Bersyukur Banget, Kami Bisa Ikut Kaderisasi HAAK KAJ

31 Juli 2019
  • Bagikan ke:
Bersyukur Banget, Kami Bisa Ikut Kaderisasi HAAK  KAJ
Peserta kaderisasi  HAAK dengan komitmen yang diikatkan di kepala.

Pada tanggal 26-28 Juli 2019, Komisi Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) KAJ mengadakan kaderisasi Angkatan 9 di Pondok Lagogo, Mega Mendung, Bogor. Pesertanya 37 orang muda  dari 23 paroki. Paroki Ciledug mengirim 2 utusan, yaitu Yoakim Edi Sukaryo dan Karin Melinda.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.07(1)-ok

Siap menuju Pondok Lagogo. Mbak Nia (berdiri, pakaian putih). 

Selama tiga hari itu kami menerima pembekalan melalui sesi-sesi yang diisi oleh orang-orang yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

Pertemuan diawali hari Jumat (26/7) di Gedung Karya Pastoral Katedral (GKPK), pukul 10.00. Sesudah Mas Gusma selaku pembimbing acara memberikan sambutan pembukaan, Mbak Nia Syarifudin dari Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI) menyampaikan materi awal.

WhatsApp Image 2019-07-26 at 12.46.26-ok

Pembekalan di Gedung Karya Pastoral Katedral Jakarta.

Mbak Nia mengatakan, agama adalah sumber solusi bukan sumber masalah, dan peran pemuda juga sangat penting untuk hubungan lintas agama yang bertujuan mempersatukan  Indonesia, bukan membeda-bedakan.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.07(2)-ok

Menuliskan komitmen dalam kaderisasi di Mega Mendung.

Sesudah makan siang kami berangkat ke Pondok Lagogo pukul 13.00 dan tiba di tempat utama Kaderisasi HAAK sebelum pukul 15.00. Setelah masuk ke pondok, ada perkenalan singkat, pembagian kelompok, dan bikin komitmen selama kaderisasi.

Kita memiliki 3 saudara

KH Ahmad Ikrom, Wakil Katib Syuriah NU Bogor, mengisi sesi pertama. Ia mengatakan bahwa kita memiliki 3 saudara di bumi, yaitu saudara antar iman, saudara satu negara, dan saudara sesama manusia.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.07-okustad

KH Ahmad Ikrom, Wakil Ketua Katib Syuriah NU Bogor. 

Maka dari itulah, dia berpesan, semua agama mengajarkan, harus saling menghormati dan melindungi, dan jangan pernah memandang orang hina walau ia sedang hina, melainkan rangkullah!

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.06(2)-ok

Mas Gusma, pembimbing acara kaderisasi HAAK KAJ.

Sesudah pembagian kamar, istirahat, makan malam, dan mandi, sesi kedua diisi oleh Mas Gusma. Malam itu ia mengajak sharing masalah pribadi di masing-masing kelompok, outdoor. Dan kegiatan hari pertama itu ditutup dengan doa malam pukul 00.00.

Islam mengajarkan kebaikan

"Bangun… bangun… bangun...!" teriak seorang kakak panitia pukul 05.00. Hari kedua, Sabtu (27/7), kami awali dengan senam pagi, makan dan mandi, lalu memasuki sesi ke-3 yang diisi oleh Mas Gusma lagi dengan materi bertema Pancasila.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.06(1)-ok

Dr Ade Armando, MSc.

Di situ kami dilatih untuk berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila, diajarkan tentang nasionalisme, tantangan ideologi, dan Pancasila sebagai filosofi ideologi.

Kemudian Dr Ade Armando MSc mengisi sesi ke-4. Ahli komunikasi, dosen UI, ini memberi materi yang intinya bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kebaikan, sama seperti agama-agama yang lain.

Membangun toleransi

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.05(1)-gusmis

Intelektual muda NU, Zuhairi Misrawi atau Gus Mis.

Intelektual muda NU Zuhairi Misrawi atau Gus Mis mengisi sesi ke-5 dengan materi “Membendung Ekstremisme, Konflik Sosial & Intoleransi”. Intinya, dengan hidup secara berdampingan, keterbukaan, penghormatan, pengakuan, dan saling memberi kontribusi, kita dapat membangun toleransi yang kuat.

6 Pos “Outbound”

Sesudah sesi berakhir, makan siang, dilanjutkan dengan outbound. Outbound terdiri dari 6 pos yang di dalamnya terkandung nilai-nilai perjuangan, kerja sama, merendahkan egoisme, kesetiaan, strategi, dan ketelitian.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.05-ok

Mulai melakukan outbound.

Kami semua menikmati outbound itu, karena bisa lebih mengenal satu sama lain, dan menjadi tidak bosen setelah mendapatkan banyak banget materi bekal yang diberikan secara maraton tersebut. Outbound berlangsung sampai malam hari. Sesudah itu makan malam dan mandi.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.03

Bagian dari game dalam outbound.

