Pembekalan Pembina BIA-BIR, “Say with Picture and Say with Song”

28 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
Pembekalan Pembina BIA-BIR, “Say with Picture and Say with Song”
Praktek simulasi mengajar kelompok.

Para pembina BIA BIR antusias mengikuti pembekalan pada 18 dan 25 Agustus 2019 di Balai Metro Permata, setelah pembekalan 3 dan 4 Agustus. Apalagi para pemateri dari Komkat KAJ piawai menciptakan suasana yang menarik dan menyenangkan.

Sekadar kilas balik, pembekalan pertama keren. Bertajuk “Motivasi dan Spiritualitas”, materi dibawakan oleh Kak Chris dan Kak Yeyen. Sangat seru, karena materi disampaikan dengan alat bantu sulap. Sekadar informasi, Kak Chris itu ayah dari pesulap The Scared Riana yang ada di TV itu.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.50.24-ok

Pemateri: Kak Hendro, Kak Yoan, Kak Sisca.

Tema pembekalan kedua “Karakteristik Anak BIA dan BIR” dibawakan oleh Kak Fifin dan Kak Marina. Sedihnya, hari itu, Minggu (4/8), ketika acara dimulai, lampu tiba-tiba padam. Sambil kipas-kipas, peserta saling memperkenalkan diri dan sharing.

Kak Fifin mengatakan, zaman sekarang banyak generasi muda katolik tidak mau terlibat dalam urusan mengajar, padahal saat ini banyak sekolah yang membutuhkan guru katolik.

WhatsApp Image 2019-08-25 at 14.53.11-ok

Suasana pembekalan terakhir pembina BIA-BIR.

“Say (it) with picture…”

Ungkapan “say (it) with flower” biasa kita dengar di Valentine's Day sebagai pesan untuk para lovers. Tetapi untuk anak-anak BIA-BIR ungkapan itu mesti dimodifikasi, “say with picture and say with song”.

Anak-anak suka dengan gambar-gambar dan bernyanyi. Itulah sebabnya menyampaikan pesan kepada mereka akan lebih kena sasaran jika lewat bahasa gambar dan bahasa lagu.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.50.26

Kak Yoan

Itulah inti yang disampaikan Kak Selni dan Sr Theresia Asia Lori M, OSU pada  pertemuan ketiga dengan tema “Aneka Metodologi BIA dan BIR”, 18 Agustus 2019. Karena itu peserta diajak bernyanyi-nyanyi sambil belajar metodologi berbicara kepada anak-anak.

Tentu menyampaikan pesan kepada anak-anak bisa dengan bantuan berbagai alat peraga, drama, cerita, dan pantomim. “Say with picture and say with song,” kata Sr Theresia. Kalau ada pembinaan BIA-BIR selalu ada nyanyi-nyanyi karena itulah metode penyampaian pesan yang sesuai dengan dunia mereka.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.50.25

Kak Hendro.

Pertemuan terakhir, 25 Agustus, dimanfaatkan untuk praktik membuat modul dan simulasi, yang dibina Kak Hendro, Kak Yoan, dan Kak Sisca. Di pertemuan ini suasana penuh tawa mewarnai awal sampai akhir acara.

Awalnya peserta diajak bermain untuk melatih fokus. Ternyata, beberapa kakak yang sudah berumur kurang cepat tanggap atas perintah Kak Hendro! Walaupun salah, toh mereka malah tertawa terbahak-bahak.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.50.38-ok

Tidak boleh mengintip, cari kelompok dengan nama hewan.

Karena itulah mereka segera diberi materi tentang pembuatan modul dan simulasi dalam kelompok.

Pembentukan kelompoknya unik, yaitu setiap peserta mengambil segulung kertas bertuliskan nama-nama hewan dan masker mulut. Instruksinya: carilah kelompok dengan mata ditutup masker, kemudian meniru suara hewan yang didapat. “Jangan ada yang ngintip ya,” kata Kak Yoan.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.50.39-ok

Mata ditutup masker dan harus cari kelompoknya.

Begitu ada aba-aba satu… dua… tiga… terdengarlah suara-suara para peserta, “Guk… guk… guk…aakk-aakk… mbekk… mbekk… auu…auu, moo… moo…”

Seketika ruangan menjadi ramai dan penuh tawa. Ada yang nabrak tiang… tapi ada juga yang langsung dapat kelompoknya. Ada juga yang tidak menemukan anggota kelompoknya, kelompok serigala namanya.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.51.26-ok

Romo Lamma memberikan sambutan dan ucapan terima kasih.

Simulasi: “rempong”

Selesai membuat modul, dipersilakan kelompok mana yang mau simulasi duluan. Kalompok serigala dengan semangat dan kepedeannya segera maju ke depan. Pura-puranya, peserta lain jadi adik-adik BIA dan kelompok serigala kakak pembinanya.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.51.13-ok

Kelompok sedang membuat modul pengajaran.

Pengakuan dari kelompok serigala,”Ternyata ngajarin kakak-kakak yang punya umur banyak lebih capek dan rempong (repot banget) daripada ngajarin adik-adik BIA yang sebenarnya.” Akibat ulah kakak yang menjadi adik, semua pemateri pun tertawa terbahak-bahak.

WhatsApp Image 2019-08-28 at 21.51.39-ok

Romo Lamma memberikan sertifikat partisipasi ke peserta.

Saking serunya, tak terasa waktu sudah habis. Selanjutnya Romo Lamma menutup acara dengan ucapan terima kasih dan pembagian sertifikat keikutsertaan kepada para peserta.

Teks: Chionia Karesi/ Foto-foto: Jassen Novaris, Nikolaus Tegar, GM Budi Suryanto

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna