Ibu Retno, bertanya.

Ibu Rosa mengatakan, hal tersebut ada dalam Alkitab. Ia mengajak untuk mengingat kisah Zakaria dan Elisabet. Zakaria berdoa bertahun-tahun, mohon dikaruniai seorang anak tetapi ketika malaikat Gabriel memberi  kabar bahwa istrinya Elisabet akan mengadung, Zakaria berkata tidak mungkin karena istrinya sudah lanjut usia. “Apa yang terjadi, Zakaria dibuat tidak dapat berbicara atau bisu sampai Yohanes Pembaptis lahir. Maka pesan dari kisah dalam Alkitab ini adalah jika kita tidak dapat berkata-kata positif,  pilihlah tutup mulut atau diam,” pesan Ibu Rosa.

skk5

Pak Pristy, pendamping SKK, dan istri (sedang berbicara).

“Maka mari kita isi hari-hari kita dengan kata-kata dan pikiran positif karena impian Tuhan jauh lebih besar dari impian kita sendiri. Lakukan yang terbaik pada posisi Anda sekarang, Tuhan akan mempromosikan kita. Impian Tuhan agar kita hidup berkelimpahan sehingga menjadi berkat untuk orang lain,” urainya lagi.

“Teruslah ingat bahwa Tuhan menginginkan kita hidup sejahtera. Tuhan punya cara mempromosikan kita melebihi impian dan harapan kita. Maka mari kita bekerjasama dengan Tuhan,” ajak Ibu Rosa.

Teks & Foto: Bambang Gunadi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna