Retret OMK Isidorus, “Never Give Up”!

9 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
Retret OMK Isidorus, “Never Give Up”!
Pewarta Meidty di tengah OMK Isidorus dan pengurus.

Pada 27-28 Juli 2019 OMK Isidorus (OMK-Is) mengadakan retret di Wisma Lestari Cikanyere, Puncak. Ini merupakan jawaban kerinduan lama OMK-Is untuk kembali bertemu.

Sesuai tema Never Give Up, sejak retret terakhir tahun 2013, retret kali ini bertujuan menghidupkan dan mengaktifkan kembali semangat OMK-Is untuk pantang menyerah dalam melayani Tuhan dan sesama.

suster_2

Suster Veronika, PIJ, pengurus Wisma Lestari.

Sr Veronika PIJ, pengurus Wisma Lestari yang dikelilingi hamparan pemandangan hijau nan sejuk khas Puncak, dengan hangat menyambut kedatangan kami. “Hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tidak layak dihidupi,” kata Sr Veronika.

IMG_9707-hrs ada

Tito, OMK Paroki Bojong Indah yang diundang untuk sharing.

Retret bertujuan untuk merefleksikan hidup atau, gampangnya, mengundurkan diri dari kesibukan sehari-hari untuk melihat kembali hidup yang sudah dijalani dengan tujuan agar berubah atau, dalam bahasa iman kristiani, “bertobat”.

IMG_9531_1

Ayu Kade menjelaskan susunan Pengurus OMK-Is 2019-2021.

Sesudah kata pembuka dari Petrus Silalahi, pembina OMK-Is dan Ida Ayu Kade Someyani yang biasa disapa Yude, Korwil Isidorus, dilakukan pengukuhan pengurus baru OMK Isidorus dan serah terima jabatan.

Deny Sulistyo, ketua baru OMK-Is dengan masa tugas sampai 2021, lalu memaparkan program-program karya 2 tahun ke depan, seperti Doa Rosario bersama, koor, olahraga, bakti sosial, serta acara Natal & Tahun Baru bersama.

IMG_9743-hrs ada_1

Pewarta dari Paroki Bojong Indah, Meidty.

“Why Catholic?”

Sesudah itu peserta diajak masuk ke retret yang sesungguhnya. Pewarta Mimbar Rozaline Meidty Latupeirissa dari Gereja Santo Thomas Rasul Paroki Bojong Indah tampil untuk mengajak semua peserta merefleksikan hidupnya.

Di awal sesinya, Meidty bertanya dengan suara nyaring, “Why Catholic?” Peserta pun mengikuti dengan wajah penasaran, apa yang akan dijelaskan kemudian.

IMG_9769_1

Tetapi dengan kepiawaiannya menggugah minat orang, Meidty membawa peserta ke penjelasan mengapa umat Katolik, khususnya OMK Isidorus, harus tetap setia kepada Tuhan Yesus.

Intinya, ada 4 kebenaran yang perlu diketahui dan dipahami. Pertama, rencana Allah; kedua, manusia kehilangan kemuliaan Allah; ketiga Allah mengutus Yesus untuk mengembalikan hubungan Allah dengan manusia; dan keempat, ada 2 pilihan: hidup mengarah pada diri sendiri, atau hidup mengarah pada Kristus.

IMG_9553

Tito, OMK dari Paroki Bojong Indah yang sengaja diundang untuk berbagi, mengamini kata-kata pewarta Meidty. “Lebih gampangnya, sih, REMAJA TANGGAP. REncana Allah, MAsalah kita, JAwaban Allah, TANGGAPan kita,” katanya.

Pemilik nama lengkap Tarsisius Kristo Filius itu mengaku bangkit kembali sebagai pelayan Tuhan, setelah mengalami jatuh bangun, dan kini menjadi pengurus komunitas Light of Jesus Family (LOJF).

 IMG_0042-ok

Permainan yang membuat peserta bisa tertawa lepas.

