SAPA Bertujuan Memudahkan Kalkulasi Anggaran dan Monitoring di Paroki

7 Oktober 2019
  • Bagikan ke:
SAPA Bertujuan Memudahkan Kalkulasi Anggaran dan Monitoring di Paroki
Peserta sesi 1 pelatihan SAPA di ruang PPRI, Sabtu (5/9).

Perkembangan teknologi adalah sesuatu yang menggembirakan dan sedapat mungkin juga dimanfaatkan oleh Gereja untuk mengembangkan karya pelayanan. Mungkin awalnya, kalau baru melihat, akan terasa sulit dan memberatkan atau bahkan malah terasa membebani para pengurus Gereja. Tetapi dengan mau belajar lama-lama akan menjadi mudah dan lancar.

Sambutan Romo Lam-ok

Sambutan oleh Romo Lammarudut Sihombing, CICM.

Demikian sambutan Romo Lamma Sihombing CICM selaku Pastor Paroki pada pelatihan sistem SAPA (Sistem Aplikasi Program Karya dan Anggaran) untuk para Ketua Seksi dan DPH pendamping di ruang PPRI Pinang Paroki Ciledug.

Pelatihan diselenggarakan pada Sabtu 5 Oktober 2019, pukul 08.00-11.00 untuk Sesi 1 yang terdiri dari Seksi SKK, Seksi SKKS, Komsos, Seksi Panggilan, Kepemudaan, SPIG, Kesehatan beserta DPH pendamping.

Peserta Sesi 2-ok

Peserta sesi 2.

Sedangkan sesi 2 pukul 12.00-15.00 yang diikuti oleh Seksi Pekad, Pendidikan, Liturgi, HAAK, Katekese, Lingkungan Hidup, Litbang , Pelayanan Kematian, juga bersama DPH Pendamping. Menurut Ibu Christina Ayu Shinta Dewi, Sekretaris DPH, hal ini dilakukan karena keterbatasan tempat dan prasarana, juga agar pelatihan lebih efektif.

Romo Lamma dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada para Ketua Seksi yang sudah mau meluangkan waktu untuk belajar, juga untuk para anggota DPH pendamping.

“Romo juga bersyukur di Paroki ini juga ada orang-orang  yang paham tentang hal-hal IT seperti ini, dan mau meluangkan waktu untuk ikut membantu keperluan paroki. Maka Romo juga berterima kasih kepada Tim SAPA Bernadet yang sudah mau belajar duluan dengan Tim SAPA KAJ, dan sekarang mengajari para Ketua Seksi dan DPH. Nanti Romo juga belajar,” kata Romo Lamma.

Bu Joice Pengantar umum-ok

Bu Joyce memberikan pengantar umum pelatihan SAPA.

Harus rinci dan terstruktur

Dalam pelatihan ini penjelasan umum disampaikan oleh Ibu Fransisca Joyce Saraswati yang akrab disapa Ibu Joyce selaku Berdahara DPH. Ia jelaskan apa itu SAPA. SAPA adalah Sistem Aplikasi Program Karya dan Anggaran.

“Maka nanti dalam aplikasi ini kita akan memasukkan secara terperinci apa kegiatannya, pesertanya siapa, jumlahnya berapa, waktu pelaksanaannya kapan, biayanya, apa saja sumber pendanaannya,  dari mana semua harus terperinci,” jelas Ibu Joyce.

Nah, apa yang membedakan, kalau tahun-tahun sebelumnya para Ketua Seksi di awal tahun sama harus menyusun program karya dan anggarannya? “Yang membedakan, kalau dulu kita boleh menulis global-globalnya saja baik pengeluaran maupun pendanaan, sekarang dalam SAPA semua harus terperinci dan detail dari awal,” tambah Ibu Joyce.

Peserta dipandu Parktek langsun-ok

Peserta dipandu praktek langsung SAPA.

Semuanya itu, kata Bu Joyce, dimasukkan dalam sistem aplikasi yang sudah terstruktur. Manfaatnya adalah bahwa kebutuhan anggaran paroki akan mudah untuk dikalkulasi dan kegiatan dapat dimonitoring pelaksanaan dan hasil pencapaiannya oleh DPH pendamping.

Selanjutnya untuk praktek langsung menggunakan sistem SAPA Dummy atau latihan yang dipandu oleh Bambang Gunadi dari Komsos dan Bambang Susilo dari Tim Data. Pada sesi ini seluruh peserta dapat membuka sistem SAPA lewat laptop masing masing dan dipandu langkah-langkahnya tahap demi tahap hingga menghasilkan Program Karya lengkap dengan anggaran secara terperinci.

WhatsApp Image 2019-09-16 at 10.16.30 PM-ok

Pelatihan SAPA Dekenat 1 dan 2 di Gereja Laurensius, 16/9.

Waktu latihan yang hanya sekitar 3 jam dirasa kurang , karena sistem ini berbasis web, sehingga para peserta dapat berlatih sendiri di rumah. Harapannya nanti akhir bulan Nopember 2019 semua sudah lancar dan dapat memasukkan seluruh Program Karya 2020 ke sistem SAPA live atau yang sebenarnya.

Teks: Bambang Gunadi/Foto: Bambang Gunadi, Stevanus Pristi

Tags
pelatihan

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna