Komunitas Simeon-Hanna Santa Bernadet sibuk menari. Sesudah mengisi acara HUT RI Paroki Ciledug pekan lalu, Sabtu besok (24/8), bakal mengisi acara di Festival Seni dan Budaya Komunitas Pastoral Adi Yuswa se-KAJ, di Aula Siti Maryam, Gereja St Andreas Kedoya, Jakarta Barat, dengan tarian Goyang Tobelo.

Untuk itu, mereka rajin berlatih dengan instruktur Bu Yetta Rabu lalu dan Jumat ini, dengan mendengarkan lagu Tobelo.
“Tari ini kalau tidak ada bapak-bapaknya tidak bagus,” kata Bu Yetta ketika melatih bapak-bapak di Aula Pinang, Jumat (23/8). Karena itulah, bapak-bapak dilatih secara khusus. Selama ini, jumlah ibu-ibu yang ikut latihan memang lebih banyak dari bapak-bapaknya.

Goyang Tobelo belakangan termasuk digemari sebagai tarian pergaulan. Syair lagu asal Maluku Utara ini berisi pesan menjunjung tinggi rasa persahabatan dan cinta tanah air.

Menurut Bu Agnes Hariyastini, anggota Komunitas SH, merupakan kehormatan bahwa komunitas Simeon-Hanna mendapat kesempatan mengisi acara di hajatan yang dihadiri perwakilan lansia dari 60 paroki se-KAJ itu untuk mewakili Dekenat Tangerang 1. Untuk peserta festivalnya, yang mewakili adalah Paroki Curug Gereja Santa Helena.

Bapak-bapak yang akan ikut mengisi Goyang Tobelo sepakat untuk mengenakan pakaian tradisional, surjan dan blangkon.

Diperkirakan dari Paroki Ciledug akan berangkat sekitar 25 orang warga senior, termasuk para penggembira.
Teks & Foto: Edward Joedho, ps