Sebanyak 23 pasangan suami istri mengikuti Pembaharuan Janji Perkawinan pada hari Minggu, 28 Juli 2019. Misa dalam rangka Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP) ini tidak diadakan secara khusus melainkan bersamaan dengan Misa Minggu Biasa XVII pukul 08.30 di gereja Pinang, dengan pelayanan koor dari Sekolah Sang Timur.

Pembaharuan janji perkawinan ini dilakukan oleh pasangan suami istri (pasutri) yang berulang tahun perkawinan pada bulan Juni dan Juli.
Bagi pasutri yang telah mendaftarkan diri dalam misa HUP diberikan tempat khusus beserta keluarga inti di bagian depan. Romo Noel yang memimpin misa pada Minggu itu mengatakan bahwa dalam perkawinan, kesetiaan dan kasih satu sama lain semakin hari semakin ditantang atau diuji.

“Maka kasih setia itu akan membahagiakan,” ujarnya sebelum memberkati para pasutri beserta anak-anak mereka. Secara bergantian para suami, istri, dan anak-anak membacakan janji mereka dan setelah itu diberkati oleh Romo Noel.
Salah satu pasangan suami istri, yaitu Ibu Maria M Sri Widyastuti dan Bapak A Sigit Dwisusila, merasa senang dan bersyukur.
“Kami merasa senang dan bersyukur ada kesempatan seperti ini. Kami diingatkan kembali akan janji kami. Berkat dari Romo juga manambah rasa syukur kami,” kata Ibu Maria yang merayakan HUP ke-18.

Misa HUP ini akan dilaksanakan kembali pada bulan September untuk yang merayakan HUP pada bulan Agustus dan September. “Diadakan setiap dua bulan sekali. Rencananya jika ditambah dengan seminar dan ramah tamah diadakan setiap 6 bulan sekali,” ujar Ibu Olivia Karmelia (Ibu Olive) sebagai pengurus SKK.
Sebelumnya HUP juga pernah dirayakan pada bulan Mei 2019 untuk masa ulang tahun perkawinan Desember 2018 sampai dengan Mei 2019. Setelah misa dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan sharing dari pasutri Marriage Encounter (ME). Tentunya dengan jumlah peserta yang lebih banyak.
Dengan diadakannya acara seperti ini Ibu Olive mengajak pasutri bersyukur atas anugerah kasih dan kesetiaan Yesus Kristus dalam hidup perkawinan. “HUP juga mengingatkan pasutri percaya dan penuh pengharapan dalam sukacita Tuhan untuk menjalani hari-hari ke depan. Bersama dalam suka dan duka, untung dan malang,” katanya.

Ibu Maria juga menambahkan bahwa program yang diadakan SKK ini sangat bagus untuk diadakan dan berharap lebih banyak lagi yang ikut pembaharuan janji perkawinan dalam merayakan HUP. “Yang pasti kami disegarkan kembali dengan adanya pemberkatan HUP ini,” katanya.
Sementara itu Ibu Elisabeth Siti Rohamah mengucapkan rasa syukur atas anugerah dan perlindungan Tuhan dalam 23 tahun bahtera rumah tangganya. Ia juga berterimakasih kepada panitia HUP yang memberi kesempatan memperbaharui janji perkawinan di depan altar bersama pasutri dan keluarga lainnya.
“Semoga suka cita atas pengalaman tersebut dapat menguatkan kami untuk melanjutkan perjalanan rumah tangga kami, dan menjadi saksi kesetiaan hidup berkeluarga bagi anak-cucu kami," katanya.
Teks: Elsa Margaretha/ Foto-foto: SKK St Bernadet