Memasuki Oktober 2019 mengingatkan seluruh umat Katolik akan bulan Rosario, bulan yang secara istimewa dipersembahkan untuk menghormati Bunda Maria sebagai Bunda Gereja dan Bunda kita semua.
Teringat akan teladan kesederhanaan Bunda Maria yang begitu bersahaja, peduli, taat, setia, rendah hati, selalu menolong dan mendoakan putra-putrinya, maka kami sebagai putra-putrinya pun ingin tampil seperti sang Bunda Maria.
-ok.jpg?1570987057463)
Terinspirasi oleh kehidupan Sang Bunda, maka kami para putra-putri Wilayah Isidorus mengangkat tema ”meneladani kesederhanaan Bunda Maria namun yang selalu tampil penuh pesona”.
Bagaimana tema itu dijabarkan?
Kesederhanaan kami tampilkan melalui cara kami memadupadankan tanaman bunga dan hias dalam pot tanpa aksesoris yang menonjol. Tanaman dalam pot yang ramah lingkungan akan terus kami pelihara dan rawat agar tetap tumbuh dan berbunga demi indahnya lingkungan hidup sekitar.

Pesona terlihat pada perpaduan dua warna bunga yang serasi, segarnya hijau bunga pancawarna (hortensia) yang menggambarkan kesegaran jiwa seluruh umat yang memandangnya dan cantiknya pesona merah bunga kastuba sebagai pusat pandang siapapun yang tergoda akan cerah warna yang ditampilkannya. Sungguh merupakan 2 warna yang menghidupkan sekitar altar yang dilengkapi dengan keragaman berbagai tanaman hias dalam pot sebagai padu padan yang sangat mempesona.
-ok.jpg?1570987677212)

Kastuba putih kami tonjolkan di sebelah kanan kiri tabernakel sebagai gambaran sucinya tempat kudus Yesus yang bertahta.
-ok.jpg?1570988922727)
Pada Gua Maria sebagai sarana perjumpaan rohani antar anak dan ibu, kami letakkan bunga mawar, bunga kastuba, lily putih, dan beberapa tanaman yang menambah semaraknya gua sebagai tempat doa untuk mengucapkan terima kasih kepada Buda Maria sebagai perantara doa-doa yang dihaturkan kepada Yesus Sang Putra. Juga bagi yang bersyukur atas kepedulian Sang Bunda dalam mendampingi kehidupan.

Seluruh proses ini kami kerjakan bersama dari perwakilan lingkungan Isidorus 1 s/d 5. Persiapan mengumpulkan pot tanaman hias dari masing-masing lingkungan dan juga bunga-bunga yang perlu kami beli dari tukang bunga sekitar gereja.
Untuk memperindah altar kami membutuhkan dana untuk membeli beberapa tanaman sebesar Rp 1.045.000, yang dibagi 5 lingkungan. Tujuannya untuk menggambarkan kebersamaan dan, setelah pembongkaran dekorasi altar, bunga-bunga yang kami beli dijual ke lingkungan Isidorus yang hasilnya kami serahkan ke kas wilayah Isidorus. Kami dan penjual bunga pun dipenuhi rasa sukacita karena saling memberkati.

Proses mempercantik altar kami selesaikan dalam waktu 2 jam. Dan sebagai tanda hormat kami kepada Bunda setelah selesai tugas kami menghias altar, kami foto bersama di depan Gua Maria.
Inilah kebersamaan Wilayah Isidorus. Inilah kami dari wilayah Isidorus tampil dalam kesederhanaan.
Pinang, 5 Oktober 2019. Salam hangat,
Korwil Wilayah Isidorus
Ibu Yude
Foto-foto: Carolus Wahyu