Tarian kelompok senior Simeon-Hanna St Bernadet termasuk diperhitungkan, tidak hanya di tingkat paroki dan Dekanat Tangerang, tetapi bahkan di tingkat Keuskupan Agung Jakarta. Pada waktu perayaan HUT RI ke-74 Paroki Ciledug, 17 Agustus, tarian dengan instruktur Bu Yetta itu mampu menggerakkan semua yang hadir dalam perayaan tersebut.

Sabtu, 24 Agustus 2019, komunitas Simeon-Hanna St Bernadet dipercaya untuk mengisi acara dalam acara Festival Seni dan Budaya Komunitas Adiyuswa (senior) di Wisma Siti Maryam, Gereja St Andreas Paroki Kedoya.

Dalam acara yang dihadiri 523 warga lansia se-KAJ itu, termasuk Moderator Romo Martinus Hadiwijoyo dan Ketua Lansia KAJ Bp Johanes Surya, komunitas Simeon-Hanna St Bernadet menyajikan tari Tobelo.

Lagu Tobelo sendiri berasal dari Maluku Utara yang pesan syairnya bisa dimaknai bukan hanya persahabatan tapi juga cinta tanah air. Syair lagu itu sendiri menceritakan kerinduan perantau akan kampung halamannya.

Dalam acara festival tersebut, komunitas Simeon-Hanna mendapat waktu 10 menit, meskipun waktu menunggunya seharian, sehingga beberapa anggota penari sempat tertangkap kamera sedang memejamkan mata karena capek.

Walaupun demikian, bagi para peserta senam irama itu pengalaman mengisi acara tersebut dirasa sangat menggembirakan, khususnya bagi peserta bapa-bapak yang baru pertama kali tampil.

Karena diadakan di bulan Agustus, festival tersebut penuh nuansa nasionalisme. Festival Budaya KAJ itu dibuka dengan 2 grup tari yang diiringi vandel dekenat, dilanjutkan lagu Indonesia Raya, kemudian foto perwakilan peserta yang ikut membuka festival.

Sesudah itu pidato Romo Hadi dan Bp Yohanes. Lalu ada perkenalan ketua-ketua lansia dekanat dan penampilan para peserta festival, seperti grup-grup kulintang dan lain-lain.
Selamat untuk komunitas Simeon-Hanna St Bernadet yang sudah berpartisipasi dalam acara Festival Seni dan Budaya Komunitas Pastoral Adiyuswa KAJ.
Teks: Edward Joedho/ Foto-foto: Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet