Acara pengenalan senam Bio Energy Power (BEP) di Pondok Lestari, Karang Tengah, Ciledug, Senin, 5 Agustus 2019, dihadiri Ketua Komunitas BEPers Indonesia (KBI) Bu Adi Sasitiwarih, Ketua Yayasan BEP Indonesia Bu Lis Nurul, dan sejumlah pelatih BEP dari beberapa Rumah Sehat (RS) di wilayah Kota Tangerang dan Tangerang Selatan.
-ok.jpg?1565182119291)
Pengenalan yang dilakukan oleh para pelatih/guru dari BEP KG Plus tersebut berlangsung di rumah Ibu Maria Sudjanadi, Pondok Lestari A5 No.15 (yang biasa digunakan untuk perayaan misa), jam 09.00-selesai. Untuk selanjutnya, latihan bersama akan diadakan di tempat dan waktu yang sama.

Jumlah orang yang hadir dalam pengenalan tersebut 43 orang, 10 orang di antaranya peserta baru, sedangkan yang lain adalah para BEPers yang biasa mengadakan latihan bersama di RS San Berna. Hadir juga Ketua Komunitas Simeon-Hanna St Bernadet, Bu Herawaty Manurung

Para pelatih yang hadir datang dari RS San Laurens, San Berna, Ciputat, Ciledug Inpres, dan lain-lain.

Salah seorang peserta mengatakan bahwa kehadiran para pengurus KBI dan para pelatih dari berbagai RS tersebut menambah semangat para peserta yang hadir.
.jpg?1565182466206)
Dalam unggahan di WAG BEP San Berna, Mas Widyarto dari BEP KG Plus mengatakan bahwa Bu Lis Nurul bersama suaminya, alm Eko Susilo, adalah murid langsung HJA (alm Harry Jauhary Angga, penemu BEP) yang ditunjuk sebagai Ketua Yayasan BEP Indonesia sebelum HJA meninggal.

Ibu Maria Sudjanadi (88) sudah lama ingin mengajak warga Pondok Lestari dan sekitarnya untuk menularkan gerakan hidup sehat lewat senam BEP. Keinginan tersebut terdorong oleh pengalamannya mengikuti senam itu di Pinang.

Ketika memberikan testimoni di hadapan para peserta senam BEP di Aula Pinang, 2 Agustus, ia menceritakan manfaat senam itu bagi kesehatan jantungnya yang dikuatkan dengan bukti medis. “Karena itu saya ingin mengembangkan BEP untuk orang-orang di sekitar rumah saya,” kata Bu Maria yang hampir tidak pernah absen latber BEP itu.

Sesudah berbicara dengan pelatih BEP KG Plus, keinginannya tersebut disetujui dan terwujud Senin, 5 Agustus itu yang pengumumannya dilakukan oleh Mas Widyarto dari BEP KG Plus.

“BEP (Bio Energy Power) adalah upaya mengumpulkan energi dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh, melalui ON (olah nafas) dan OG (olah gerak) yang dimaksudkan untuk menjadi sarana penyembuhan diri (auto theraphy). Dengan BEP, insya Allah akan tercapai sehat tanpa alat, tanpa obat,” demikian bunyi bagian dari pengumuman tersebut.


Semoga BEP di Ponles makin berkembang dan diikuti oleh semakin banyak peserta di sekitar wilayah tersebut.
Teks & Foto: Henny, ps