45 BEPers Latber di RS San Berna, Senin Pengenalan BEP di Pondok Lestari

4 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
45 BEPers Latber di RS San Berna, Senin Pengenalan BEP di Pondok Lestari
Foto bersama peserta usai Latber BEP, Jumat, 2 Agustus.

Sebanyak 45 orang BEPers atau peserta senam BEP berlatih bersama (Latber) di Rumah Sehat (RS) San Berna Ciledug, Jumat (2/8) dengan seragam kaos warna merah dan putih. Dari ke-45 peserta tersebut, 3 di antaranya peserta baru, termasuk 1 orang yang datang dari Yogya.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.11-ok

Tiga peserta baru sedang menerima penjelasan tentang BEP.

Ada 3 pelatih yang memandu latber, yaitu Bu Henny, Bu Agnes, dan Pak Martin MS yang juga pelatih BEP San Laurens, serta 3 asisten pelatih. Sementara latihan dimulai, Bu Agnes memperkenalkan BEP kepada ketiga peserta baru tersebut dan melatih gerakan-gerakannya sambil menjelaskan arti gerakan-gerakan itu.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.43-ok

Pak Martin MS memandu bersama para pelatih lainnya.

Setelah 6 kali putaran latber BEP, pelatih memberikan beberapa catatan koreksi untuk kesalahan-kesalahan yang umum terjadi, seperti cara menggesek perut, posisi tubuh pada waktu mengambil nafas, kesinambungan gerakan satu dan yang lain, dan lain-lain.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.37-ok

 Asisten pelatih, Bu Maria Melati, memandu bersama pelatih lain. 

Senin 5 Agustus di Pondok Lestari

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.36.39-ok

Bu Maria Sudjanadi memberikan testimoni.

Jumat itu Ibu Maria Sudjanadi (88) memberikan testimoni. Menyadari usianya, Bu Maria rajin periksa jantung ke salah satu rumah sakit di Ciledug. “Bukan saya sakit jantung tetapi untuk monitor saja karena saya sudah tua,” katanya. Untuk itu ada obat tertentu, sesuai anjuran dokter, yang harus dikonsumsi.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.17-ok

Gerakan ketiga, kedua tangan kaku ke depan.

Sesudah mengikuti BEP beberapa saat, Ibu Maria mengatakan bahwa dokter menganjurkan untuk mengurangi dosis obat yang diminum pagi hari, dari 5 mg menjadi 2,5 mg. “Saya tidak cepat-cepat memberi kesaksian karena takutnya suatu saat dari 2,5 mg kembali ke 5 mg lagi,” katanya disambut tawa peserta lain.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.18-ok

Gerakan ketiga.

“Tetapi sampai saat ini setiap kali dokter memeriksa saya, selalu bilang ‘Sehat… Bagus…Sehat… Bagus’,” katanya dengan tekanan disambut tepuk tangan peserta.

“Itulah kesaksian saya, sehingga saya ingin mengembangkan BEP di Pondok Lestari tetapi saya tidak boleh melatih sendiri,” kata Bu Maria Sudjanadi.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.15-ok
 Pak Martin memantau gerakan para peserta Latber.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.51-ok

Pak Joedho, Bu Henny, dan Bu Maria memandu.

Keinginan Ibu Maria Sudjanadi untuk mengadakan senam  BEP tersebut  sudah lama dibicarakan dengan pelatih dari BEP KG Plus dan mendapat respons positif.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.16-ok

Gerakan seperti mendorong mobil dengan tekanan.

Seperti diunggah di WAG BEP San Berna  oleh Mas Widiarto dari BEP KG Plus Kamis lalu, “BEP KG Plus akan memperkenalkan olah nafas - olah gerak (ON - OG) BEP (Bio Energy Power), suatu OG untuk mengumpulkan energi melalui ON yang dapat menjadi sarana penyembuhan (auto theraphy).  Dengan BEP insya Allah akan tercapai sehat tanpa alat, tanpa obat.”

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.32-ok_1

Peserta senam BEP di dalam aula.

Pengenalan BEP tersebut akan dilaksanakan pada hari Senin, 5 Agustus, jam 09.00 – selesai di rumah Ibu Maria Sudjanadi, Pondok Lestari A5 no.15, Ciledug – Karang Tengah (rumah yang biasa untuk misa). Pihak BEP KG Plus mengundang siapa saja yang berminat untuk datang.

WhatsApp Image 2019-08-02 at 10.35.34-ok_1

Peserta senam BEP di dalam aula.

Khususnya bagi peserta BEP yang ikutnya belakangan, pengenalan tersebut menjadi penting, karena akan diberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang BEP dan dasar-dasar pikiran yang melatarbelakanginya. Silakan datang.

Teks: ps/ Foto-foto: BEP San Berna

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna