Dekorasi Altar Wilayah Maria, Hubungan dengan Tuhan Itu Wilayah Hati

3 Agustus 2019
  • Bagikan ke:
Dekorasi Altar Wilayah Maria, Hubungan dengan Tuhan Itu Wilayah Hati

Sabtu, 27 Juli 2019, Wilayah Maria membuat dekorasi altar dengan menampilkan pagar pancang warna putih. Begitu pula di altar tenda bawah.

Pot-pot bunga yang ditaruh di depan altar lantai atas berwarna biru laut, ungu muda, dan coklat. Ada pula pot warna hijau di depan Gua Maria. Sementara di altar tenda bawah masih ada pot warna hijau, dan hitam, dan tanaman-tanaman yang menghadirkan kesejukan suasana pedesaan.

20190728_074523-ok

Ini bukan jenis dekorasi yang wah, ramai dengan variasi, atau meriah menawan seperti dekorasi altar untuk pernikahan. Semuanya kelihatan sederhana, sepi, dan nyaris tidak eye-catching (menggoda mata untuk melihat). Apakah perancang dekorasi  kekurangan ide? Tidak! Sebaliknya, ada suatu makna yang bisa dibaca dari kesederhanaan itu.

20190728_074446-ok

Pagar-pagar pancang adalah pancang-pancang vertikal yang disatukan dengan batang-batang horizontal. Menurut sumber-sumber tertulis tentang pagar (fence), pagar pancang (pickets fence) dari kayu merupakan ciri khas rumah atau taman yang menyajikan gaya pedesaan (country) dan gaya zaman dulu—untuk tidak mengatakan kuno. 

20190728_074240-ok

Di zaman modern, pagar pancang masih digunakan, entah untuk pagar rumah atau taman, tetapi lebih berfungsi dekoratif untuk menghadirkan pesona masa lalu, keheningan, dan suasana yang membuat orang merasa at home (kerasan).

Pagar adalah batas yang memisahkan dua bidang atau wilayah, yaitu wilayah privat dan wilayah publik, atau wilayah pribadi yang empunya pagar dan wilayah umum.

20190728_074823-ok

Makna apa yang bisa dibaca dari dekorasi altar Wilayah Maria? Ada batas yang memisahkan dua wilayah, yaitu wilayah hubungan dengan Tuhan yang merupakan wilayah hubungan hati (pribadi) dan yang bukan wilayah yang berhubungan dengan Tuhan.

Pagar pancang memberi  makna bahwa berada dalam wilayah hubungan hati dengan Tuhan itu tidak hanya mengalami pesona, tetapi juga keheningan, dan rasa at home.

20190728_074850-ok

Ketika kita menghadap Tuhan di gereja, kita memasuki wilayah hubungan hati dengan Tuhan yang menjadikan  kita terpesona, hening, dan kerasan di hadapanNya.

Teks dan Foto-foto: ps

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna