Aku Bahagia Bisa Kembali Melayani sebagai Pemazmur

8 Oktober 2019
  • Bagikan ke:
Aku Bahagia Bisa Kembali Melayani sebagai Pemazmur
Peminat jadi Pemazmur, Minggu (6/10)  dari semua umur.

Minggu 6 Oktober 2019 tampak berbeda. Ada keramaian di depan ruang PPRI setelah misa kedua. Rupanya ada pelaksanaan Seleksi atau Audisi bagi Anggota Pemazmur baru Gereja Santa Bernadet.

Sekitar 27 orang hari itu antre untuk melakukan proses seleksi. Sebenarnya jumlah dari seluruh pendaftar ada 50 orang mulai dari tingkat anak-anak, OMK sampai dewasa, namun akhirnya 27 calon dari 31 calon yang memenuhi syarat  untuk bisa mengikuti seleksi.

siji-ok

Panitia pendaftaran calon Pemazmur sibuk melayani.

Proses seleksi dibagi menjadi 2 tahap, yaitu Tahap Teknis Vokal dan Tahap Wawancara. Tahap Teknis Vokal dilakukan oleh Bp Nayoko dan Bp Edi, sementara Tahap Wawancara dilakukan oleh Bp Sunaryo,  Bp Anton, dan Bp Totot.

Dalam Tahap Teknis Vokal dilakukan dengan cara hearing sebagai bobot utamanya, yaitu dengan membunyikan beberapa nada di keyboard dan peserta harus menirukan sesuai nada tersebut, lalu diminta menyanyikan ayat  Mazmur Minggu 6 Oktober atau boleh memilih sendiri dari buku MTA.

telu-ok

Calon Pemazmur remaja antre untuk ikut audisi: next generation.

“Kebetulan kemarin pas no 1 waktu dipanggil, tapinya gak apa-apa  kok sudah siap di bagian Teknik dan langsung disodorkan notasi dan buku Mazmur, lalu mengikuti notasi organ penguji sesuai nada yang dilantunkan dari nada rendah sampai oktaf yang tinggi,” cerita Pak Joedho dari Wilayah Fabiola.

“Lalu untuk motivasi sepertinya Tuhan Yesus sedang berkarya dalam diri saya dan Roh Kudus yang menyemangati untuk ikut serta dalam kesempatan tersebut. Mudah-mudahan bisa ikut serta melayani di dalam ladang Tuhan,“ imbuh pria yang masih tetap semangat meskipun sudah memasuki usia senior itu.

loro-ok

Audisi untuk calon Pemazmur di ruang PPRI.

Sempet deg-degan, sih, soalnya ada tes hearing juga. Kebetulan aku agak lemah di hearing,” kata Boni dari Wilayah Monika. “Tempat audisi yang terpisah antara tahap teknis vokal dan wawancara akan jauh lebih membantu agar tidak terganggu,” imbuhnya. Dan Boni yang masuk kategori OMK ini sangat bahagia karena bisa kembali melayani ketika memilih menjadi Pemazmur.

OMK, “next generation”

Tahap hearing dimaksudkan agar calon Pemazmur benar-benar mempunyai pengetahuan tentang nilai notasi pada lagu, sehingga nantinya tidak menemui kesulitan dan lancar saat belajar sendiri lagunya. Sementara tahap wawancara untuk mengetahui arah motivasi, seberapa besar komitmen ke depannya dan juga mengkomunikasikan kondisi-kondisi yang akan dihadapi jika sudah menjadi Pemazmur aktif.  

Tampaknya kali ini Kelompok Pemazmur benar-benar mempersiapkan calon anggota Pemazmur dengan lebih baik. Buktinya apabila para calon Pemazmur ini lolos melewati tahap audisi, masih ada Workshop untuk 3 Sesi yang wajib diikuti, yaitu Mazmur sebagai Liturgi, Cara Menyanyikan Mazmur, dan Tata Busana dan Tata Gerak. Apabila tahap ini sudah dilalui maka rencananya bulan Desember 2019 ini para Pemazmur dilantik dengan masa tugas 2 tahun.

WhatsApp Image 2019-10-07 at 12.58.26-ok

Sr Agusta PIJ ikut berpatisipasi.

Menurut Koordinator Kelompok Pemazmur St Bernadet, Stephanus Herwinoto yang biasa dipanggil Mas Totot, “Tujuan diadakan Audisi ini adalah menjaring Pemazmur, terutama anak-anak OMK untuk regenerasi dan menyiapkan next generation pemazmur.”

“Dan mengaudisi Pemazmur wajib dilakukan mengingat tugas menyanyikan Mazmur adalah tanggung jawab yang berat.  Selain olah vokal yang prima, Pemazmur juga harus mempunyai kekuatan mental yang mantab. Bisa terjadi Pemazmur yang sudah berlatih berkali-kali dan sudah senior pun, jika mentalnya tidak siap, menyanyikannya bisa salah. Dan karena gugup, nyanyinya makin salah. Menghadapi umat dari sisi altar itu tidak mudah”.

enem-ok

Para Pemazmur senior bersama Ketua Sie Liturgi, Yulianus Sunaryo.

Tampaknya panitia, yang semuanya adalah anggota Kelompok Pemazmur St Bernadet, sudah lebih dulu berkecimpung dalam pelayanan dengan cukup bahagia dan bisa bernafas lega atas partisipasi umat dalam keikutsertaan kali ini. Bergabungnya Sr Agusta PIJ dari Wilayah Maria yang tinggal di Susteran Sang Timur tentu makin menambah semangat semua yang hadir hari itu.

 limo-ok

Koordinator Komunitas Pemazmur St Bernadet, Mas Totot (kanan).

Sempat terlintas di benak, “Suster aja yang sudah sibuk masih mau melayani, masak kita diem aja he-he-he…”

Tetap semangat dalam pelayanan…

Teks: Arum Pranastuti/ Foto-foto: Bambang Gunadi

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna