Pak Mateus Suparto, Katekis Andal Itu Telah Berpulang ke Rumah Bapa

9 September 2019
  • Bagikan ke:
Pak Mateus Suparto, Katekis Andal Itu Telah Berpulang ke Rumah  Bapa
Romo Lamma memimpin misa requiem Pak Mateus, Senin (9/9).

Salah seorang pelayan Tuhan  dari Paroki Ciledug, katekis senior Gereja Santa Bernadet, Bp Mateus Suparto, telah berpulang pada hari Minggu, 8 September 2019, di Rumah Sakit Bhakti Asih Ciledug.

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.37.57-ok

Bacaan Sabda Tuhan dalam misa requiem.

Misa Requiem dipimpin Romo Lammarudut Sihombing, CICM, di rumah duka, Lingkungan Thomas 4, Pondok Lestari. Jenazah Pak Mateus diistirahatkan di pemakaman Selapajang.

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.38.36

Upacara menjelang tutup peti. 

Pak Mateus adalah katekis pertama di Paroki Ciledug, bahkan sejak paroki ini belum berdiri sendiri tetapi masih menjadi satu dengan Paroki Tangerang Gereja Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB). Banyak di antara umat yang mengenang almarhum sebagai seorang katekis yang mengabdi dengan sepenuh hati.

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.36.37-ok

Para pelayat yang mengenal baik almarhum Pak Mateus.

Karena itu, meskipun kabar tentang sakitnya sudah diketahui beberapa waktu lalu, berita duka meninggalnya Pak Mateus membuat banyak orang di antara umat merasa kehilangan  karena almarhum adalah katekis yang sangat  berjasa dalam mengembangkan iman umat Paroki Ciledug.

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.38.24-ok_1

Para pelayat, sahabat-sahabat dekat almarhum.

Rasa kehilangan itu antara lain terungkap dari banyaknya ucapan belasungkawa yang beredar di sejumlah grup WA di lingkup Paroki Ciledug dan banyaknya para pelayat yang hadir dalam misa requiem. “Pak Mateus adalah katekis andal Paroki Ciledug,” bunyi salah satu unggahan di salah satu grup WA.

"Pendeta Katolik"

Pak Steven Madyo Sukarto ketika mendapat kesempatan berbicara mengatakan bahwa Pak Mateus dikenal baik oleh warga sekitar kompleks. Bahkan ketika duduk ngopi oleh  para pedagang kaki lima Pak Mateus mendapat stempel "Bapak Pendeta Katolik" yang baik hati dan merakyat.

WhatsApp Image 2019-09-09 at 19.34.52(1)-ok

Pak Steven tahu dan kenal baik Pak Mateus semasa hidupnya.

Sementara itu salah seorang warga senior, Bp FX Margono, Senin kemarin di grup WA-nya menulis, “Hari ini melayat sahabatku Bapak Mateus Suparto. Saya jadi teringat peristiwa beberapa dekade lalu. Ketika itu Pak Mateus Suparto memimpin upacara pemberangkatan jenazah ke tempat peristirahatan terakhir seorang ibu warga lingkungan.”

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.36.54-ok

Upacara menjelang peti dimasukkan ke tempat pemakaman.

“Dalam menutup kotbahnya beliau bertanya pada yang hadir, ‘Siapa bapak ibu sekarang yang mau menyusul?’ Saat itu tidak ada seorangpun yang   menjawab.”

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.37.28

Sejumlah prodiakon memimpin ibadat pemakaman.

“Ternyata pertanyaan tersebut terjawab oleh beliau sendiri, ketika kemarin beliau dipanggil Tuhan, dan hari ini Pak Mateus diantarkan ke tempat peristirahatan terakhir di TPU Selapajang. Selamat jalan Pak Mateus. Semoga Pak Matius disambut Allah dalam kebahagiaan kekal di surga mulia. Pak Mateus,  Selamat jalan menuju rumah Bapa. Terimakasih atas pelayanan pak Mateus yang sungguh besar bagi perkembangan Gereja Sanberna.”

WhatsApp Image 2019-09-09 at 18.36.20-ok

Jenazah Pak Mateus dimakamkan di TPU Selapajang.

Teks & Foto: Edward Joedho, Komunitas Simeon-Hanna

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna