Gelaran lomba olah raga dalam rangka memperingati hari kemerdekaan negara kita Indonesia lazim diadakan di berbagai tempat. Demikian juga di Paroki Ciledug Gereja Santa Bernadet. Salah satu cabang andalan yang setiap tahun dipertandingkan adalah olah raga bola voli.
Menurut salah seorang anggota panitia 17-an Paroki Ciledug dari Wilayah Petrus, yang menggembirakan adalah lumayan banyaknya peserta dari masyarakat sekitar gereja.

Untuk voli putri ada Tim Karang Taruna Pinang, RT 008, Kayu Gede, Bayangkari, dan RT 006. Sementara untuk voli putra ada tim dari Pondok Serut, Binamas-Polri, RT 006 dan Kayu Gede.
Sedang dari umat Gereja Bernadet ada tim Wilayah Monika, Loyola, WKRI, Paulus, Sesilia untuk tim putri, dan tim putra dari Wilayah Paulus, Sekolah Absis, Agustinus, Petrus, Sesilia, dan Petugas Keamanan.

Pertandingan hari Sabtu 17 Agustus 2019 jam 14.00 merupakan pertandingan final voli putra RT 006 melawan Wilayah Paulus. Pertandingan berlangsung cukup seru dan menarik karena terjadi adu serang dengan smes smes keras.
Set pertama dimenangkan Tim RT 006 dengan skore 25:18 untuk kemenangan Tim RT 006. Tim Paulus berusaha mengejar ketinggalan di set kedua namun Tim RT 006 cukup tangguh menahan gempuran Tim Paulus. Pertandingan berakhir degan skor 25:19 untuk kemenangan RT 006. Dengan demikian RT 006 keluar sebagai juara pertama dan Tim Paulus juara kedua.

Setelah final voli putra di tempat yang sama, pertandingan dilanjutkan dengan final voli putri Wilayah Monika melawan tim Kayu Gede. “Tim Kayu Gede merupakan warga sekitar Gereja Santa Bernadet yang setiap tahun selalu mengikuti pertandingan 17-an di Gereja ini,” ungkap Mbak Tasya, salah satu pemain.

Tahun ini Tim Kayu Gede diperkuat pemain baru Amel, wanita berkerudung yang hobi main voli sejak SMA. “Saya suka main voli sejak SMA dan berlanjut sampai kuliah,” katanya.
Menurut Amel lebih lanjut, karena mainnya bagus, ia ditarik untuk memperkuat Tim Kota Tangerang. Dari sana kemampuannya bermain voli terus ditempa hingga memperkuat Tim Voli Putri Provinsi Banten di pertandingan tingkat nasional.

Jadi wajar kalau pertandingan ini dimenangi Tim Kayu Gede dalam 2 set langsung dengan skore 25:6 dan 25:5.
Mengenai turnamen ini Amel mengaku cukup senang bisa ikut bermain bersama kawan dan tetangga sekitar. Terlebih di daerah Ciledug dan Tangerang ini sangat jarang turnamen bola voli. “Kayaknya hanya Gereja ini yang tiap tahun mengadakan turnamen. Semoga tahun depan masih tetap ada,” harapnya.

Bu Aning dari Wilayah Santa Monika merasa senang timnya bisa masuk final, karena Tim Monika ini rata-rata sudah tidak muda lagi. “Hanya semangatnya yang 45,” katanya sambal tertawa.

“Apalagi kami ini tidak pernah latihan. Hanya main setahun sekali, ya kalau ada lomba seperti ini. Apalagi lawannya Tim Kayu Gede yang kelihatan banget pemain-pemainnya terlatih. Ini merupakan pengalaman bisa bertanding melawan Tim sebagus Kayu Gede,” demikian Bu Aning mengakhiri percakapan.
Teks: Bambang Gunadi/ Foto-foto: Bambang Gunadi, Walter Arya, Carolus Wahyu