Berkat Dukungan Orangtua, Juan Mantab Menerima Sakramen Krisma meski Cedera

12 November 2019
  • Bagikan ke:
Berkat Dukungan Orangtua, Juan Mantab Menerima Sakramen Krisma meski Cedera
Meski cedera, Juan tetap mantab menerima Sakramen Krisma.

Meskipun langkahnya tertatih dengan menggunakan dua kruk penyangga kaki di sebelah kanan dan kirinya, hatinya mantap untuk menerima sakramen krisma yang diberikan oleh Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Minggu (3/11) di Gereja Santa Bernadet.

Siswa SMP Katolik Sang Timur Ciledug ini cedera saat berlatih basket, olahraga kesukaannya. Pada waktu itu pula ia sedang mengikuti pembelajaran persiapan Krisma. Padahal melihat kondisinya yang belum pulih, lebih nyaman kalau Juan berada di rumah saja.

WhatsApp Image 2019-11-12 at 22.34.24-ok_1

FX Gunawan Hartanto menerima Sakramen Krisma bareng anak.

Namun berkat dukungan kedua orangtuanya, Juan bisa mengikutinya sampai ke tahap pengakuan dosa. Orangtua yang selalu menemani menjadi kekuatan Juan untuk tetap semangat. Seusai misa Ibu Widya, ibunda Juan, terus mendampingi anaknya itu, menuntunnya dengan penuh perhatian.

Ibu Widya juga mengungkapkan harapannya kepada Juan, “Semoga seperti yang dikatakan Bapak Uskup, Juan menjadi anak yang diberkati, menjadi anak yang bijaksana.”

Terima Krisma bareng anak

Sakramen Krisma biasanya diberikan bagi anak yang sudah beranjak remaja, seperti Juan. Tetapi ada pula yang sudah dewasa. Bp FX Gunawan Hartanto contohnya. Beliau menjadi peserta Krisma bersama anaknya yang duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan istri Bp Gunawan sudah menerima Sakramen Krisma saat usia remaja.

WhatsApp Image 2019-11-12 at 22.22.46-ok_1

Leonardus Ariotirto Wibisono dari Wilayah Monika.

“Karena keterbatasan waktu aja, saya baru bisa sekarang,” ujar Pak Gunawan saat sedang menunggu sesi foto.

Seperti peserta Krisma lainnya, setiap Minggu Pak Gunawan harus datang ke Sekolah St Angelina untuk belajar krisma. Usianya yang sudah lebih dari setengah abad tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar.

“Saya bukan orang yang aktif juga, makanya setelah ini saya berharap bisa lebih aktif ikut kegiatan gereja,” katanya. Ia pun mengaku menjadi lebih mengerti dan mendalami ajaran Tuhan.

WhatsApp Image 2019-11-12 at 22.22.58-ok

Uskup I Suharyo, Romo Lamma, peserta Krisma, dan para katekis.

Lain lagi ceritanya dengan Leonardus Ariotirto Wibisono. Leo, sapaannya,  merasa inilah waktu yang tepat baginya untuk menerima krisma. Leo memang bukan lulusan sekolah katolik yang memfasilitasi penerimaan Sakramen Krisma.

Di keluarganya juga hanya Leo yang belum menerima Sakramen Penguatan itu, namun orangtuanya tetap mendukung jika dia menerima sakramen itu baru sekarang. Leo yang berasal dari Wilayah Monika ini berkeinginan untuk bisa lebih melayani dan semakin rendah hati. “Semoga bisa menjadi lebih dewasa lagi dalam iman,” katanya.

Teks: Elsa Margaretha/ Foto-foto: Walter Arya/Komsos

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna