Hidup Berhikmat, Belajar dari Si Pemungut Cukai dan Si Anak Pencuri Permen

3 November 2019
  • Bagikan ke:
Hidup Berhikmat, Belajar dari Si Pemungut Cukai dan Si Anak Pencuri Permen
Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Keuskupan Agung Jakarta.

Prosesi awal Misa Penerimaan Sakramen Krisma St Bernadet 2019.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Ignatius Kardinal Suharyo menerimakan Sakramen Krisma kepada 148 peserta dalam Misa Kudus di Gereja Santa Bernadet, Minggu 3 November 2019. Selaku konselebran utama, Bapak Uskup didampingi Pastor Kepala Paroki Ciledug Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.20.56-arya-ok

Pastor Kepala Paroki Ciledug, Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

Gereja mengajarkan bahwa Sakramen Krisma merupakan salah satu dari tiga sakramen inisiasi Kristen,  yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi.  Di dalam sakramen Krisma kita menerima kepenuhan Roh Kudus  sehingga kita dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.20.44-ok

Uskup KAJ memegang baculus pastoralis (tongkat gembala).

Pada upacara penerimaan Sakramen Krisma tahun ini Wilayah Kristoforus mendapat tugas sebagai panitia bersama Tim Seksi Katekese dan Tim Liturgi Paroki, sementara dalam perayaan Ekaristi Sekolah Sang Timur memandu nyanyian, sedangkan Sekolah Abdi Siswa mendapatkan tugas tata laksana.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.41.45-ok

Uskup menerima peserta Krisma didampingi Pastor Paroki.

Anggota DPH Eti Herisusanti menyerahkan para calon Krisma kepada Uskup KAJ. Perayaan Ekaristi berjalan lancar dan khidmad. Para peserta dan orangtua/pendamping memenuhi gereja lantai atas sementara umat lain mengikuti misa di tenda bawah.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.41.43-ok

Krismawan-krismawati maju dengan tertib.

Belajar dari Zakheus

Dalam kotbahnya, Bapak Uskup menyampaikan bahwa kita mesti bertumbuh menjadi pribadi-pribadi yang semakin berhikmat, semakin menyerupai Yesus Kristus Sang Hikmat sendiri.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 16.14.10-jes2-ok

Paduan suara Sekolah Sang Timur Ciledug.

“Contoh seorang yang berhikmat, yang memiliki roh kebijaksanaan dan pengertian, adalah Zakheus, yang tak lain adalah seorang pemungut cukai, seorang yang kaya. Apa yang membuat Zakheus menjadi pemurah hati? Jawabannya tentu saja karena Roh Kudus,” kata Uskup yang dilantik menjadi Kardinal oleh Paus Fransiskus 5 Oktober 2019 itu.

 WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.41.46-ok_1

Suasana di lantai atas Gereja St Bernadet, tertib dan nyaman.

Manusia mampu menjadi pribadi yang berhikmat apabila ia mempunyai pengertian yang benar akan siapakah Allah itu. Untuk menjelaskan hal tersebut, Bapak Uskup menyampaikan cerita tentang anak yang mencuri permen.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 16.14.06-jas-ok

Umat juga memadati tenda bawah.

Adalah seorang anak yang senang sekali makan permen, demikian awal cerita itu. Karena sudah terlalu banyak makan permen, ia diperingatkan ibunya agar tidak mencuri permen yang disimpannya. Tetapi anak itu tetap mencuri permen, mengira tidak ada orang yang melihat tetapi sang ibu mengetahuinya.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.20.37-ok_1

Umat di lantai atas menyanyikan Doa Bapa Kami.

“Nak, meskipun tidak ada orang yang melihat kamu mencuri permen, tahukah kamu bahwa Allah mengetahuinya?” Tetapi anaknya itu malah menjawab, “Oh ya saya tahu, dan Allah menyuruh saya mengambil dua…” Spontan umat tergelak mendengar cerita tersebut.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 16.26.44-jas1-ok

Usai misa penerimaan Krisma, umat menyalami Bapak Uskup.

Bapak Uskup lalu menjelaskan makna cerita itu. Anak tersebut mempunyai pengertian yang benar tentang Allah. Allah itu bukan yang menakutkan dan suka menghukum, tetapi yang penuh kasih. Zakheus, sebagaimana diceritakan dalam Injil hari itu, Lukas 19: 1-10, menjadi pribadi yang berhikmat atau memiliki roh kebijaksanaan karena dia punya pengertian yang benar akan siapakah Allah itu, siapakah Yesus itu, yaitu yang penuh belas kasih.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 20.20.51-ok_1

Anggota DPH Eti Herisusanti mengantar calon penerima Krisma..

“Paham pengertian akan Allah sangat berpengaruh pada kehidupan seseorang. Jika pahamnya salah, maka tingkah laku orang tersebut akan salah juga,” kata Bapak Uskup. “Kepada kita dikaruniakan roh untuk menjadi pribadi-pribadi yang berhikmat. Kuncinya satu, pengalaman akan Allah yang benar akan mencapai pada pengertian bahwa hidup adalah anugerah. Anugerah itu siap untuk dibagikan, sama seperti Zakheus yang mau membagikan hartanya,” ujar Bapak Uskup menutup kotbahnya.

Ucapan syukur dan ramah tamah

WhatsApp Image 2019-11-03 at 16.14.08-jes21-ok

Bambang Hermanto mewakili Dewan Paroki Harian. 

IMG_2148-ok

Foto dengan Panitia Krisma 2019 dari Wilayah Kristoforus.

Sebelum berkat penutup, anggota DPH B Bambang Hermanto menyampaikan ucapan syukur kepada Tuhan, selamat kepada krismawan dan krismawati, terima kasih kepada Uskup KAJ Ignatius Kardinal Suharyo yang telah menerimakan Sakramen Krisma sekaligus ucapan selamat atas dilantiknya menjadi Kardinal dalam consistorium (Sidang Kardinal) 5 Oktober lalu. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada panitia serta petugas pelayanan lainnya.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 13.23.51-ok

Bapak Kardinal bersalaman dengan Ketua Sie Komsos St Bernadet.

WhatsApp Image 2019-11-03 at 13.23.52-ok

Awak Komsos mendapat kehormatan makan bersama Bapak Kardinal.

Usai misa ada sesi foto bersama per kelompok sekolah asal peserta, para petugas liturgi dan petugas-petugas lainnya. Sesudah itu Bapak Uskup dipersilakan menuju ruang PPRI untuk beramah tamah dan makan siang bersama dengan DPH, panitia Krisma, dan awak Komsos.

panitia-ana-ok

Paket untuk penerima Krisma: makan siang, rosario, buku doa.

Teks: Yollanda, Karin/ Foto-foto: Jassen Novaris, Walter Arya, Ana Manurung, Rulianti

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna