Di Wilayah Sesilia Tugas dan Fungsi HAAK sudah Dijalankan

6 November 2019
  • Bagikan ke:
Di Wilayah Sesilia Tugas dan Fungsi HAAK sudah Dijalankan
Foto bersama Seksi HAAK dan umat Wil. Sesilia.

Seksi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) Paroki Ciledug mengadakan kunjungan ke wilayah-wilayah untuk sosialisasi. Minggu 3 November 2019 Wilayah St Sesilia mendapat giliran dikunjungi. “Ini merupakan hari kedua. Sebelumnya, Sabtu 2 November 2019, kunjungan ke Wilayah St Ignasius Loyola,” ungkap Ibu Endang Wijayanti, salah satu pengurus Sie HAAK yang memandu acara malam itu.

Hadir dalam pertemuan tersebut Koordinator Wilayah St Sesilia Bp Cyprianus Phili Coli beserta pengurus dan perwakilan 4 Lingkungan di Wilayah St Sesilia. Dari Seksi HAAK hadir Bp Rikkie Yulianto, Ketua Seksi HAAK, bersama 5 anggotanya.

Acara dimulai pukul 19.00, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ibu Maria Antonia. Bapak Cyprianus lalu memberi sambutan dan memimpin doa pembukaan. Dalam sambutannya Pak Cypri, sapaan akrabnya, menyampaikan ucapan selamat datang. “Inilah kami beserta pengurus Wilayah dan Lingkungan dan beberapa perwakilan umat yang siap mendukung program dari Seksi HAAK,” katanya.

 

WhatsApp Image 2019-11-06 at 14.37.45-ok

Bu Endang memandu acara.

DKI Jakarta miniatur Indonesia

Dalam paparannya Pak Rikkie, dengan mengutip Komisi HAAK KAJ, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sejatinya adalah masyarakat yang plural. Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta merupakan miniatur Indonesia yang terdiri dari beragam agama, suku, bahasa, dan budaya. Umat Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) sendiri adalah bagian dari keragamaan itu.

Maka Gereja Katolik diharapkan dapat berperan dalam kehidupan bersama yang merupakan wujud kehadiran Kristus di dunia. Apalagi secara administratif kewilayahan, KAJ meliputi DKI Jakarta serta sebagian Banten dan sebagian Jawa Barat yang penduduknya juga plural.

Namun kenyataannya di tengah keberagaman suku, agama, ras dan antar-golongan  di tengah masyarakat, masih ada saja sebagian kelompok kecil yang masih bertindak intoleran terhadap sesama anak bangsa .

Untuk itu KAJ memandang perlu adanya sebuah Komisi di tingkat Keuskupan yang diharapkan mampu mengelola isu, permasalahan, dan hubungan antara umat/warga yang plural yang masuk dalam wilayah administratif KAJ. Maka ada Komisi HAAK di tingkat Keuskupan dan ada Seksi HAAK di tingkat Paroki.

WhatsApp Image 2019-11-06 at 14.38.02-ok

Ibu-ibu Wilayan Sesilia hadir dan aktif berbicara.

Seksi HAAK tingkat Wilayah/Lingkungan

Program Reksa Patoral Komisi HAAK-KAJ  selalu berpegang pada landasan spiritualitas KAJ, “Gembala Baik dan Pelayanan yang Murah Hati”. Dan dalam landasan ini tercakup pelayanan yang misioner, peduli, berintegritas, kompeten, bersaudara dan beriman. Sedangkan dari sisi penggembalaannya menggunakan pendekatan partisipatif, transformatif, dan berbasis data.

“Nah malam hari ini kami hadir untuk memperkenalkan diri Seksi HAAK St Bernadet  di Wilayah St Sesilia,” lanjut Pak Ricy. “Kami adalah perangkat Dewan Paroki yang mengemban tugas dan fungsi HAAK,  yakni menjalin relasi dan hubungan baik serta bekerjasama dengan pihak lain yang ada di wilayah Paroki Ciledug,” imbuhnya.

“Maka kami mengajak dan mendorong bapak ibu di wilayah dan lingkungan ini untuk mau dan mampu berdialog dan bekerjasama secara bijaksana dan penuh kasih dengan penganut agama lain. Nah agar pelaksanaan tugas Seksi HAAK ini lebih dirasakan oleh seluruh umat dan masyarakat sekitar, maka kami akan membentuk Seksi HAAK di tingkat Wilayah/Lingkungan  sesuai anjuran KAJ,” jelas Pak Rikkie lagi.

