Puji Tuhan! Banyak Wajah Baru dalam “Pelatihan Pemerhati Keluarga”

19 November 2019
  • Bagikan ke:
Puji Tuhan! Banyak Wajah Baru dalam “Pelatihan Pemerhati  Keluarga”
Foto bersama panitia, sejumlah peserta, dan pembicara.

Minggu 17 November 2019 Seksi Kerasulan Keluarga Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet mengadakan “Pelatihan Pemerhati Keluarga” di Balai Metro Permata. Pelatihan diselenggarakan mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 15.00. Pesertanya 83 orang yang merupakan utusan dari masing-masing Lingkungan.

Hadir pula dalam pelatihan tersebut Romo Lamma Sihombing, CICM, Pastor Kepala Paroki. Sementara dari DPH pendamping Seksi SKK hadir Bapak Joannes Widjajanto dan Bapak Stevanus Pristi Wahyudono.

rm lamma-ok

Romo Lamma hadir dalam "Pelatihan Pemerhati Keluarga".

Dalam bincang-bincang seusai acara, Bapak Pristy, mengungkapkan kegembiraannya atas respons umat dan pengurus lingkungan untuk ikut dalam pelatihan ini.

“Yang lebih menggembirakan lagi, tadi saya perhatikan banyak wajah-wajah baru. Kadang yang terjadi acaranya beda beda tapi yang hadir orangnya itu-itu terus. Semakin banyak umat yang terlibat dalam berbagai kegiatan dan kepengurusan di Lingkungan itu amat diharapkan,” ungkap Pak Pristy.

bu rosa-ok

Ibu Johana Rosalina Kristyanti, Ph.D, pembicara utama.

Pasutri Clara Gea Shinta-A Saptama T, Ketua SKK, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya seminar ini dengan baik dan lancer. “Terlebih dukungan Romo dan DPH pendamping sangat kami rasakan sejak tahap persiapan,” ungkap Pak Saptama.

peserta-ok

Pasutri Pak Saptama-Ibu Shinta (paling kiri), Ketua SKK St Bernadet.

“Utamanya Pak Pristy yang dengan gencar menyebarkan pamflet lewat aneka grup WA yang ada di Paroki kita ini. Juga kerja sama yang baik dari panitia penyelenggara hasilnya seperti yang kita lihat pesertanya cukup banyak dan pelatihan berjalan sangat baik,” ungkap Bu Shinta.

peserta2-ok

Menggembirakan, wajah-wajah baru bermunculan. 

Lebih lanjut Bu Shinta mengungkapkan, pelatihan ini adalah langkah awal dari rencana besar dari Seksi Kerasulan Keluarga untuk membentuk Pemerhati Keluarga di tingkat Lingkungan. “Maka setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta mau bergabung dalam Tim SKK dengan menjadi Pemerhati Keluarga di Lingkungan masing-masing. Nanti kalau semua sudah terbentuk akan ada pelatihan lanjutannya,” katanya.

Keluarga Gereja terkecil

Pelatihan dipandu oleh Ibu Johana Rosalina Kristyanti, Ph.D yang telah lebih dari 27 tahun menjadi dosen, pelatih, coach, dan konselor. Di sela sela pelatihan Ibu Rosa, sapaan akrabnya, berpendapat bahwa pelatihan seperti ini di Gereja Katolik menunjukan bahwa Gereja Katolik mempunyai perhatian yang lebih terhadap keluarga. “Karena memang keluargalah merupakan Gereja terkecil. Kalau kehidupan keluarganya bagus, maka kehidupan Gereja dalam arti luas juga akan bagus,” jelas Dekan Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya Jakarta 2005-2009 ini.

pak bambang-ok

Ketua Sie Komsos St Bernadet mewawancarai narasumber.

“Gereja Katolik itu keren, hierarkinya jelas, dan kepengurusannya lengkap. Masing-masing bidang ada seksi-seksi yang mengurus di setiap hierarki. Ya contohnya ini untuk urusan keluarga ada Seksi Kerasulan Keluarga di tingkat paroki,” tambah Ibu Rosa, lulusan S2 Counseling dari St.Clara University California dan S3 Public Health di University of Melbourne. “Maka bagus nanti kalau bisa terbentuk pemerhati keluarga di lingkungan,” tegasnya.

tim skk - pak pristy-ok

Tim SKK bersama pendamping dari DPH, Pak Pristy.

Pelatihan pagi itu mengambil tema “Mengenal Diri Memberi Arti”. Dipandu MC Aristo Pratama, acara diawali dengan doa pembukaan oleh Bp Steven Madyo Sukarto yang sudah dianggap sebagai sesepuhnya SKK.

Pelatihan dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama membahas “Mengenal diri dengan Personality Plus dan Mencintai dan memberkati diri”. Sementara pada sesi kedua, setelah makan siang, dibahas “Belajar berkomunikasi dan Bersahabat dengan Stres”. Pelatihan diakhiri dengan meditasi bersama sekitar 5 menit.

Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Bambang Gunadi, Arum Pranastuti

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna