Cagub Banten Pasangan Calon 2 bersama umat katolik TangSel - 14 Januari 2017

20 Januari 2017
  • Bagikan ke:
Cagub Banten Pasangan Calon 2 bersama umat katolik TangSel - 14 Januari 2017

Calon Gubernur Rano Karno bersama umat Katolik

Sesi kedua yang dihadiri Gubernur petahana yang dijabat sejak thn 2104, kehadiran Rano Karno sangat riuh dengan suasana kegembiraan. Beliau tidak canggung ketika diminta menyanyikan beberapa lagu yang terkenal di saat masih sebagai bintang film. Bahkan hingga acara selesai banyak peserta dan ibu-ibu WKRI yang minta foto selfie. Rano Karno yang menyelesaikan sekolahnya di sekolah Katolik Strada rupanya merasa beruntung karena ketika sekolah terlibat aktif dalam paduan suara. “Saya bisa menyanyi karena dulu ikut paduan suara, saya sekolah di sekolah Katolik, apa saya menjadi seorang Katolik akhirnya?" ujarnya yang disambut tepuk tangan umat yang hadir.

Baginya menjadi seorang bintang film, penulis naskah (sutradara) lebih banyak penghasilannya dari pada menjadi seorang Gubernur. Namun disisa usia produktifnya sebagai Gubernur petahana,  dia ingin berbakti untuk Banten dan menyelesaikan beberapa pekerjaan besar yang ditinggalkan oleh gubernur sebelumnya.

Pembangunan jalur jalan yang merupakan urat nadi tranportasi mendapat perhatian besar dari beliau. Jalur jalan ini nanti akan menghubungkan Banten Selatan dengan Banten Utara. Beberapa proyek nasional infrastruktur jalan tol Serang - Panimbang yang akan melewati tiga Kabupaten (Serang, Lebak, dan Pandeglang)

Populasi masyarakat Banten setiap tahun meningkat 2,1 persen, dengan demikian  pengangguran walaupun  turun tapi tidak bisa langsung turun secara drastis. Namun di sisi lain, Rano mengungkapkan pertumbuhan pada sektor investasi meningkat padahal investasi dalam skala nasional sedang menurun.

Berikut ini data kedua paslon yang akan bertarung di pilkada Banten 2017.

Paslon No. 1 pasangan Dr. H. Wahidin Halim, M.Si dan H. Andika Hazrumy S.Sos, M.AP yang didukung tujuh partai  : Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PKB, Hanura, dan PAN.

Visi yang mereka usung : “Banten yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera, dan berakhlakul karimah.”

Sedangkan misinya ada lima :

(1). Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance),

(2). Membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur,

(3). Meningkatkan akses dan pemerataan pendidikan berkualitas,

(4). Meningkatkan akses pemerataan pelayanan kesehatan berkualitas, dan

(5). Meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.


Paslon No. 2 pasangan petahana H. Rano Karno, SIP dan H. Embay Mulya Syarief didukung oleh tiga partai, yaitu PDIP, PPP, dan Nasdem.

Visinya : “Banten bangkit, maju dan sejahtera berdasarkan iman dan taqwa.”

Sedangkan misinya ada lima :

(1). Memantapkan pembangunan infrastruktur,

(2). Menciptakan ekosistem ekonomi yang sinergis,

(3). Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,

(4). Memperkuat sinergi pembangunan daerah, dan

(5). Meningkatkan kinerja Pemerintah Daerah.


Mungkin sebagian dari kita belum tahu bahwa saat ini ada dua belas orang yang ikut pemilihan kepala daerah yang berasal dari dinasti politik. Salah satunya Andika Hazmury calon Wakil Gubernur Banten, yang merupakan anak sulung mantan Gubernur Banten Atut Chosiyah.

Sedikit kita melihat di daerah lain, di Kalimantan, dimana juga ada satu calon kepala daerah Bupati Landak dari Katolik, Karolin Margret Natasa yang merupakan putri Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis. Bisa dikatakan pilkada tahun 2017 merupakan pertarungan pro-dinasti melawan anti-dinasti.

Mungkin dewi fortuna lebih berpihak kepada pasangan Karolin Margret Natasa dan Herculanus Heriadi karena mereka sebagai pasangan tunggal calon Bupati dan Wakil Bupati Landak tahun 2017.


Namun bila kita menyimak ada peristiwa menarik dipemilihan kepala daerah yang berasal dari dinasti politik di Maluku Tengah. Dimana calon Bupatinya Tuasikal Abua yang merupakan calon tunggal harus berhadapan dengan perjuangan tim kotak kosong. Apabila kotak kosong menang, maka di tahun 2018 terjadi pilkada ulang. Karena kotak kosong adalah simbol dukungan. Sehingga sepertinya ada fenomena melawan politik dinasti dengan menggerakan pilih kotak kosong.

Saatnya  pilkada Banten 15 Februari 2017 umat Katolik harus menjadi pemilih yang cerdas dan kritis. Ada lima tahapan yang harus umat ketahui sebelum memilih, seperti yang disuarakan Komisi HAAK KAJ :

(1). Gunakan hak pilih anda, datanglah ke TPS Rabu 15 Feb 2017,

(2). Cermatilah visi, dan program kerja yang ditawarkan,

(3). Pelajarilah komitmen kebangsaan dan rekam jejak calon kepala daerah terkait isu anti korupsi dan lingkungan hidup,

(4). Dengarkan suara hati dan jadilah pemilih dan bermartabat, dan

(5). Pilihan kita menentukan kehidupan bersama lima tahun ke depan. Jargon memilih kucing dalam karung sudah saatnya kita tinggalkan. Vox Populi,Vox Dei suara rakyat adalah suara Tuhan. Satu suara kita berpengaruh terhadap lima tahun perjalanan demokrasi di tanah air. Sukseskan Pilkada 2017.

 Sumber : http://www.paroki-monika.org/index.php/86-news/kegiatan-paroki/4054-cagub-bantendan-umat-katolik-tangsel-14-jan-2017

Tags

Facebook Sanberna

Twitter Sanberna