Regina Yovita Aiko Silvana lulus seleksi menjadi anggota Paskibraka untuk upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-74 di Kota Tangerang. Ia adalah misdinar St Bernadet Paroki Ciledug.
Dari 2000 siswa-siswi SMA/SMK/MA yang ikut tes sejak bulan Mei, hanya 450 yang dinyatakan lulus, 400 siswa ditugaskan ke 12 kecamatan, dan 50 siswa—termasuk Regina—ditugaskan untuk Kota Tangerang.

Di luar jumlah itu, 1 siswa lulus seleksi ke tingkat nasional dan 8 siswa ke tingkat provinsi untuk mewakili Kota Tangerang.
Regina bertugas pada Upacara HUT RI Ke-74 di Alun-alun Kota Tangerang, Jl A. Yani, pada 17 Agustus ini sebagai pasukan pengawal baki. Maka bersama teman-teman lainnya, ia harus berlatih sejak awal Juli langsung di tempat tugasnya itu, dengan para pelatih/pendamping anggota Batalyon 203 Infanteri Mekanis/ Arya Kemuning Kota Tangerang.

Setiap hari, mulai jam 06.00 apel dan pulang jam 17.00, selama sebulan! Karena itu ia harus berangkat pagi-pagi dari rumahnya di Karang Tengah, Ciledug. Selama latihan ia mendapat dispensasi cuti sebulan dari sekolahnya dan Walikota Tangerang.
Regina adalah putri pasangan RB Findi Spora-Agustina Rita Wijayati Kusumaningsih dari Lingkungan Maria 3, Karang Tengah. Pak Findi adalah prodiakon, sementara Bu Rita adalah guru TK, kader Sie Pendidikan Paroki Ciledug.
Bercerita tentang latihan selama 1 bulan putrinya, Pak Findi mengatakan, “Kami bangun setiap harinya jam 03.00 pagi dan jam 05.00 berangkat.”

“Yang paling mengasyikkan bagi kami sekeluarga adalah keseharian selama pelatihan itu, karena harus saling membagi waktu untuk mengantar dan menjemput Regina ke alun-alun di Jalan A. Yani Tangerang. Ada temannya yang membantu untuk antar-jemput anak saya,” imbuh Pak Findi.
Untuk bekal makan siang di alun-alun tersebut, orang tua yang masak. “Menunya cukup 'mewah', yaitu tempe, tahu, sayur sop, itu selama sebulan,” kata Pak Findi sambil tertawa karena menu itu sudah diatur panitia. Buahnya pisang atau pepaya.
Sejak 8 Agustus sampai 17 Agustus Regina masuk asrama untuk karantina, di Hotel Kyriad Tangerang. Kamis, 15 Agustus, Regina dan kawan-kawannya dikukuhkan sebagai anggota Paskibra oleh Walikota Tangerang, di Ruang Al-Amanah Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, dihadiri orang tua.
-ok.jpg?1565991116879)
Regina baru akan pulang kembali ke rumah tanggal 22 Agustus, karena sesudah bertugas akan diajak ziarah dan rekreasi ke Semarang yang, menurut Pak Findi, “Masih dirahasiakan tempatnya.”
Regina lahir 7 September 2002, anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya laki-laki dan adiknya perempuan. Ia adalah cucu alm Pak J Kardjo, ayah Pak Findi. (Sebelum meninggal Pak J Kardjo adalah Pembina Lingkungan Maria 3, katekis, dan tercatat sebagai anggota Dewan Paroki pertama di zaman Romo Ludo Reekmans, CICM, 30 tahun lalu, Red.)

Regina suka berorganisasi dan mengikuti banyak kegiatan. Siswi kelas XI IPS SMA Yadika 3 ini masih tercatat sebagai sekretaris OSIS, Wakil Paskibra di sekolahnya, dan pengurus di Misdinar St Bernadet.
“Sejak SD sudah aktif ikut misdinar. Ia juga aktif di OMK Wilayah,” kata Pak Findi. Di antara 50 anggota Paskibraka Kota Tangerang tersebut, Regina adalah satu-satunya yang beragama Katolik, di samping 6 anak lain yang beragama Kristen.
Regina memiliki minat belajar berbagai hal. Menurut Pak Findi, yang cukup menentukan kelulusan di Paskibraka adalah kemampuannya bermain biola, Bahasa Inggris, dan Bahasa Mandarin.

Pak Findi dalam hal itu mengakui, kontribusi Amore Prime School cukup besar karena di sanalah Regina belajar Bahasa dan Paskibra. “Setahu saya dia belajar Bahasa Inggris dari SD, Bahasa Mandarin dari SMP, dan Bahasa Jepang di SMA,” katanya.
Regina mahir bermain biola setelah 3 tahun belajar di Virtuoso Amore. Tetapi sesungguhnya ia juga mewarisi bakat musik dari eyangnya, paman Pak Findi, yaitu alm. Suka Hardjana, seorang empu musik klasik terkemuka.

Ditanya bagaimana perasaannya Regina bisa lulus seleksi Paskibraka, Pak Findi hanya menjawab, “Bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari garam.”

Selamat untuk Regina, salah satu putri berprestasi Gereja Santa Bernadet!
(Berdasarkan wawancara dengan RB Findi Spora/ Foto-foto: Dispora Kota Tangerang/Findi Spora/ps)