Penyegar suasana

Karena retretnya orang muda, setelah itu ada games penyegar suasana, dipandu MC. Peserta dibagi menjadi 4 kelompok menurut nama hewan: Anjing, Kucing, Ayam, dan Kambing. Lalu masing-masing harus mencari teman sekelompoknya dengan menirukan suara hewan tersebut.

IMG_0103

Salah satu game penyegar suasana.

Ada permainan Lempar Balon Air, Oper Tepung, dan Perkenalan Rahasia, yang sukses membuat semua peserta bisa tertawa lepas dengan mandi tepung dan air.

IMG_9899 (2)_1

Pembagian kelompok berdasarkan nama-nama hewan.

Yesus yang memanggil

Hari kedua, Minggu 28 Juli, diawali dengan senam pagi. Dalam udara dingin Puncak, dua instruktur memandu dengan bersemangat.

Romo Widiarso OFM dari Paroki Ratu Para Malaikat Cipanas memimpin misa penutupan. Dalam homili ia mengajak peserta merefleksikan bahwa problem OMK seringkali berasal dari dalam.

IMG_0009-ok

Permainan di alam terbuka dikelilingi pemandangan hijau.

Romo Widiarso lalu mengajak bersyukur karena Gereja, lewat Paus dan Uskup, memberikan perhatian kepada kaum muda. Pertanyaannya, apakah kaum muda bisa bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan Gereja.

Romo Widiarso mengapresiasi OMK Isidorus karena mau meluangkan waktu dari kesibukan sekolah, kuliah, pekerjaan, dan berkomitmen untuk menghidupkan dan membangkitkan OMK-nya kembali.

IMG_0510

Romo Widiarso, OFM.

OMK bisa memberikan komitmen, katanya, karena Tuhan yang membimbing. “(Kalian) Dipanggil Yesus sendiri,” ujar Romo Widiarso.

Romo Widarso berharap OMK Isidorus menjadi lebih dewasa dan mau bersaksi atas kehidupan imannya, serta berani rendah hati supaya semakin berkembang. “(OMK) dapat berbuah (baik) jika dipersiapkan dengan baik,” lanjutnya.

IMG_0559

Romo Widiarso di tengah para peserta retret.

Lebih lanjut ia mengingatkan pentingnya relasi dalam komunitas OMK agar bisa membangun relasi dengan pihak luar, serta mencari solusi kalau ada masalah.

“OMK harus dinamis, cari solusi, jangan berkutat pada masalah,” katanya. OMK adalah wajah Gereja saat ini dan yang akan datang. Jadi OMK harus dilatih sejak dini agar berkualitas. “Jaga perbuatan dan perkataan, karena OMK adalah wajah Gereja dan saksi iman,” tandasnya.

Pemberian Rosario

OMK-Is hari itu memberikan rosario kepada: Yude (Korwil Isidorus), Lina (pembina OMK-Is sebelumnya), Carolus Wahyuntoro (perwakilan pengurus OMK sebelumnya), Meidty (pewarta), Tito (OMK Undangan), serta Sr Veronika PIJ, sebagai bentuk tali kasih.

IMG_9544_1

Carolus Wahyuntoro  (kiri), seksi publikasi OMK-Is.

Rosario juga diberikan kepada pembina OMK 2013-2017, alm Maria Immaculata Retno Adi Prasetyoningsih (Tante Loury), yang dikenal sebagai sangat baik, sangat penyabar, kuat, dan hebat karena di saat sedang melawan penyakit kanker yang dideritanya, ibu empat anak ini masih menyempatkan waktunya untuk OMK Isidorus, bahkan sampai wafatnya.

IMG_9547_1

Sesudah pelantikan Ketua OMK Isidorus.

Sosok Loury sangat dirindukan. OMK-Is bertekad mewujudkan harapan dan meneruskan semangat melayani yang sudah diajarkan Tante Loury. Dengan bimbingan Tuhan Yesus, Never Give Up!

IMG_0581

OMK harus pantang menyerah dalam pelayanan, Never Give Up!

Teks: Livita Wahab/ Foto-foto: OMK Isidorus

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna