Pak Triyono, salah satu koster Gereja Santa Bernadet Pinang, Jumat pagi (15/11) membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di atas atap tempat tunggu samping luar panti koor.
Selama ini tempat tersebut menjadi semacam ruang terbuka serbaguna, entah untuk sekedar menunggu, duduk-duduk bersama sambil ngobrol dan bercanda, tempat menaruh konsumsi kalau ada acara, atau tempat berteduh di kala hujan. Tak jarang bahkan peserta koor menggunakannya untuk berlatih vokal ketika peserta belum lengkap.
Karena tempatnya yang tinggi, ia harus menggunakan tangga aluminium yang cukup tinggi pula dan sapu lidi bergagang panjang untuk memudahkan jangkauan ke sampah-sampah yang jauh dari tempat dia berdiri.

Menurut Pak Tri, sampah itu secara berkala harus dibersihkan supaya tidak menumpuk di atas atap karena kalau hujan, misalnya, sampah-sampah itu bisa menghambat aliran air dan menyulitkan pembersihan dan jadi sarang nyamuk. Lagi pula atap juga bisa rusak dan bocor karenanya.
Meskipun sampah-sampah itu adalah daun-daun kering yang berjatuhan dari pohon-pohon di samping gereja, menurut Pak Tri, pohonnya tidak perlu ditebang. “Biarkan saja pohon untuk perindang, supaya adem,” katanya.
Teks & Foto: ps