Romo Noel: Kita Masih Harus Berjuang untuk Memperoleh Kemerdekaan Sejati

18 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
Romo Noel: Kita Masih Harus Berjuang untuk Memperoleh Kemerdekaan Sejati
Romo Noel memimpin Misa HUT RI Ke-74 di Balai Metro.

Misa memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Balai Pertemuan Metro Permata, 17 Agustus 2019 pagi, dihadiri oleh 30 umat, karena ada banyak kegiatan lain yang diselenggarakan pada saat bersamaan.

Misa diawali dengan lagu pembukaan, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan semangat dan khidmat.

 WhatsApp Image 2019-08-17 at 09.01.18-ok

Peserta misa di Balai Metro Permata.

Dalam homilinya, Pastor Noel mengatakan, para pejuang kemerdekaan bercita-cita  agar rakyat terbebas dari belenggu penjajah. Mereka bersatu padu dan mengorbankan segala sesuatu bahkan nyawa mereka untuk mencapai kemerdekaan tersebut.

Sayang sekali sekarang ada beberapa pihak yang berusaha memecahbelah bangsa Indonesia, suatu usaha yang bertentangan dengan cita-cita perjuangan para pahlawan tersebut.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 09.03.46-ok

Paduan suara pada misa HUT RI Ke-74 di Balai Metro Permata.

Kita memohon agar Tuhan memberikan kemerdekaan sejati bagi bangsa Indonesia, yang berkenan bagi Tuhan sendiri.

Umat Bernadet diajak untuk mengikuti anjuran almarhum Mgr Soegijapranata untuk menjadi 100 % Katolik 100 % Indonesia.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 09.01.22-ok

Anggota koor foto bersama Romo Noel usai misa 17-an.

Akhirnya kita diajak bersyukur kepada Tuhan karena telah dibebaskan dari penjajahan bangsa lain, namun kita masih berjuang untuk melepaskan diri dari tekanan bangsa sendiri dalam memperoleh kemerdekaan sejati.

Harus mengasihi sesama

Misa HUT RI ke-74 di Gereja Pinang Sabtu petang diawali dengan lagu Indonesia Raya, disusul lagu Pembukaan. Pada awal misa, Romo Lammarudut Sihombing, CICM, meneriakkan pekik kemerdekaan. “Merdeka!" yang spontan disahut umat dengan pekikan yang sama.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.10.17(1)-ok

Romo Lamma memberikan homili dalam misa 17-an.

Misa diiringi oleh koor dari anggota komunitas Pemazmur Bernadet yang mengenakan pakaian kebaya dan kain untuk perempuan, dan blangkon serta atasan baju surjan lurik untuk laki-laki.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.10.17-ok

Mendaraskan mazmur.

Dalam homilinya, Romo Lamma menekankan bahwa kebebasan atau kemerdekaan merupakan anugerah Tuhan yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk mengasihi sesama. “Kita tidak boleh membenci sesama, apapun yang kita alami sebagai umat Santa Bernadet saat ini,” katanya.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.22.02(1)-ok

Persembahan umat.

Karena hari Sabtu diperingati oleh Gereja sebagai (vigili) Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Romo Lamma merujuk bacaan Injil Lukas (Luk 1: 39-56) tentang kunjungan Maria kepada Elisabet yang menunjukkan niat baik Bunda Maria. Jika punya niat baik, seharusnya dilaksanakan.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.22.00-ok

Peserta Misa HUT RI Ke-74 di Gereja Pinang, Sabtu, 17 Agustus 2019.

“Seperti Maria yang mengunjungi Elisabet, kalau kita punya niat baik harus dilaksanakan. Misalnya, kalau kita berniat ikut upacara, ya datanglah ke upacara,” kata Romo Lamma disambut senyum-senyum umat. Seperti diketahui, upacara bendera di parkir Gereja Pinang pagi harinya lebih banyak didominasi orang tua.

WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.10.18-o

Dirigen koor pemazmur, A Nayoko.

Pada bagian akhir misa, koor pemazmur menyanyikan juga lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini.

 WhatsApp Image 2019-08-17 at 22.22.02-ok

Paduan suara Komunitas Pemazmur St Bernadet.

Teks: Selamat S, ps/Foto-foto: Selamat S, Jassen Novaris, Carolus Wahyu.

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna