Altar memiliki peranan sentral dalam Liturgi Gereja Katolik. Altar merupakan tempat untuk menghadirkan kurban salib dengan menggunakan tanda-tanda sakramental; Altar sekaligus merupakan meja perjamuan Tuhan, dan dalam Misa umat Allah dihimpun di sekeliling altar untuk mengambil bagian dalam perjamuan itu. Kecuali itu, altar merupakan juga pusat ucapan syukur yang diselenggarakan dalam Perayaan Ekaristi.

Itulah sebagian kecil penjelasan dari Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) 296 yang menjadi rujukan awal Wilayah Ignatius de Loyola. Bagaimanakah wilayah ini, dalam lomba dekorasi Gereja Santa Bernadet, memaknai altar sebagai simbol rasa syukur orang beriman? Itulah yang dipersembahkan dalam dekorasi altar 21-22 September 2019.

Dengan tema go green dan dalam konteks tahun berhikmat, Wilayah Loyola mengajak kita semua untuk melestarikan Bumi, bermurah hati dan rela berbagi dalam hikmat kebijaksanaan.


Semua anugerah Tuhan yang ada di dunia ini, khususnya pohon-pohon dan buahnya, merupakan simbol yang layak digali maknanya, sehingga kita layak untuk bersyukur. Mari kita saksikan bagaimana semua itu dituturkan lewat video pendek berikut ini.
Teks: Wilayah Loyola, ps/ Foto-foto: Hari Kristanto/ Video: Hari Kristanto/KOMSOS