Sesudah mengikuti misa Jumat pertama, 4 Oktober 2019, beberapa bapak-bapak dari Wilayah Loyola tidak langsung pulang tetapi memperbaiki kipas-kipas angin di tenda bawah yang tidak berfungsi karena memang rusak.

Malam itu sudah lewat dari jam 10 malam, mereka masih “asyik” membersihkan dan memperbaiki sarana kegiatan umat itu.

“Bener-benerin kipas tenda bawah yang pada rusak, dibersihin, dicat ulang,” jawab Pak Thomas Suraya ketika ditanya ada kesibukan apa malam itu. “Ini kepedulian teman-teman Loyola. Kipas sudah cukup lama tidak berfungsi, kotor, perlu dirawat, dicuci, dan ganti selang,” tambahnya.

Pak Thomas enggan menjawab ketika ditanya sebenarnya siapa yang harus bertanggung jawab atas kipas-kipas angin yang rusak karena tidak terawat itu. “(Kegiatan) Ini sarana ngumpul-ngumpul teman-teman saja,” jawabnya diplomatis

Seminggu sebelumnya, Sabtu, 28 September, bertepatan dengan Gathering Emmaus Journey, warga Loyola juga melakukan kerja bakti di tenda bawah. Sarana-sarana kegiatan seperti tempat untuk “majalah dinding” yang biasa dipakai untuk menempelkan berbagai pengumuman/informasi mereka perbaiki, dibersihkan dan dicat lagi.
-ok.jpg?1570645502378)

Jumat malam itu, sekitar jam 22.15, ketika ditanya mau sampai jam berapa bekerja, Pak Thomas menjawab singkat, “Ini masih beresin satu kipas lagi.”


-ok.jpg?1570645746288)
Semoga dengan diperbaikinya kipas-kipas angin tersebut, prasarana kegiatan/ibadat tenda bawah kian teratasi gerahnya ketika digunakan. Terima kasih, warga Loyola, atas kepeduliannya.
Teks: ps/ Foto-foto: Stevanus Pristi, Darmadi, Thomas Suraya