WhatsApp Image 2019-11-06 at 14.38.13-ok

Pak Rikkie dan yang lain menyimak cerita Pak FX Subardi.

Sudah jalankan fungsi HAAK

Dalam sesi sharing pengalaman hidup bermasyarakat terungkap, rata rata peserta yang hadir sudah terbiasa terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan. Bp Indra Gunawan, Prodiakon yang akrab disapa Mas Igun, dan Bp Yustinus Sulistyo, Ketua Lingkungan Sesilia 1, misalnya, keduanya adalah pengurus RT 03/ RW 02 Kelurahan Sudimara Timur. “Kalau ada kegiatan RT, apalagi kedukaan, kami berdualah yang banyak terlibat,” jelas Mas Igun.WhatsApp Image 2019-11-06 at 14.38.26-ok

Pak Setyo, Ketua Lingkungan Sesilia 4 yang juga Ketua RT.

Pak Sulistyo menambahkan, Mas Igun waktu pileg dan pilpres yang lalu menjadi Ketua KPPS. Masih dari Lingkungan Sesilia 1 ada Bapak FX Subardi yang tinggal di Gang Mesjid Sudimara Timur. Ia  bercerita sering ikut mengurus acara halal bihalal tingkat RT yang selalu diselenggarakan di rumah Bp YB Samino,  tetangga sebelah rumahnya.

Jalan Tuhan

Yang lebih menarik, salah satu peserta malam itu adalah Ketua RT, Bp Michael Setyo Dwi Purwanto yang juga Ketua Lingkungan Sesilia 4. Pak Rikkie pun meminta Pak Setyo untuk menceritakan bagaimana orang Katolik bisa menjadi Ketua RT.

Dengan nada merendah Pak Setyo mengungkapkan ini hanya kebetulan karena tidak ada yang mau. “Tapi mungkin ini juga jalan Tuhan. Di Kelurahan Paninggilan hanya saya RT yang Katolik. Nah biar nggak sendiri, saya mengajak Pak Adrianus menjadi Sekretaris, jadi kalau rapat ada temennya. Puji Tuhan sekarang Pak Adrianus diangkat menjadi Sekretaris RW,” katanya.

“Dalam mengemban tugas ini saya juga tidak menonjolkan diri sebagai orang Katolik, tetapi saya mengerjakannya sesuai  dengan iman Katolik, kejujuran dan rendah hati. Kerjakan yang orang lain tidak mau mengerjakan. Selain Pak Adrianus, sekarang saya juga tambah temen Bp Ignatius Muryanto yang aktif di Paguyuban dan Forum RT RW, bahkan Pak Muryanto pernah menjadi narasumber di Forum itu,” ujar Pak Setyo lagi.

WhatsApp Image 2019-11-06 at 14.40.57-ok

Pak Muryanto aktif di Paguyuban RT-RW.

Pak Ignatius Muryanto berpesan, “Jadi orang Katolik itu nggak usah minder dan kecil hati. Terlibatlah di aneka kegiatan kemasyarakatan jika ada kesempatan. Tantangan dan hambatan pasti ada tetapi jalani saja.”

Menggerakkan kerja bakti

Lain halnya yang disampaikan oleh Bp Alexius Agus Sulianto yang hadir bersama Bp Adrianus Sutardi. Keduanya tinggal di Jl Haji Mencong Peninggilan utara. Pak Sutardi bukan pengurus RT tetapi beliaulah pengerak warga masyarakat untuk urusan kerja bakti dan kebersihan kampung.

Di akhir acara Pak Rikkie mengungkapkan beruntung bahwa ada kegiatan seperti ini, sehingga menambah pengetahuannya sebagai pengurus HAAK. Dan informasi semacam ini penting untuk diketahui banyak umat sehingga mendorong mereka untuk mau dan tidak takut terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan.  “Trimakasih atas perjumpaan malam ini, dan saya berharap bapak ibu mau bergabung menjadi Seksi HAAK di Lingkungan masing masing,” harap Pak Rikkie.

Teks/Foto: Bambang Gunadi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna