Misa memperingati Kemerdekaan Republik Indonesia ke 74 di Balai Pertemuan Metro Permata, 17 Agustus 2019 pagi, dihadiri oleh 30 umat, karena ada banyak kegiatan lain yang diselenggarakan pada saat bersamaan.
Misa diawali dengan lagu pembukaan, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan semangat dan khidmat.

Dalam homilinya, Pastor Noel mengatakan, para pejuang kemerdekaan bercita-cita agar rakyat terbebas dari belenggu penjajah. Mereka bersatu padu dan mengorbankan segala sesuatu bahkan nyawa mereka untuk mencapai kemerdekaan tersebut.
Sayang sekali sekarang ada beberapa pihak yang berusaha memecahbelah bangsa Indonesia, suatu usaha yang bertentangan dengan cita-cita perjuangan para pahlawan tersebut.

Kita memohon agar Tuhan memberikan kemerdekaan sejati bagi bangsa Indonesia, yang berkenan bagi Tuhan sendiri.
Umat Bernadet diajak untuk mengikuti anjuran almarhum Mgr Soegijapranata untuk menjadi 100 % Katolik 100 % Indonesia.

Akhirnya kita diajak bersyukur kepada Tuhan karena telah dibebaskan dari penjajahan bangsa lain, namun kita masih berjuang untuk melepaskan diri dari tekanan bangsa sendiri dalam memperoleh kemerdekaan sejati.
Misa HUT RI ke-74 di Gereja Pinang Sabtu petang diawali dengan lagu Indonesia Raya, disusul lagu Pembukaan. Pada awal misa, Romo Lammarudut Sihombing, CICM, meneriakkan pekik kemerdekaan. “Merdeka!" yang spontan disahut umat dengan pekikan yang sama.
-ok.jpg?1566119640681)
Misa diiringi oleh koor dari anggota komunitas Pemazmur Bernadet yang mengenakan pakaian kebaya dan kain untuk perempuan, dan blangkon serta atasan baju surjan lurik untuk laki-laki.

Dalam homilinya, Romo Lamma menekankan bahwa kebebasan atau kemerdekaan merupakan anugerah Tuhan yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk mengasihi sesama. “Kita tidak boleh membenci sesama, apapun yang kita alami sebagai umat Santa Bernadet saat ini,” katanya.
-ok.jpg?1566119770800)
Karena hari Sabtu diperingati oleh Gereja sebagai (vigili) Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Romo Lamma merujuk bacaan Injil Lukas (Luk 1: 39-56) tentang kunjungan Maria kepada Elisabet yang menunjukkan niat baik Bunda Maria. Jika punya niat baik, seharusnya dilaksanakan.

“Seperti Maria yang mengunjungi Elisabet, kalau kita punya niat baik harus dilaksanakan. Misalnya, kalau kita berniat ikut upacara, ya datanglah ke upacara,” kata Romo Lamma disambut senyum-senyum umat. Seperti diketahui, upacara bendera di parkir Gereja Pinang pagi harinya lebih banyak didominasi orang tua.

Pada bagian akhir misa, koor pemazmur menyanyikan juga lagu Bagimu Negeri ciptaan Kusbini.

Teks: Selamat S, ps/Foto-foto: Selamat S, Jassen Novaris, Carolus Wahyu.