Enam anggota OMK Kristoforus berkumpul Minggu, 11 Agustus malam di rumah Korwil, Kompleks Pinang Griya Permai. Mereka adalah Ana, Oni, Lilik, Karin, Rawuh, dan Eric. Orang-orang muda itu tengah berembuk untuk mengikuti lomba Video Seven Minutes Bible Sie KKS paroki menyongsong Bulan Kitab Suci Nasional 2019.

Dari percakapan mereka, diputuskan untuk memilih lebih dulu 3 perikop dari Kitab Suci dan membuat analogi cerita kekiniannya dari masing-masing perikop. Ketiga perikop itu adalah Filipi 4:6, Amsal 12:15, dan Matius 25:1.

Perikop-perikop dan cerita analoginya tersebut kemudian disebar ke WA Group OMK Kristoforus untuk divoting. Setelah terpilih satu perikop berdasarkan pilihan suara terbanyak, dibuatlah script-nya. Sesudah itu ditentukan siapa-siapa saja pemeran-pemeran utama dan pemeran lainnya. Terpilihlah Oni, Angel, Bu Stefanus, Pak Stefanus dan Bu Patresia Florentina, serta para pemain latar lainnya.

“Tapi di tengah-tengah syuting kita semua menambahkan improvisasi pada script-nya supaya lebih greget ceritanya, meskipun harus tetap sesuai plot cerita yang diinginkan dari awal,” kata Ana ketika dihubungi Selasa (20/8).

Jumat, 16 Agustus tes kamera sekaligus nyicil syuting. Hari Sabtu, 17 Agustus, syuting dilakukan di rumah Bu Stefanus dan Bu Patresia untuk adegan-adegan yang berhubungan dengan keluarga. Semua adegan yang seting tempatnya di rumah diselesaikan Sabtu itu juga.

Syuting selanjutnya hari Minggu, 18 Agustus, di Sekolah Sang Timur untuk adegan di sekolah. Karena tidak menemukan pembawa kunci ruang kelas, syuting dilakukan di BSS Sang Timur.
Di sini ada pemandangan yang tidak biasa. Juru kamera Ana, ketika mengambil adegan, duduk menghadap ke belakang di jok motor, sementara motor dengan mesin yang dimatikan itu didorong ke depan pelan-pelan oleh dua orang.

Cerita yang mereka garap cukup serius, tetapi syutingnya tak jarang mereka lakukan dengan banyak canda, khas candaan anak-anak kekinian dengan tawa-tawa lepas.
Sejak awal mereka sudah membagi tugas. Ana sebagai juru kamera, merangkap sutradara dan editor. Oni dan Rawuh mengurusi perlengkapan properti. Kakak beradik Lilik dan Karin mencari talent. Sedang Eric bertanggung jawab untuk bagian lighting.

Di tangan Eric, yang memang punya hobi IT, senter HP dan senter sikat yang terhubung ke power bank dirakit sedemikian rupa untuk lighting. “Lighting yang sederhana sekali,” jelas Ana yang punya nama lengkap Juliana Cecilia Manurung itu.

“Kan pembuatan film ini kita nggak ada bujet, jadi mesti sekreatif mungkin mengadakan sesuatu yang nggak ada. Tools kita kemarin cuma kamera dan tripod. Lighting kita rakit sendiri, lalu untuk audio kita mainin di editingnya,” imbuh Ana.

Untuk pengambilan gambar Ana memakai kamera mirrorless punya sendiri. “Ringan bawanya,” katanya lagi.

Bukan kali ini saja Ana membuat film pendek. Di kantornya dia pernah bikin. Tapi Lomba Video Sie KKS kali ini baginya cukup menantang. Maka sesudah ikut Workshop Video Pendek Sie Komsos di Sekolah Absis dengan narasumber praktisi film, Ita Sembiring, 11 Agustus lalu, malam harinya Ana langsung mengajak teman-teman OMK Kristoforus ikut lomba.

“Saya agak khawatir pertama karena pas ditawarin peran banyak yang menolak juga. Untung ada temen-temen yang masih mau aktif dan mau bantu meski agak dipaksa. Lalu ada orang tuanya yang mau diajak kerja sama untuk berperan dalam pembuatan film ini,” kata Ana. “Kami sebenarnya mengharapkan banget semua bisa aktif, gak cuma yang itu-itu aja orangnya.”

Target mereka paling lambat Jumat video selesai, tetapi ternyata bisa lebih cepat. Rabu kemarin, sebuah video pendek berjudul Sebuah Pilihan mereka serahkan ke panitia.

Ditanya apakah punya target untuk menang, secara diplomatis Ana menjawab, “Sebenarnya OMK Kristoforus pada prinsipnya yang penting berpartisipasi dulu. Kalau menang ya Puji Tuhan, kalau tidak menang pun tetap Puji Tuhan ha-ha-ha-ha…”

Teks: ps/ Foto-foto: OMK Kristoforus