Tugas Utama HAAK dan FKUB

Masih ada sesi berikutnya, yang diisi oleh Ketua Kabid HAAK KAJ, Bp Frans Dwikoco tentang “Tantangan Hidup Bersama dan Membangun Relasi Antar Agama”. Ia menjelaskan tentang landasan dan tugas utama HAAK. Pak Frans juga mengingatkan bahwa tugas OMK selanjutnya adalah peduli, membangun komunikasi antar sesama manusia.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.11.59(1)-ok

Latihan kerja sama dan strategi, tidak boleh menyentuh tali.

Giliran berikutnya Bp FX Suhardi, Ketua Bidang Komunikasi HAAK KAJ, menjelaskan tentang apa itu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). FKUB adalah forum masyarakat yang difasilitasi pemerintah daerah.

FKUB-lah yang menampung dan menyalurkan aspirasi ormas, mensosialisasikan peraturan perundang-undangan, dan memberikan rekomendasi pendirian rumah ibadah. Kami diberi tahu tentang syarat-syarat pembangunan rumah ibadah dan hambatan-hambatannya.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.11.59-ok

Latihan bekerjasama dalam game outbound.

Lalu ada sesi kecil oleh Bang Kiki Tarigan, yang memberi info mengenai sukses ala Pastor van Lith yang membabtis 171 orang pertama di Kalibawang, dekat Sendang Sono.

WhatsApp Image 2019-07-29 at 18.55.11(1)-ok

Komitmen pribadi ditulis di kain yang diikatkan di kepala.

Setelah semua sesi kita lewati, kegiatan selanjutnya adalah membuat komitmen pribadi di selembar kain dengan menuliskan 1 kata dan mengikatkan kain tersebut di kepala, kemudian men-sharing-kan mengapa kata itu yang kita jadikan pedoman. Hari kedua itu ditutup dengan doa malam pukul 23.30.

Menjadi Agen Pemersatu

gam jam 2 subuh-ok

Doa dalam keheningan subuh hari ketiga.  

Kegiatan dilanjutkan pukul 02.00 subuh, berarti sudah masuk hari ketiga (Minggu) dengan doa dan permainan kepercayaan pada teman-teman kita sendiri dalam kondisi silentium (hening). Ini berakhir pada pukul 06.00, dilanjutkan free time sampai pukul 08.00.

game jam 2 subuh-ok

Permainan untuk menguji kepercayaan teman, dini hari.

Sesudah itu, kami berkumpul untuk bernyanyi bersama, melepaskan segala kepenatan dan kelelahan, dan saling memberikan semangat kembali. Kami diajak untuk duduk di rerumputan, mendengarkan Mas Gusma yang memberi sedikit materi mengenai pembentukan dan 2 syarat inti membangun komunitas, bagaimana kita menjadi agen pemersatu.

WhatsApp Image 2019-07-29 at 23.11.49-ok

Pelantikan dan pengucapan janji untuk bangsa.

Dan semua materi kaderisasi pun diakhiri. Kami packing untuk kembali ke Jakarta. Setelah semuanya selesai, kami melakukan pengukuhan dan pengucapan janji di hadapan Sang Merah Putih dalam suasana khidmat.

WhatsApp Image 2019-07-30 at 09.12.00-ok

Pengukuhan dan pengucapan janji di hadapan Sang Saka.

Kesan & pesan

"Gua bahagia karna merasa ada sedikit harapan dari keresahan selama ini, tentang kerukunan antar agama yang mulai terombang-ambing. Merasa punya temen baru yang peduli sama keadaan Indonesia saat ini. Memang terlalu luas untuk kita yang cuma 37 orang ini, tapi merasa ada harapan untuk menular ke masyarakat yang lain.

WhatsApp Image 2019-07-29 at 18.55.12-ok

Senyuman lega setelah kaderisasi di depan Pondok Lagogo.

Pesannya, Indonesia adalah negara dengan keberagaman adat, suku, agama & budaya. Orang muda adalah ujung tombak suatu perubahan saat ini & yang akan datang. Mari orang muda bersama menjaga Identitas Indonesia, "Bhinneka Tunggal Ika". Jangan mau di cerai-berai oleh siapa pun, karena ini hebatnya Indonesia." (Yoakim Edi Sukaryo)

WhatsApp Image 2019-07-29 at 18.57.12-ok

Kami punya teman-teman segagasan dan seperjuangan.

"Bahagia, bersyukur banget bisa mengikuti acara seperti ini yang benar-benar melatih bagaimana caranya menghadapi perbedaan-perbedaan, mulai dari perbedaan pendapat, suku, ras, agama, dan lainnya. Selain menambah pengetahuan dan pengalaman, pastinya kegiatan ini juga menambah teman seiman.

Pesan untuk teman-teman, perbedaan bukan untuk ditakutkan, apalagi untuk dijadikan masalah besar. Mari mulai membangun relasi antar sesama manusia selama masih berpijak di bumi yang sama." (Karin Melinda)

WhatsApp Image 2019-07-29 at 18.55.11-ok_1

Kami kaum muda siap menebar sikap hidup dalam keberagaman.

Selamat berkarya untuk kehidupan bersama sebagai bangsa, orang muda Gereja!

Teks: km/Foto-foto: Panitia Kaderisasi HAAK KAJ

Tags
omk
Sie HAAK

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna